Google Bersih-bersih 36 Aplikasi Jahat di Android

Aplikasi Berbahaya

Telset.id, Jakarta – Google sadar jika Android masih rentan disusupi malware. Itu sebabnya, raksasa mesin pencarian itu terus bekerja keras untuk melakukan upaya bersih-bersih. Di awal tahun 2018 ini, Google kembali menghapus 36 aplikasi yang diduga terjangkit malware.

Mengutip dari laman Softpedia, penghapusan aplikasi ini atas saran dari Trend Micro, yang menemukan malware yang bernama ‘intrusive ads’ tersebut.

[Baca juga: Debut Flagship Anyar, Sony Pilih MWC Ketimbang CES]

Mobile Threats Analyst Trend Micro Lorin Wu, mengatakan bahwa malware ini sering kali menyamar dan acap kali menawarkan fitur pemindaian, membersihkan cache dan junk, mendinginkan CPU, mengunci aplikasi, serta penghematan baterai.

“Kendati demikian, diam-diam aplikasi tersebut justru mengumpulkan data pengguna, melacak lokasi pengguna, secara agresif menyebarkan intrusive ads,” kata Wu.

Lebih lanjut, Wu mengatakan tanda sebuah aplikasi telah menginfeksi perangkat seseorang adalah dengan munculnya shortcut di Home atau pada daftar aplikasi. Namun hal ini tak ditemukan pada aplikasi-aplikasi yang terinfeksi malware jahat itu.

Aplikasi ini hanya memunculkan notifikasi bahwa perangkat pengguna sudah terinfeksi virus. Di sinilah, para pengguna akan lengah dan memberikan akses kepada peretas untuk mencuri data mereka.

Untuk data yang diambil, beberapa contoh diantaranya adalah ID Android, Mac address, versi OS, merek dan model perangkat, lokasi pengguna, data berbagai aplikasi seperti Facebook, hingga notifikasi untuk pengguna.

Bahkan, aplikasi ini juga mengumpulkan data-data sensitif seperti pesan singkat, foto, dan data perbankan milik penggunanya.

[Baca juga: Nokia 6 2nd Generation Langsung Dapat Android Oreo]

“Aplikasi-aplikasi ini mampu mengunggah data pengguna, memasang informasi aplikasi, lampiran, dan informasi operasional pengguna ke server yang lokasinya jauh itu,” kata Lorin Wu.

Menariknya, aplikasi-aplikasi ini tidak bisa berjalan di perangkat-perangkat Android generasi baru seperti Nexus 6P. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk menghindari deteksi fitur keamanan Google Play Protect atau fitur keamanan lainnya.

So, untuk menangkal malware ini di ada perangkat Anda, hal yang perlu dilakukan hanyalah melakukan update secara berkala. Hal ini akan sangat membatu Anda dalam memproteksi masuknya malware ke dalam perangkat Anda. [NC/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here