Apple Berantas Aplikasi Jahat yang Sebar Hoaks Virus Corona

Spotify Epic Games Apple App Store

Telset.id, Jakarta – Wabah virus Corona atau Covid-19 mengakibatkan banyak masalah bagi semua orang di seluruh dunia. Salah satunya, munculnya aplikasi jahat yang memberi informasi hoaks soal virus Corona.

Aplikasi jahat tersebut memanfaatkan kepanikan warga yang terus mencari informasi tentang penyebaran virus tersebut melalui berbagai sumber.

Lonjakan permintaan terkait informasi wabah virus Corona itulah yang membuat banyak pengembang tidak bermoral membuat aplikasi jahat dan memberikan masalah baru kepada masyarakat. Mereka memanfaatkan virus Corona untuk mengais keuntungan.

{Baca juga: Jokowi Imbau Masyarakat Kerja, Belajar, dan Ibadah dari Rumah}

Untungnya, perusahaan cepat menghapus aplikasi seperti itu dari toko aplikasi dalam upaya “mengekang” informasi hoaks soal virus Corona. Apple termasuk perusahaan yang benar-benar berupaya melawan aplikasi jahat.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Senin (16/03/2020), Apple memberangus aplikasi dengan cara mempercepat proses peninjauan aplikasi kredibel yang memberi informasi terkait Covid-19.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

“Untuk membantu memenuhi harapan pengguna, kami mengevaluasi aplikasi secara kritis guna memastikan sumber data memiliki reputasi. Pengembang aplikasi wajib berasal dari entitas yang diakui,” kata juru bicara Apple.

Entitas yang diakui, maksud Apple, seperti organisasi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat yang fokus kepada kesehatan, perusahaan yang memiliki kredensial tinggi dalam hal kesehatan, dan lembaga medis atau pendidikan.

{Baca juga: Warganet Populerkan #Dirumahaja, Ada yang Ditemani Tisu dan Koin}

“Hanya pengembang dari salah satu entitas yang diakui yang boleh mengirimkan aplikasi terkait Covid-19 ke Apple. Aplikasi hiburan atau game Covid-19 tidak akan kami izinkan hadir di App Store,” tambah juru bicara Apple.

Apple juga memberi tahu para pengembang untuk memilih “acara yang peka waktu” di formulir permintaan yang dipercepat. Jika tidak, maka aplikasi mereka akan membutuhkan waktu lebih lama untuk ditinjau dan disetujui. (SN/MF)

SOURCEUbergizmo
Previous articleWarganet Populerkan #Dirumahaja, Ada yang Ditemani Tisu dan Koin
Next articleRapat Bareng Menhub, Menkominfo Johnny Jalani Pemeriksaan Corona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here