Biar Cuan, Twitter Kasih Fitur Khusus untuk Pengguna Premium

Pengguna Twitter Premium

Telset.id, Jakarta – Ke depannya, pengguna Twitter Premium bakal punya akses ke fitur khusus. Fitur tersebut merupakan keistimewaan yang didapatkan oleh mereka lantaran bersedia membayar secara bulanan demi Twitter.

Beberapa waktu lalu, CEO Twitter, Jack Dorsey, mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang mencari kemungkinan membuat model berlangganan untuk platform media sosial. Gara-garanya, Twitter merugi.

Beberapa waktu lalu, Twitter kehilangan banyak pendapatan dari iklan. Padahal, jumlah pengguna aktif harian Twitter naik signifikan. Twitter pun mencari cara alternatif untuk menghasilkan pendapatan.

{Baca juga: Pelaku Hack Akun Pesohor di Twitter Ditangkap}

Pertanyaannya, kenapa ada pengguna yang mau membayar untuk Twitter Premium? Ternyata, dilansir Ubergizmo, Twitter memiliki beberapa gagasan tentang cara menjual model itu kepada pelanggan.

Seperti dikutip Telset.id, Senin (03/08/2020), gagasan tersebut datang dalam bentuk fitur khusus yang hanya dapat diakses oleh pelanggan berbayar Twitter. Lantas, apa saja fitur khusus pada Twitter Premium?

Menurut cuitan seorang reporter bernama Andrew Roth, fitur-fitur yang bakal didapatkan oleh penggun Twitter Premium, satu di antaranya, kemampuan untuk mengirim cuitan dalam waktu singkat.

{Baca juga: Pengguna Twitter Melonjak, Tapi Kenapa Iklan Terjun Bebas?}

Pelanggan juga akan mendapat keistimewaan untuk memposting konten video yang lebih panjang di Twitter. Pelanggan bakal punya kebebasan untuk mengunggah video yang panjangnya 5x dari video saat ini.

Tak cukup, ada pula fitur yang melayani bisnis, seperti dapat membuka lowongan pekerjaan dan melakukan rekrutmen. Juga, akan ada fitur seperti lebih banyak warna khusus untuk tema Twitter pelanggan.

Strategi Penyelamat Pendapatan yang Anjlok

Bos Twitter, Jack Dorsey, sempat mengatakan bahwa layanan berlangganan di platform-nya akan menjadi salah satu model pendapatan lain. Pasalnya, kini pendapatan iklan Twitter anjlok 23 persen, dan tidak sesuai dengan harapan Wall Street.

Padahal, pengguna Twitter melonjak seiring pandemi. Saham perusahaan pun mengakhiri hari dengan kenaikan empat persen karena investor cukup menyambut baik peningkatan jumlah pengguna aktif harian

Menurut laporan, jumlah pengguna aktif harian Twitter naik 36 persen, menjadi 186 juta. Pertumbuhan tersebut adalah yang terkuat dialami platfom berlogo burung biru ini. Tapi entah mengapa, penjualan iklan justru tak berbanding lurus. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here