Aplikasi Nightware Cegah Pengguna Apple Watch Mimpi Buruk

Apple Watch Nightware

Telset.id, Jakarta – Apple Watch bakal makin canggih dengan adanya aplikasi terbaru bernama Nightware. Aplikasi buatan Apple ini diklaim bisa membangunkan pengguna yang mengalami mimpi buruk.

Aplikasi Nightware yang akan disematkan pada Apple Watch dirancang bagi pengguna yang mengalami mimpi buruk akibat gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Nightware pun sudah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), dan siap diedarkan oleh Apple. Lantas bagaimana cara kerjanya?

Aplikasi Nightware di Apple Watch memanfaatkan sensor pemantau detak jantung dan gerakan tubuh pengguna saat tidur.

Data ini akan direkam, dan dikirimkan sistem ke server untuk dibandingkan dengan profil dasar saat pengguna tidur berdasarkan algoritma.

{Baca Juga: Waduh! Apple Watch SE Overheat Sebabkan Luka Bakar}

Jika Nightware menganggap pengguna mengalami mimipi buruk, Apple Watch akan mengirimkan getaran sebagai upaya untuk membangunkan pengguna.

Namun, diperlukan resep dari dokter terlebih dahulu untuk menggunakan aplikasi ini. Sebab, pada dasarnya aplikasi ini memang tidak diperuntukkan untuk semua orang.

Bagi mereka yang mengalami tidur berjalan atau melakukan tindakan kekerasan selagi tidur, sebaiknya tidak menggunakan aplikasi ini. Ada juga kondisi tertentu juga yang memerlukan penanganan dokter segera.

Pengguna disarankan untuk menghubungi dokter jika mimpi buruk terus berlanjut atau jika getaran dari arloji menyebabkan mereka terbangun tetapi tidak terkait dengan nightware.

Apple Watch yang sudah dilengkapi dengan aplikasi Nightware harus dikenakan setiap malam sebelum tidur. Pengguna juga disarankan untuk tidak menggunakannya saat menonton televisi atau membaca di tempat tidur karena dapat menimbulkan peringatan palsu.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Selain itu, jam tangan pintar ini juga tidak boleh dipakai terlalu ketat dan jika terjadi iritasi di kulit, pengguna harus segera menghentikan penggunaan.

“Perangkat ini dipelajari dalam uji coba acak selama 30 hari, terkontrol palsu dari 70 pasien. Terapi palsu adalah pengobatan atau prosedur tidak aktif yang dimaksudkan untuk meniru sedekat mungkin terapi dalam uji klinis,” jelas FDA. (HR/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here