Telset.id β Google resmi memperbarui fitur Android Switch di sistem operasi Android 17, memungkinkan pengguna iPhone untuk memindahkan data secara lebih komprehensif tanpa perlu aplikasi tambahan. Pembaruan ini mencakup transfer eSIM, pesan iMessage, hingga pengaturan aksesibilitas.
Fitur Android Switch yang diperbarui kini sudah mulai digulirkan untuk sejumlah kecil perangkat. Paul Dunlop, Product Lead for Onboarding, Settings and Switching on Android, mengumumkan peluncuran ini melalui utas di Twitter. Ia menegaskan bahwa cakupan perangkat akan bertambah dalam beberapa pekan dan bulan ke depan.
Salah satu perubahan paling signifikan adalah kemampuan alat ini untuk mentransfer lebih banyak data dibandingkan sebelumnya. Data yang bisa dipindahkan kini mencakup kata sandi, passkey, kredensial WiFi, dan alarm. Alat ini juga mampu mentransfer semua jenis pesan, termasuk percakapan grup dan obrolan iMessage lengkap dengan reaksi, stiker, serta utas.
Google merancang alat ini sebagai pengalaman nirkabel yang bekerja tanpa kabel, meskipun tetap mendukung transfer melalui kabel. Keunggulan lainnya adalah integrasi langsung ke inti sistem Android dan iOS, sehingga tidak perlu mengunduh aplikasi mandiri atau memberikan izin rumit.
Fokus pada Data Penting
Tim Google memusatkan perhatian pada data spesifik yang dianggap esensial dalam penggunaan sehari-hari. Selain wallpaper, tata letak layar utama, dan penempatan aplikasi, alat ini juga mentransfer pengaturan aksesibilitas utama serta data berikut:
β File dan folder
β Lampiran kalender
β Riwayat panggilan
β Pesan RCS terenkripsi
β Lampiran dan label Apple Notes
Integrasi yang dalam juga terlihat dari opsi untuk langsung memindahkan dan masuk ke Akun Google dari iPhone ke perangkat Android. Bagi pengguna yang menggunakan eSIM di iPhone, data tersebut akan ditransfer secara otomatis tanpa langkah manual. Google menyatakan sedang memperluas opsi ini ke lebih banyak operator di seluruh dunia.
Baca Juga:
Dikembangkan Bersama Apple
Berbeda dengan fitur AirDrop melalui Quick Share yang diluncurkan Google sendiri tahun lalu, alat ini dikembangkan secara kolaboratif dengan Apple. Kedua perusahaan membangun API baru bagi pengembang untuk mengintegrasikan migrasi lintas platform ke dalam aplikasi mereka.
Jika aplikasi telah mengaktifkan alat ini, pengguna tidak hanya mendapatkan aplikasi tersebut di ponsel baru, tetapi juga semua data di dalam aplikasi. Meskipun Google yang mengumumkan secara gamblang, alat ini berfungsi dua arah. Apple bahkan sudah memiliki halaman dukungan di situsnya yang menyatakan bahwa pengguna Android dengan versi Android 17 yang kompatibel dapat mentransfer data ke iOS tanpa aplikasi Move to iOS.
Paul Dunlop mengaku βsangat banggaβ dengan alat yang diperbarui ini. Namun, kemungkinan besar pengguna baru Apple akan lebih menikmatinya. Sebuah survei SellCell di kalangan pengguna iPhone dan Android di AS menemukan bahwa loyalitas merek Apple jauh lebih tinggi dibandingkan pesaingnya.
Menurut data tersebut, loyalitas iPhone melonjak dari 91,9% pada tahun 2021 menjadi 96,4% pada tahun 2026. Artinya, hanya 3,6% pemilik iPhone yang kemungkinan akan beralih ke Android. Sebagai perbandingan, rata-rata loyalitas merek di kalangan pengguna Android sebesar 86,4% terlihat rendah. Ini berarti 13,6% pengguna Google mempertimbangkan beralih ke iPhone saat pembelian berikutnya.
Diharapkan alat baru ini juga akan membuat perpindahan antar merek Android menjadi lebih mulus. Google juga tengah mengembangkan inovasi lain, seperti pusat data ramah lingkungan dari ponsel bekas.
Meskipun pembaruan ini merupakan bagian dari Android 17, proses peluncuran yang lambat masih menjadi kekhawatiran. Diperkirakan butuh waktu bertahun-tahun untuk mencakup sebagian besar perangkat Android aktif. Sementara itu, Apple sudah mendukung fitur ini, yang bisa menjadi alasan tambahan bagi pengguna untuk memilih beralih ke iPhone.





Komentar
Belum ada komentar.