📑 Daftar Isi

Tampilan antarmuka aplikasi VSCO Studio Pro untuk editing foto profesional

VSCO Tantang Adobe dengan Studio Pro dan Langganan VSCO One

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • VSCO meluncurkan aplikasi editing foto Studio Pro untuk iOS dan macOS
  • Studio Pro hadir dengan fitur batch editing, style matching, dan VSCO Galleries
  • Fitur tambahan seperti dukungan RAW dan opsi ekspor akan menyusul
  • VSCO One diluncurkan seharga $500/tahun, setara Adobe Creative Cloud Pro
  • Paket ini mencakup Studio Pro, Capture, Galleries, Workspace, Sites, AI Lab, Canvas, dan program mentorship
  • VSCO One dirancang sebagai solusi terpadu untuk fotografer profesional

Telset.id – VSCO secara resmi meluncurkan aplikasi editing foto profesional baru bernama Studio Pro yang tersedia mulai hari ini di iOS dan akan hadir di macOS pada tahun ini. Langkah ini menjadi tantangan langsung bagi dominasi Adobe di pasar perangkat lunak editing foto profesional.

Dilansir dari Bloomberg, aplikasi VSCO Studio Pro hadir dengan sejumlah fitur andalan yang dirancang untuk menangani proyek editing volume tinggi. Fitur-fitur tersebut mencakup batch editing, style matching dari gambar referensi, dan kemampuan berbagi gambar melalui VSCO Galleries. VSCO juga menjanjikan penambahan fitur di masa mendatang, termasuk dukungan untuk file RAW, opsi ekspor tingkat lanjut, serta alat editing tambahan seperti penyesuaian rasio aspek gambar.

Dalam siaran pers resminya, VSCO menyatakan bahwa aplikasi ini dibuat khusus untuk mengelola proyek editing foto berskala besar. “Pernikahan, potret, acara, olahraga, fotografi sekolah, dan pemotretan skala besar lainnya,” disebutkan sebagai contoh penggunaan utama Studio Pro. Dengan pendekatan ini, VSCO menyasar segmen fotografer profesional yang selama ini menjadi basis pengguna setia editor foto dari Adobe.

VSCO One: Paket Langganan Setara Adobe

Bersamaan dengan peluncuran Studio Pro, VSCO juga mengumumkan paket langganan baru bernama VSCO One yang akan tersedia akhir bulan ini dengan harga 500 dolar AS per tahun. Harga tersebut setara dengan biaya langganan tahunan Adobe Creative Cloud Pro. Paket ini menawarkan akses ke seluruh rangkaian aplikasi VSCO, termasuk Studio Pro, Capture, Galleries, Workspace, Sites, AI Lab, Canvas, dan program mentorship Freelance Photographer.

VSCO One diposisikan sebagai alternatif dari pendekatan “fragmented” yang disebut VSCO sebagai kelemahan penggunaan platform perangkat lunak yang tidak terhubung. Alih-alih menggunakan aplikasi terpisah untuk editing, komunikasi klien, dan pengiriman hasil akhir, VSCO One menyatukan semua kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem.

Sebelumnya, VSCO telah merilis berbagai fitur dan aplikasi untuk memperkuat ekosistemnya. Misalnya, Fitur Terbaru AI Remove yang memungkinkan pengguna menghapus gangguan di foto, serta Aplikasi Kamera VSCO Capture yang hadir dengan lebih dari 50 filter real-time.

Strategi VSCO Melawan Fragmentasi

Langkah VSCO meluncurkan Studio Pro dan VSCO One menunjukkan ambisi perusahaan untuk bersaing secara langsung dengan Adobe di pasar perangkat lunak fotografi profesional. Selama ini, Adobe Creative Cloud menjadi pilihan utama bagi fotografer profesional dengan rangkaian aplikasi seperti Lightroom dan Photoshop. Namun, VSCO melihat celah pada pengalaman pengguna yang terfragmentasi ketika harus berpindah antar aplikasi untuk menyelesaikan alur kerja yang berbeda.

Dengan VSCO One, perusahaan menawarkan solusi all-in-one yang mencakup editing foto, galeri portofolio, ruang kerja kolaboratif, pembuatan situs web, hingga program pengembangan bisnis. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi fotografer yang tidak hanya membutuhkan alat editing, tetapi juga solusi bisnis yang terintegrasi.

Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan hasil fotografi dari perangkat seluler, VSCO juga menyediakan berbagai panduan, termasuk Tips Fotografi untuk mengambil foto profesional menggunakan smartphone. Sementara itu, pengguna yang ingin mempercantik tampilan feed media sosial bisa memanfaatkan tips editing khusus untuk Instagram.

Dengan harga yang setara dengan Adobe Creative Cloud Pro, VSCO One menawarkan persaingan harga yang ketat. Keputusan fotografer untuk beralih akan sangat bergantung pada seberapa efektif ekosistem VSCO dalam memenuhi kebutuhan alur kerja mereka, terutama dalam hal stabilitas, kecepatan, dan kompatibilitas dengan perangkat keras yang digunakan.

Peluncuran Studio Pro di iOS terlebih dahulu menunjukkan fokus VSCO pada pengguna perangkat seluler, sementara versi macOS yang akan menyusul di tahun ini menandakan komitmen perusahaan untuk menjangkau pengguna desktop. Langkah ini sejalan dengan tren industri fotografi yang semakin mobile, namun tetap membutuhkan kekuatan komputasi desktop untuk proyek-proyek berskala besar.

Implikasinya, fotografer profesional kini memiliki alternatif serius selain Adobe untuk mengelola alur kerja editing foto mereka. VSCO Studio Pro dan VSCO One menawarkan pendekatan terpadu yang berpotensi menyederhanakan operasional bisnis fotografi, terutama bagi mereka yang menangani proyek volume tinggi seperti pernikahan, olahraga, dan acara besar lainnya.

Komentar

Belum ada komentar.