Telset.id ā Microsoft segera menutup celah keamanan pada dokumen PDF sensitif dengan memblokir kemampuan screenshot saat pengguna membuka file tersebut melalui browser Edge. Langkah ini memberikan alasan baru bagi perusahaan untuk tetap menggunakan browser buatan Microsoft.
Mulai bulan depan, OneDrive dan SharePoint akan secara otomatis memblokir tangkapan layar ketika pengguna membuka PDF dengan label sensitivitas tertentu melalui web viewer di Microsoft Edge. Pembatasan ini berlaku khusus untuk organisasi enterprise yang menggunakan Microsoft Purview Information Protection, bukan akun OneDrive pribadi biasa.
PDF biasa tetap berfungsi normal. Perlindungan ini hanya berlaku untuk PDF yang memiliki label sensitivitas tanpa izin Copy, atau disebut juga izin EXTRACT. Jika kondisi ini terpenuhi, pemblokiran tangkapan layar akan aktif secara default saat dokumen dibuka di Edge. Label yang sudah ada dan kebijakan organisasi tetap berlaku.
File tanpa label atau label tanpa pembatasan ini akan tetap berperilaku normal. Fitur ini hanya memengaruhi OneDrive for Business dan SharePoint Online, sehingga pengguna tidak akan tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk mengambil screenshot menu restoran atau buku petunjuk.
Microsoft menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan menutup celah antara aplikasi desktop dan pengalaman browser. Label Purview sebenarnya sudah bisa mencegah tindakan seperti mengedit, mencetak, menyalin, dan mengambil screenshot di aplikasi desktop yang didukung. Namun, PDF yang dibuka di browser sebelumnya tidak konsisten menerapkan kontrol tangkapan layar yang sama.
Admin juga dapat menonaktifkan unduhan lokal, mencegah pengguna menyimpan dokumen yang dilindungi dan membukanya di tempat lain.
Perlindungan Terbatas di Edge
Saat ini, perlindungan hanya berakhir di Edge. Chrome, Firefox, Safari, dan browser mobile lainnya tidak akan mendukung pembatasan ini ketika fitur mencapai ketersediaan umum. Microsoft memperingatkan bahwa pengguna yang membuka dokumen terlindungi di luar Edge mungkin akan mengalami penegakan yang tidak konsisten.
Microsoft merekomendasikan perusahaan menggunakan Conditional Access atau kebijakan manajemen browser untuk mengarahkan karyawan menggunakan Edge. Sayangnya, fitur ini eksklusif untuk Microsoft Edge saat ini. Manfaat keamanannya jelas, terutama bagi perusahaan yang membagikan dokumen sensitif seperti catatan keuangan, materi hukum, atau produk yang belum dirilis.
Efektivitas fitur ini sangat bergantung pada kemampuan meyakinkan, atau mewajibkan, semua pihak yang terlibat untuk menggunakan browser Microsoft. Windows Latest melaporkan bahwa dukungan untuk browser tambahan dan aplikasi mobile kemungkinan akan hadir kemudian. Microsoft belum memberikan tanggal peluncuran yang lebih luas.
Baca Juga:
Organisasi yang menjadi sasaran akan mulai menerima fitur ini pada awal Agustus, diikuti dengan peluncuran umum secara global antara pertengahan hingga akhir bulan. Langkah ini menunjukkan komitmen Microsoft dalam meningkatkan perlindungan data di lingkungan enterprise, meskipun masih terbatas pada browser mereka sendiri.
Perusahaan yang mengandalkan Microsoft Purview untuk melindungi dokumen sensitif kini memiliki alasan tambahan untuk mempertahankan Edge sebagai browser utama. Fitur ini menutup celah yang selama ini menjadi kekhawatiran bagi banyak organisasi yang membagikan dokumen rahasia melalui platform cloud.
Dengan pemblokiran screenshot ini, Microsoft berharap dapat memberikan lapisan keamanan tambahan yang selama ini kurang konsisten antara aplikasi desktop dan browser. Perusahaan kini bisa lebih tenang saat membagikan dokumen sensitif melalui OneDrive dan SharePoint, mengetahui bahwa tangkapan layar tidak dapat diambil secara mudah.
Meskipun masih terbatas pada Edge, fitur ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam keamanan dokumen digital. Organisasi yang belum menggunakan Edge sebagai browser utama mungkin perlu mempertimbangkan kembali kebijakan browser mereka untuk memanfaatkan perlindungan ini.





Komentar
Belum ada komentar.