Instagram Akan Blokir Iklan Terapi Konversi Orientasi Seksual

Iklan Instagram Terapi Konversi
PARIS, FRANCE - MARCH 15: In this photo illustration, the social media application logo, Instagram is displayed on the screen of a computer on March 15, 2019 in Paris, France. Social media Facebook, Instagram, Messenger and WhatsApp have been affected by a global outage for nearly 24 hours on March 14, 2019 cutting virtual worlds to nearly 2.3 billion potential users. Facebook has explained the causes of malfunctions that have disrupted its networks in recent days. This failure is due to the "server configuration change" that has caused cascading problems Facebook is excused for the inconvenience caused to users and companies that are dependent on Facebook, Instagram or WhatsApp to run their business.(Photo by Chesnot/Getty Images)

Telset.id, Jakarta – Instagram akan memblokir iklan terapi konversi di platform mereka. Terapi konversi sendiri merupakan terapi yang bertujuan untuk mengubah orientasi seksual seseorang atau identitas gender seseorang.

Dilansir Telset.id dari Reuters pada Minggu (12/07/2020), wacana untuk memblokir layanan tersebut telah diumumkan sejak awal tahun 2020 lalu. Alasannya karena terapi tersebut tidak menghargai kebebasan orientasi seksual dan gender.

Namun pada Jumat (10/07/2020), Direktur Kebijakan Publik Instagram untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika Tara Hopkins mengumumkan jika Instagram akan memblokir iklan tersebut dalam waktu dekat.

“Kami tidak mengizinkan serangan terhadap orang-orang berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender,” ujar direktur kebijakan publik Instagram untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Tara Hopkins.

{Baca juga: Biar Gak Dikepoin, Begini Cara Private Akun Instagram}

Sayangnya Hopkins tidak menjelaskan kapan iklan Terapi Konversi benar-benar terblokir dari aplikasi buatan Facebook tersebut.

“(Kami) memperbarui kebijakan kami untuk melarang promosi layanan terapi konversi,” tambah Hopkins.

Seorang juru bicara untuk Instagram malah mengatakan jika pihaknya membutuhkan waktu untuk memperbarui semua kebijakan dan konten yang ditandai oleh pengguna mungkin tidak segera dihapus.

Sedangkan pakar independen PBB tentang orientasi seksual dan identitas gender sejak bulan lalu sudah mendorong Instagram untuk menghapus iklan terapi tersebut.

“Kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat,” kata pakar tersebut.

{Baca juga: Mirip YouTube, Kini Ada Pin untuk Komentar di Instagram}

Pendiri Kelompok Anti Terapi Konversi, Harry Hitches mendukung langkah Instagram yang melarang iklan terapi tersebut. Namun Harry masih menunggu kira-kira kapan pemblokiran tersebut benar-benar dilakukan oleh aplikasi berbagi foto tersebut.

“langkah ke arah yang benar, namun kami harus menunggu dan melihat tindakan seperti apa yang mereka ambil,” ujar Harry Hitches.

Sebelumnya Kelompok Anti Terapi Konversi memang gencar mendorong Instagram dan pemerintah di eropa untuk melarang kehadiran terapi tersebut. Menurutnya terapi tersebut justru diskriminatif terhadap orang-orang yang orientasi seksualnya berbeda.

Beberapa bulan lalu mereka mengirimkan surat kepada menteri perempuan dan kesetaraan Inggris Liz Truss untuk melarang Terapi Konversi di negara tersebut.

“Kami mendesak untuk membuat larangan yang benar-benar efektif terkait terapi konversi untuk semua Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual (LGBT) dan orang-orang dengan gender yang berbeda di Inggris,” tulis kelompok tersebut.

Desakan kelompok tersebut didukung oleh beberapa artis seperti Elton John, Dua Lipa dan Stephen Fry. Desakan tersebut direspon oleh Liz Truss dengan melarang Terapi Konversi sejak bulan Mei lalu.

{Baca juga: Instagram Sempat Down Pagi Ini, Netizen ‘Curhat’ di Twitter}

Langkah Inggris sendiri  sudah diterapkan di beberapa negara seperti Brasil, Ekuador, Malta dan Jerman. Sedangkan  Amerika Serikat, Kanada, Chili dan Meksiko masih meninjau mengkaji terkait pelarangan pelarangan praktik terapi tersebut di negara mereka.

Terapi Konversi memang sangat kontroversial karena mereka yang pernah menjalani terapi tersebut justru merasa tidak nyaman dengan terapi yang diberikan. Misalnya saja aktivis LGBT asal Nigeria, Bisi Alimi yang mengatakan jika terapi tersebut sangat mengerikan.

Bisi Alimi sendiri adalah orang pernah menjalani Terapi Konversi pada umur 16 tahun dan terapi tersebut justru menjadikan trauma tersendiri bagi dirinya.

“Apa yang hilang bagi saya dalam semua percakapan ini adalah wajahnya, kengeriannya. Dan saya tidak peduli betapa mengerikannya hal itu, orang perlu melihatnya dan melihat manusia nyata membagikan kisah mereka di depan umum, ”kata Bisi.

PBB pun merespon laporan mengenai kehadiran Terapi Konversi di banyak negara di dunia. PBB melakukan survei terhadap 1.641 orang yang pernah menjalani terapi tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan.

{Baca juga: Biar Gak Bingung, Begini Cara Ganti Bahasa di Instagram!}

Sekitar 46% penyedia Terapi Konversi mengklaim sebagai penyedia layanan kesehatan mental dan 19% lainnya mengklaim berasal dari otoritas keagamaan dan pengobatan tradisional. [NM/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here