Telset.id ā Samsung resmi mengganti dukungan OneDrive dengan integrasi Google Photos pada aplikasi Gallery Cloud Sync, dan perubahan ini mulai berlaku pada 1 Oktober 2026. Pembaruan ini membuat pengguna Galaxy dapat mencadangkan foto dan video langsung ke Google Photos, sehari setelah Samsung menghentikan dukungan OneDrive pada 30 September 2026. Langkah ini secara teknis menggantikan layanan penyimpanan cloud milik Microsoft dengan layanan berbasis Samsung, yaitu Samsung Cloud, yang hanya menyediakan ruang gratis sebesar 15GB.
Perubahan ini terungkap melalui versi terbaru aplikasi sistem Gallery Cloud Sync (v1.6.09.31) yang menambahkan integrasi Google Photos. Dengan begitu, pengguna Galaxy yang memiliki perangkat terpilih dan berlangganan Google AI Pro plan bisa memanfaatkan kapasitas penyimpanan cloud hingga 5TB. Sebelumnya, Samsung menawarkan uji coba gratis selama 6 bulan untuk paket Google AI Pro pada sejumlah perangkat Galaxy tertentu, dan paket tersebut mencakup kapasitas penyimpanan cloud 5TB di luar fitur-fitur AI yang disertakan.
Pembaruan aplikasi Gallery Cloud Sync ini menjadi jawaban atas kekhawatiran pengguna setelah Samsung memutus dukungan OneDrive. Tanpa integrasi baru, pengguna hanya akan mengandalkan Samsung Cloud dengan kapasitas gratis 15GB, yang jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas yang ditawarkan melalui paket Google AI Pro. Karena itu, kehadiran integrasi Google Photos menjadi perubahan penting bagi siapa pun yang mengandalkan pencadangan otomatis dari galeri Galaxy.
Cara Kerja Sinkronisasi Google Photos di Galaxy
Secara default, foto dan video dari camera roll akan disinkronkan ke Google Photos. Namun, pengguna dapat menghentikan proses tersebut dan memilih folder mana saja yang ingin disinkronkan. Semua berkas yang telah disinkronkan akan tersedia di seluruh perangkat yang terhubung dan juga dapat dilihat melalui aplikasi Google Photos maupun halaman web Google Photos.
Ada perilaku penting yang perlu dipahami terkait penghapusan dan pengeditan berkas. Ketika pengguna menghapus sebuah berkas, berkas tersebut akan hilang dari kedua aplikasi sekaligus dari penyimpanan cloud. Sementara untuk foto yang diedit, perubahan juga akan disinkronkan, tetapi ada kemungkinan pengguna melihat versi asli dan versi hasil editan secara bersamaan.
Meski demikian, integrasi ini memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu dicatat. Foto yang masuk melalui aplikasi Samsung Gallery Cloud Sync tidak akan disertakan dalam beberapa fitur tertentu di Google Photos, termasuk Memories and highlights, Live albums, dan Search. Pengguna yang ingin memanfaatkan fitur-fitur tersebut dapat mengakalinya dengan langsung menggunakan aplikasi Google Photos untuk melakukan sinkronisasi.
Detail lebih lanjut mengenai perilaku sinkronisasi ini juga tersedia di halaman dukungan Google. Informasi tersebut menegaskan bahwa integrasi ini dirancang agar pengguna dapat mengelola pencadangan galeri Galaxy melalui ekosistem Google Photos, termasuk ketika berpindah perangkat atau mengakses koleksi foto dari peramban.
Baca Juga:
Bagi pengguna yang ingin memastikan pengalaman pencadangan tetap berjalan mulus, penting untuk memperhatikan versi aplikasi sistem yang terpasang. Pembaruan ke versi Gallery Cloud Sync v1.6.09.31 menjadi syarat utama agar integrasi Google Photos dapat berfungsi. Tanpa pembaruan tersebut, fitur ini tidak akan aktif meskipun tanggal peluncuran resmi telah tiba.
Fitur Sudah Berfungsi Sebelum Tanggal Peluncuran
Menariknya, meskipun fitur ini baru dijadwalkan meluncur pada 1 Oktober 2026, sejumlah pengguna telah berhasil mengaktifkannya lebih awal. Beberapa poster di platform X dilaporkan telah mencoba fitur tersebut, termasuk tangkapan layar dari Fahad Ali Javed yang memperlihatkan paket 5TB milik Google dalam kondisi aktif.

Hal ini menunjukkan bahwa pembaruan aplikasi sudah tersedia lebih dulu di sebagian perangkat sebelum tanggal peluncuran resmi. Namun, pengguna lain tetap perlu menunggu hingga 1 Oktober 2026 agar integrasi ini berjalan secara penuh dan stabil di perangkat mereka.
Perubahan ini juga menandai pergeseran strategi Samsung dalam mengelola penyimpanan cloud untuk galeri. Sebelumnya, OneDrive dari Microsoft menjadi mitra utama, tetapi kini Samsung mengarahkan pengguna ke layanan Google Photos yang terhubung dengan paket Google AI Pro. Kapasitas 5TB yang ditawarkan melalui paket tersebut menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang menyimpan banyak foto dan video beresolusi tinggi.

Perlu dicatat bahwa Samsung Cloud tetap menjadi opsi bawaan dengan kapasitas gratis 15GB. Namun, kapasitas tersebut jelas tidak sebanding dengan 5TB yang bisa diperoleh melalui paket Google AI Pro. Karena itu, pengguna yang mengandalkan pencadangan besar sebaiknya mempertimbangkan untuk memanfaatkan integrasi Google Photos ini sejak tanggal peluncurannya.
Di sisi lain, pengguna yang memiliki Samsung Smart TV keluaran 2026 juga disarankan untuk memeriksa integrasi Google Photos pada perangkat tersebut. Fitur Memories menarik gambar dari pustaka Google Photos untuk menampilkan cerita terkurasi berdasarkan orang, lokasi, dan momen bermakna. Sementara Personalized Results memiliki cara kerja serupa dengan membangun slideshow terkurasi berdasarkan topik atau memori tertentu.

Dengan integrasi ini, ekosistem Galaxy dan Google Photos semakin terhubung, baik di perangkat mobile maupun di layar TV. Bagi pengguna yang terbiasa mengelola foto melalui Google Photos, perubahan ini menghadirkan alur kerja yang lebih familiar dibandingkan harus berpindah ke layanan cloud lain. Namun, keterbatasan pada fitur Memories, Live albums, dan Search tetap menjadi catatan penting yang perlu dipahami sebelum mengandalkan sepenuhnya sinkronisasi dari aplikasi Gallery Cloud Sync.
Secara keseluruhan, pembaruan Gallery Cloud Sync v1.6.09.31 menjadi langkah Samsung untuk memastikan pengguna Galaxy tetap memiliki opsi pencadangan yang memadai setelah OneDrive dihentikan. Dengan kapasitas hingga 5TB melalui Google AI Pro plan, integrasi ini menawarkan ruang penyimpanan yang jauh lebih besar dibandingkan Samsung Cloud gratis 15GB. Pengguna hanya perlu memastikan perangkat telah diperbarui dan memahami batasan fitur sebelum tanggal peluncuran resmi pada 1 Oktober 2026.
Bagi yang ingin mengikuti perkembangan perangkat Galaxy lainnya, sejumlah bocoran terbaru juga menampilkan informasi menarik, seperti fitur volume boost pada Galaxy Buds On serta kemunculan Galaxy A08 di retailer UAE dengan baterai 20 persen lebih besar. Selain itu, ada pula bocoran Galaxy SmartTag3 yang disebut hadir tanpa lubang gantungan.





Komentar
Belum ada komentar.