šŸ“‘ Daftar Isi

Review Huawei P40 Pro

Review Huawei P40 Pro: Masih ā€˜Pede’ dengan HMS

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø18 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Huawei P40 Pro merupakan salah satu smartphone yang bikin kami penasaran untuk melakukan review lengkapnya. Mengapa demikian? Yup, smartphone canggih ini hadir di Indonesia tanpa dukungan Google Mobile Service (GMS).

Padahal, banyak sekali layanan online populer yang kerap digunakan masyarakat Indonesia yang bergantung pada GMS, sebut saja seperti Play Store, Maps, dll.Ā 

Meski begitu, Huawei dengan percaya diri menghadirkan P40 Pro ke Indonesia. Saat melakukan launching di Indonesia, pihak Huawei menegaskan bahwa mereka terus mengembangkan platform Huawei Mobile Service (HMS) agar bisa digunakan secara maksimal oleh konsumen di Indonesia.

Di luar ā€œkekurangannyaā€ itu, sebenarnya Huawei P40 Pro merupakan salah satu smartphone canggih yang powerful dan inovatif yang diluncurkan di tahun tikus ini.Ā 

{Baca juga:Ā Spesifikasi dan Harga Hp Huawei Terbaru}

Nah, tentu Anda penasaran, seperti apa sih Huawei P40 Pro ini? Oleh karena itu, kamiĀ  akan mengulas smartphone ini secara lengkap dalam review Huawei P40 Pro berikut ini. Check this out!

Desain

Review Huawei P40 Pro

Huawei sukses meng-upgrade desain Huawei P40 Pro bila dibandingkan dengan pendahulunya, P30 pro. Pabrikan asal China itu sukses membuat P40 Pro nyaman untuk digenggam dan digunakan sehari-hari. Body-nya compact, grip yang pas, dan enak untuk dipandang apalagi dipamerkan.

Huawei P40 Pro hadir dengan desain yang benar-benar baru dibandingkan seri sebelumnya, P30 Pro. Huawei tidak lagi mengusung desain layar waterdrop atau notch, tapi sudah mengadopsi konsep desain dual punch-hole.

Dual punch hole memang hal baru buat Huawei. Tapi, desain tersebut sudah digunakan terlebih dahulu oleh brand lainnya, seperti Samsung, Realme, dan juga Oppo.

Review Huawei P40 Pro

Meski ā€œikut-ikutanā€ dalam hal desain punch hole, tapi Huawei memberikan sentuhan teknologi baru pada desain bagian depan P40 Pro. Teknologi baru yang dimaksud adalah ā€œQuad Curve Displayā€ atau lengkungan di semua sisi layar, baik atas dan bawah, maupun kiri dan kanan. Mana lagi coba, sebuah smartphone dengan desain seperti ini?

Teknologi tersebut juga membuat bezel di tiap sisi layar begitu tipis, termasuk bagian dagu. Bukan cuma itu, ada juga lekukan cukup ekstrem di tiap sudut body. Lekukan tersebut yang membuat smartphone memiliki grip yang pas serta nyaman untuk digenggam menggunakan satu tangan.Ā 

Tampilan yang berbeda nan segar juga diaplikasikan Huawei pada bagian belakang P40 Pro. Smartphone tersebut tampil dengan warna yang elegan. Ada dua pilihan warna yang tersedia di Indonesia, yakni Deep Sea Blue dan Silver Frost.

Kedua warna tersebut melapisi body dengan bahan dasar kaca. Deep Sea Blue, warna dari unit Huawei P40 Pro yang kami review merupakan warna yang tergolong baru, dan mungkin hanya beberapa vendor smartphone saja yang mengimplementasikannya, termasuk Huawei.

Sesuai warnanya, Deep Sea Blue merupakan perpaduan warna biru tua nan mengkilap dengan warna hitam classic. Warna ini memberikan kesan elegan dan premium, apalagi ketika terkena paparan cahaya yang pas.

Review Huawei P40 Pro

{Baca juga: Review Samsung Galaxy S20 Ultra: Smartphone Terbaik Tahun Ini}

Berbeda daripada P30 Pro, kini Huawei mengadopsi desain frame kamera berbentuk persegi panjang. Frame ini berukuran tidak terlalu besar, tapi sedikit mencuat keluar.Ā 

Apabila Anda menggunakannya tanpa memakai casing tambahan, frame tersebut bakal jadi penopang body ketika ditaruh di meja atau alas datar lainnya.Ā 

Frame kamera ini menjadi tempat bagi empat kamera utama. Tiga lensa normal, satu LED Flash, satu lensa periskop, dan satu lagi logo Leica. Logo leica ini seolah menegaskan kalau Huawei serius dalam urusan fotografi maupun videografi di perangkat mobile.

Review Huawei P40 Pro

Dalam review Samsung Galaxy S20 Ultra, kami sudah menjelaskan mengapa frame kamera pada smartphone sekarang besar-besar. Ada dua alasannya.

Pertama, menempatkan banyak kamera secara vertikal maupun horizontal tentu kurang enak untuk dilihat. Sebab menurut pendapat kami, secara estetika desain, bentuk frame kamera seperti itu cukup mengganggu desain body smartphone secara keseluruhan.

Kedua, Huawei pasti membutuhkan ruang lebih atau ruang yang lebih besar untuk menempatkan lensa-lensa kameranya di P40 Pro, khususnya lensa periskop. Mengapa demikian?Ā  Lensa periskop membutuhkan ruang yang besar untuk menempatkan lensa, kaca prisma, dan sensor untuk memaksimalkan fungsinya.

But overall, Huawei sukses membuat P40 pro sebagai smartphone dengan kualitas desain dan body yang tinggi. Smartphone ini nyaman digenggam, memiliki build quality yang bagus, dan mempunyai tampang yang enak dilihat dan juga dipamerkan.

Layar

Review Huawei P40 Pro

Peningkatan signifikan juga diberikan Huawei para sektor layar P40 Pro. Panel OLED berkualitas dengan ukuran yang pas disematkan Huawei pada smartphone ini.

Huawei P40 Pro mengusung layar berukuran 6,58 inci dengan resolusi 1200p atau 1200 x 2640 piksel. Layar tersebut telah didukung oleh serangkaian teknologi, seperti dukungan DCI-P3, HDR10, dan refresh rate 90 Hz.

Refresh rate 90 Hz mungkin menjadi salah satu yang terbaru. Huawei nampaknya tak ingin ketinggalan dengan brand seperti Samsung, Oppo, sampai Realme yang sudah menghadirkan smartphone dengan refresh rate layar di atas rata-rata.

{Baca juga: Review Samsung Galaxy Z Flip: Desain Futuristik, Performa Ciamik}

Secara kasat mata, refresh rate 90 Hz dengan 60 Hz tidak terlalu terasa perbedaannya. Apalagi, Huawei P40 Pro memang memiliki sistem operasi yang smooth berkat spesifikasinya yang tinggi.

Tapi, apabila pengaturan 90 Hz ini diaktifkan saat memainkan game berkualitas tinggi, maka akan terasa perbedaannya oleh mata. Sebab, semakin tinggi refresh rate, maka konten yang ditampilkan akan semakin halus dan jauh lebih optimal.

Secara kualitas, layar OLED berkualitas tinggi dengan resolusi tinggi, dikombinasikan dengan dukungan HDR10 serta refresh rate 90Hz, mampu memuaskan dan memanjakan mata kami selama melakukan review Huawei P40 Pro.

Berikutnya: Performa

Performa

Review Huawei P40 Pro

Review Huawei P40 Pro dilanjutkan dengan membahas sektor performa. Mulai dari dapur pacunya, terdapat SoC terbaru bertenaga 5G, yakni Kirin 990 5G yang didukung oleh GPU Mali-G76 MP16.

Prosesor itu dipadukan dengan RAM 8GB, storage 256GB UFS 3.0, serta baterai berkapasitas 4,200 mAh dengan dukungan fast charging 40W, wireless charging 27W, dan reverse wireless charging 27W.

Spesifikasi tadi pastinya mampu menopang seluruh proses yang berjalan di atas EMUI 10.1 berbasis Android 10. Hayoo.. Jangan samakan Android 10 pada smartphone ini dengan smartphone lain.Ā 

Android 10 di sini berbasis HMS (Huawei Mobile Service) dan AOSP (Android Open Source Project), bukan menggunakan Google Mobile Service. Kami akan menjelaskan soal EMUI 10 ini pada bagian sistem operasi.

Review Huawei P40 Pro

Untuk mengetahui performanya, kami menggunakan tiga aplikasi benchmark, yakni AnTuTu Benchmark versi 8, 3DMark, dan PCMark. AnTuTu Benchmark untuk mengetahui performa keseluruhan, 3DMark untuk mengetahui performa GPU, serta PCMark yang berguna untuk mengetahui performa smartphone saat digunakan multitasking.

Tak lupa, kami pun memanfaatkan aplikasi Battery Log untuk mencatat kecepatan charging dan daya tahan baterainya. Berikut penjelasannya:

AnTuTu Benchmark

Berdasarkan pengujian yang kami lakukan, smartphone ini memperoleh skor sebesar 505.241 poin. Skor ini tergolong sangat tinggi. Bahkan, menurut menu compare di aplikasi AnTuTu Benchmark, skor ini masuk ke jajaran 10 besar sebagai smartphone dengan performa paling kencang.

Namun, bila dibandingkan dengan smartphone sekelas yang beredar di Indonesia, seperti Samsung Galaxy S20 Ultra, P40 Pro masih kalah kencang. Dapur pacu yang digunakan di S20 Ultra memiliki performa CPU, UX, dan RAM yang sedikit lebih baik ketimbang P40 Pro.

3DMark

Ada dua pengujian di aplikasi ini. Di antaranya adalah, Sling Shot dan Sling Shot Extreme yang biasa digunakan untuk menjajal kemampuan smartphone flagship dengan tolak ukur OpenGL ES 3.0 (Sling Shot) dan OpenGL ES 3.2 (Sling Shot Extreme).

Berdasarkan pengujian, Huawei P40 Pro memperoleh skor 6.640 poin untuk Sling Shot, kemudian 6.054 poin untuk Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1 dan 5.642 poin untuk pengujian Sling Shot Extreme Vulkan.

Dibandingkan dengan Samsung Galaxy S20 Ultra, skor yang diperolehnya terpaut cukup jauh. Wajar saja, karena GPU Mali-G76 MP16 yang digunakan pada Kirin 990 merupakan pendahulu dari GPU Mali-G77 MP11 yang digunakan oleh Exynos 990.

PCMark

Beralih ke PCMark, Huawei P40 Pro mencatatkan skor sebesar 11.401 poin. Skor tersebut sangatlah tinggi, dan berarti bahwa smartphone ini sangat mumpuni untuk digunakan sehari-hari, seperti multitasking, chatting, editing foto maupun video, dan kegiatan normal lainnya.

Berbeda dengan dua benchmark sebelumnya. Di sini, Huawei P40 Pro unggul cukup jauh dibandingkan Galaxy S20 Ultra. Rupanya, performa Kirin 990 sangat optimal dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.

{Baca juga: Review Huawei Freebuds 3: Dengerin Musik Makin Yahud}

PCMark bahkan memberikan pujian pada suksesor P30 Pro tersebut. Aplikasi ini sampai mengatakan, ā€œIni bukan cuma perangkat paling powerful, tapi skor yang diraih lebih baik dari rata-rata yang ada.ā€

Baterai

Huawei P40 Pro telah disokong oleh baterai dengan kapasitas yang mirip P30 Pro, yakni 4,200 mAh. Bahkan, dukungan fast charging-nya pun sama-sama 40W. Oleh karenanya, daya tahan maupun kemampuan charging baterainya pun akan 11 12 dengan seri terdahulu.

Berdasarkan pengujian kami, proses charging dari 5% sampai penuh cukup membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam saja. Bila dijabarkan, dalam 10 menit pertama, baterai telah terisi sekitar 25%.Ā 

Kemudian dalam waktu setengah jam, baterai telah terisi sekitar 60%. Lalu, baterai terisi sampai 90% hanya dalam waktu kurang lebih 45 menit saja. Kemudian 15 menit sisanya, kecepatan charging berangsur menurun sampai baterai penuh.

Untuk daya tahannya, kami sengaja mengujinya dengan memutar video YouTube (via browser) dengan resolusi Full HD atau 1080p. Hasilnya, baterai bisa bertahan sampai kurang lebih 14 jam dengan baterai tersisa 4%. Pengujian ini kami lakukan dengan kondisi layar yang telah diset refresh rate 90 Hz.

Gaming Test

Dengan spesifikasi yang ngegas, tentu saja Huawei P40 Pro sangat mumpuni untuk diajak main game apa saja dengan grafis setinggi apapun. Apalagi, ada fitur gaming ā€œtersembunyiā€ di smartphone ini dengan nama GameCenter.

Dikatakan fitur yang tersembunyi, karena fitur tersebut seperti disembunyikan Huawei dari penggunanya. Bagaimana tidak, ketika smartphone lain seolah memamerkan fitur gaming-nya di App Drawer atau menu tersendiri, GameCenter besutan Huawei malah disisipkan di pengaturan aplikasi.

Review Huawei P40 Pro

Untuk menjangkaunya, masuk ke > Settings, kemudian > Apps dan > AppAssistant. Di sana, terdapat fitur bernama GameCenter. Fitur gaming buatan Huawei terbilang apa adanya. Tidak ada pengaturan untuk memilih mode performa smartphone di sini, tidak terdapat informasi yang menampilkan FPS counter, performa CPU dan GPU, sampai temperatur smartphone.Ā 

Aktifnya fitur ini bisa dilihat ketika game dijalankan. Slide saja sudut layar kiri atas ke tengah, maka akan keluar beberapa pengaturan, seperti Uninterrupted Gaming, Game Acceleration, Mistouch Prevention, Disable Knuckle Gestures, Screen Recording, sampai Peripheral Settings.

Nah, khusus fitur terakhir, Huawei memang menyediakan aksesoris gaming bernama Betop G1 Controller yang dijual terpisah. Aksesoris ini dibanderol dengan harga berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribuan.Ā 

Sebenarnya, ada trik untuk meningkatkan performa smartphone Huawei, termasuk P40 Pro tanpa perlu masuk ke GameCenter atau fitur gaming. Caranya, dengan masuk ke pengaturan baterai. Masuk ke Settings, lalu ke Battery. Aktifkan saja Performance Mode, dan otomatis performa Huawei P40 Pro akan lebih ā€œmenggilaā€.Ā 

Secara overall, bermain game di smartphone ini sangat memuaskan kami. Perpaduan layar OLED beresolusi tinggi, refresh rate 90 Hz, kualitas layar HDR10, dan spesifikasi handal berkat Kirin 990, membuat segala game dari yang ringan sampai paling berat dengan grafis tinggi bisa dimainkan di sini tanpa gangguan apapun.

Berikutnya: Sistem Operasi

Sistem Operasi

Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu pada review Huawei P40 Pro. Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, smartphone ini berjalan di atas sistem operasi EMUI 10 berbasis Android 10 AOSP + HMS. Kami sama sekali tidak melakukan inject GMS atau Google Mobile Service sama sekali pada smartphone ini.Ā 

Ketika pertama kali menggunakan smartphone ini (baca: menyalakan dan mengatur pertama kali), tidak ada opsi memasukkan email Google dan sejenisnya. Cuma tersedia opsi login Huawei ID untuk masuk ke proses selanjutnya.Ā 

Kemudian, ada pula opsi untuk restore backup dari perangkat Huawei yang sebelumnya pernah digunakan. Bila tidak ada, Huawei pun menyediakan opsi untuk menggunakan aplikasi Phone Clone.

Ini dia yang menarik. Kami mencoba memindahkan data dan aplikasi dari Huawei P30 Pro ke Huawei P40 Pro menggunakan Phone Clone. Pada aplikasi, terdapat opsi yang memungkinkan kami untuk memilih apa saja aplikasi yang mau dipindahkan. Tanpa ragu, kami memilih semua aplikasi.

Review Huawei P40 Pro

Memang, ada beberapa notifikasi atau peringatan kalau tidak semua aplikasi bisa dipindahkan. Beberapa di antaranya adalah, aplikasi Google, Gmail, Google Play Games, Line, Gojek, dan aplikasi lainnya.Ā 

Akan tetapi, ada juga aplikasi yang ā€œanehnyaā€ tetap bisa dipindahkan ke P40 Pro, yakni Google Maps. Awalnya kami cukup kaget, karena smartphone ini tidak mendukung layanan GMS atau Google Mobile Service, dan Google Maps termasuk bagian dari layanan tersebut.Ā 

Kami pun sempat berpikir, ā€œPaling tidak jalan aplikasinyaā€. Rupanya pemikiran kami meleset, aplikasi Google Maps bisa pindah dengan sempurna, dan bisa dijalankan dengan sangat baik. Aplikasi dapat mendeteksi lokasi saat ini secara real-time, dan fungsi-fungsinya pun berjalan dengan baik.

Review Huawei P40 Pro

Berbicara soal pengalaman menggunakan EMUI 10 selamaĀ review Huawei P40 Pro, ada dua kesan kami. Pertama ribet, dan kedua adalah salut. Ribet atau merepotkan merupakan kesan kami terhadap sulitnya mengakses berbagai aplikasi standar yang biasa kami gunakan.

Kami perlu memutar otak beberapa kali untuk bisa menggunakan aplikasi populer, seperti WhatsApp, Line, media sosial, layanan ride-sharing, dan lainnya. WhatsApp misalnya, kami kebingungan untuk restore chatting memerlukan akses Google Drive.

Kemudian Line, aplikasi ini tidak bisa dijalankan sama sekali di Huawei P40 Pro. Hanya Line Lite yang bisa dijalankan, tapi tidak ada opsi restore maupun backup chatting.

{Baca juga: Review Realme 6 Pro: Smartphone Menengah Berkelas ā€œFlagshipā€}

Kami tetap dapat menggunakan aplikasi media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter dengan baik. Namun, kami perlu memasangnya terlebih dahulu dengan mengunduh file .APK ataupun menggunakan metode Phone Clone.Ā 

Aplikasi GojekĀ sama sekali tidak bisa dijalankan di smartphone ini, kami pun beralih ke aplikasi Grab. Secara fungsional, Grab bisa dijalankan di P40 Pro. Tapi yang jadi persoalan, kami tidak dapat melihat peta dalam aplikasi, meskipun Google Maps telah terinstall di smartphone.

Review Huawei P40 Pro

Pada bagian peta, terdapat peringatan ā€œGrab won’t run without Google Play Serviceā€. Meski demikian, kami tetap dapat memesan makanan ataupun kendaraan asalkan yakin dengan titik penjemputannya.Ā 

Salut, merupakan kesan kami atas semangat da kerja keras Huawei yang gencar-gencarnya mengajak para developer, khususnya aplikasi populer untuk memasukkan aplikasinya ke App Gallery.

Sampai sekarang, sudah ada beberapa aplikasi populer yang masuk di sini, Shopee, Tokopedia, Bukalapak, BCA Mobile, Vidio, Dana, KAI Access, My XL, Snapchat, TikTok, dan sebagainya.Ā 

Kami mengapresiasi langkah Huawei yang terus berusaha mengembangkan ekosistem App Gallery. Tentu, kami pun berharap agar lebih banyak lagi aplikasi populer tersedia di sini, terutama aplikasi peta dan media sosial.Ā 

Review Huawei P40 Pro

Di samping dua kesan tadi, EMUI 10 pada Huawei P40 Pro sebenarnya memiliki sejumlah fitur canggih. MeeTime salah satunya, yang memungkinkan kami untuk melakukan melakukan panggilan telepon ataupun video dengan kualitas HD.

MeeTime bisa diakses melalui aplikasi Phone. Satu catatan yang kami ketahui selama melakukan review Huawei P40 Pro ini adalah, MeeTime langsung mendeteksi siapa saja kontak yang menggunakan fitur ini secara otomatis.

Ketika kami mencobanya untuk menghubungi seorang teman via panggilan video, MeeTime benar-benar dapat menampilkan wajah lawan bicara dengan kualitas gambar yang bagus. Padahal saat itu, koneksi internet yang kami gunakan cukup lambat.Ā 

MeeTime juga dapat menampilkan wajah lawan bicara sebaik mungkin ketika kondisi gelap gulita. Mirip seperti Zoom, fitur tersebut juga memungkinkan kami untuk sharing tampilan layar atau Share Screen.

Sayangnya, ada fitur andalan yang diperkenalkan Huawei saat acara launching P40 Series yang belum bisa dihadirkan di Indonesia, yakni asisten digital Hi Celia. Mungkin Huawei akan membawa fitur ini pada update software selanjutnya.

Berikutnya: Kamera

Kamera

Review Huawei P40 Pro

Huawei sebenarnya cuma memberikan sedikit peningkatan saja pada kamera P40 Pro. Tapi, peningkatan tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas dari hasil foto yang diambil.

Smartphone tersebut kini memiliki total enam kamera. Empat kamera belakang dengan konfigurasi Ultra Vision 50MP aperture f/1.9, lensa ultrawide 40MP Cine Camera, lensa periskop 12MP dengan kemampuan 5x optical-zoom, dan 3D ToF Camera. Sementara di bagian depan, ada dua kamera dengan konfigurasi 32MP dan sensor IR Depth.

Kamera Utama

Lensa utama Huawei P40 Pro masih sama-sama menggunakan lensa dengan konfigurasi RYYB atau Super Spectrum, seperti P30 Pro. Konfigurasi ini memungkinkan sensor untuk mengumpulkan lebih banyak cahaya dibandingkan sensor RGGB, sehingga sensor RYYB sangat mumpuni digunakan saat pemotretan malam hari.

Meski sama, tapi Huawei meningkatkan ukuran sensor lensa utama hingga 1/1,28 inci, lebih besar hampir 40% dibanding P30 Pro. Ukuran sensornya bahkan lebih besar dibandingkan sensor 108MP pada Samsung Galaxy S20 Ultra dengan ukuran 1/1.33 inci.

Secara default, lensa utama Ultra Vision 50MP di smartphone ini menangkap gambar di resolusi 12,5MP, karena menggunakan sensor kamera dengan skema Quad Bayer atau mengubah 4 pixel menjadi 1 pixel (4-in-1). Dengan skema ini, foto yang ditangkap lensa utama P40 Pro menghasilkan foto dengan detail yang baik, dan komposisi warna berkualitas.

Tetap tersedia opsi untuk mengambil gambar di resolusi 50MP dengan masuk ke menu More, dan memilih High-Res. Untuk urusan kualitas, mode 12,5MP maupun 50MP sama-sama menghasilkan foto yang bagus.Ā 

Namun di mode 50MP, tampilan foto cenderung apa adanya, seperti tidak melewati proses editing melalui sistem AI atau artificial intelligence. Berikut beberapa hasil fotonya:

Kamera Normal

Kamera Normal Huawei P40 Pro

Kamera 50MP

Kamera 50MP Huawei P40 Pro

Kamera Ultrawide

Huawei P40 Pro membawa lensa ultrawide yang sama dengan Huawei Mate 30 Pro, yakni 40MP Cine Camera. Seperti lensa utama, skema Quad Bayer juga diaplikasikan pada lensa ultrawide ini.Ā 

Secara default, kamera menangkap di gambar di resolusi 10MP dengan aspek rasio 3 :2, bukan 4:3. Untuk hasilnya, kamera tersebut mampu menangkap foto wide yang bagus, memiliki detail yang berkualitas, komposisi warna yang cukup dramatis, serta dynamic range yang lebar. Lensa pun mampu menangkap foto wide tanpa adanya efek melengkung. Berikut hasilnya:

Kamera Ultrawide Huawei P40 Pro

Kamera Periskop

Huawei melanjutkan tren kamera periskop di seri P40 Pro. Lebih baik dari P30 Pro, sensor telephoto yang digunakan di seri ini meningkat menjadi 12MP. Lalu, bagaimana cara kerja dari kamera periskop ini?

Mekanisme periskop merupakan teknologi yang sulit untuk diaplikasikan pada sebuah smartphone. Ada banyak proses rumit yang harus dilalui, seperti menempatkan lensa secara vertikal, kemudian sensor diposisikan horizontal. Dari sini, setiap cahay yang masuk akan dibiaskan melalui sebuah prisma pada lensa periskop, dan diteruskan ke sensor.

Didukung oleh OIS atau optical image stabilization, kamera periskop Huawei P40 Pro punya kemampuan zooming yang sama dengan P30 Pro. 5x optical-zoom, 10x hybrid-zoom, dan 50x digital-zoom.Ā 

{Baca juga: Review Xiaomi Mi Note 10 Pro: Kamera Kualitas Flagship}

Berbicara soal kualitas yang dihasilkannya, foto yang ditangkap menggunakan perbesaran optik sampai 5 kali di P40 Pro memiliki kualitas terbaik. Kualitas warna dan detail dari foto tergolong sangat bagus.

Kami masih merekomendasikan pengambilan gambar dengan perbesaran hybrid sampai 10 kali. Sebab, kualitasnya masih terbilang cukup bagus. Berikut beberapa hasil fotonya:

Kamera Telephoto Huawei P40 Pro

Kamera 3D ToF

Kamera 3D ToF membantu lensa utama untuk menangkap fokus dengan lebih cepat dan baik. Dikombinasikan dengan AI, kamera ini mampu memungkinkan pengguna untuk mengambil foto portrait atau bokeh yang berkualitas.Ā 

Berkat 3D ToF, kamera mampu mengelompokkan mana objek utama dan bagiannya yang harus ditonjolkan, dan mana background foto yang wajib untuk di-blur. Berikut beberapa hasil fotonya:

Kamera 3D ToF Huawei P40 Pro

Night Mode

Berkat sensor dengan konfigurasi RYYB, kamera utama Huawei P40 Pro sanggup menangkap lebih banyak cahaya dibandingkan sensor RGGB. Karena konfigurasi ini juga, tingkat ISO maksimum pada kamera ketika menggunakan mode Pro meningkat sampai 409.600!

Oleh karenanya, kami rasa pengguna akan mendapatkan dua opsi pengambilan gambar ketika malam hari. Pengguna dapat memilih mode otomatis atau bisa juga memanfaatkan Night Mode. Meskipun demikian, kami tetap sarankan pengguna untuk memakai Night Mode ketika ingin mendapatkan hasil foto malam yang bagus.

Memang, dibutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 detik untuk setiap pengambilan gambar. Tapi cukup worth-it, karena setiap foto malam yang dihasilkan memiliki detail yang bagus dan minim noise.Ā 

Lensa ultrawide dan periskop pun mendukung Night Mode. Tapi, kualitasnya tidak lebih baik dibandingkan memotret foto malam menggunakan kamera utama. Dan lagi, dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk sekadar mengambil satu momen saja. Berikut beberapa hasil fotonya:

Night Mode Huawei P40 Pro

Kamera Depan

Jika biasanya kamera depan pada smartphone menggunakan lensa fixed-focus, di Huawei P40 Pro kamera depan sudah mendukung autofocus. Ditambah lagi dengan hadirnya IR Depth yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto selfie bokeh dengan kualitas yang baik.Ā 

Kamera depan P40 Pro memberikan foto selfie yang bagus dengan kontras dan warna yang pas. Begitu juga ketika kami mencoba memotret selfie dengan mode portrait, blur pada background bisa terpisah dengan baik dari objek utama. Berikut hasil fotonya:

Kamera Depan Huawei P40 Pro

Video

Huawei P40 Pro mampu merekam video 4K @30fps dan 60fps serta Full HD @30fps dan 60fps juga didukung olehnya. Kualitas ini pun berlaku untuk kamera depannya. Ada beberapa fitur yang mendukung pengguna untuk merekam video, salah satunya adalah Audio Zoom.

Tidak terlihat fitur seperti Ultra Steady ataupun Super Steady di sini. Huawei mungkin sudah percaya diri dengan kemampuan hardware kamera P40 Pro yang sudah didukung oleh OIS.Ā 

Ada beberapa opsi perekaman di sini, seperti real-time bokeh, Dual View, Timelapse, Slow-mo sampai 7680 fps, bahkan sampai perekaman video malam hari di mode Pro dengan rentang ISO hingga 51.200. Berikut beberapa hasil video yang kami ambil:

Video 4K @60FPS Normal

VID_20200423_162517

Video 4K @60FPS Wide

VID_20200423_162537

Video Dual View

VID_20200423_162814

Video Slow-mo 7680 fps

SL_MO_VID_20200423_170651

SL_MO_VID_20200423_171855

Kesimpulan

Review Huawei P40 Pro

Review Huawei P40 Pro kami tutup dengan kesimpulan. Huawei P40 Pro merupakan bukti kalau Huawei bisa bertahan dengan baik, meski mereka menjadi ā€œkorbanā€ di tengah-tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.Ā 

Huawei tidak kehabisan strategi untuk ā€œmengakaliā€ dilarangnya layanan Google pada smartphone terbarunya. Dimulai dari seri Mate 30, pabrikan asal China ini mengembangkan HMS atau Huawei Mobile Service secara bertahap dan konsisten.

Mereka berkali-kali berjanji kepada konsumennya yang loyal, termasuk di Indonesia, kalau mereka bakal terus mengembangkan HMS dan ekosistem App Gallery lebih baik lagi.Ā 

Huawei terbilang memegang teguh janjinya. Meski masih banyak aplikasi populer yang belum bisa dihadirkan di App Gallery, tapi setidaknya mulai banyak aplikasi populer yang biasanya dimanfaatkan pengguna sehari-harinya. Misalnya saja M-Banking, aplikasi fintech, game, e-commerce, dan lainnya.

HMS ataupun App Gallery bisa dikatakan ā€œbelum sempurnaā€ untuk melawan kedigdayaan GMS dan Google Play Store. Namun, apabila Huawei terus konsisten mengembangkan platform mandirinya, bisa jadi HMS akan mengancam kepopuleran GMS di masa mendatang.

Di samping itu, Huawei P40 Pro sebenarnya merupakan smartphone yang canggih. Beragam teknologi baru dihadirkan di sini, termasuk prosesor Kirin 990 yang mendukung 5G, kamera Ultra Vision 50MP, sampai desain yang baru dan punya identitas bernama ā€œQuad Curve Displayā€. (MF/HBS)

Kelebihan

+ Build quality terbaik

+ Bezel sangat tipis

+ Nyaman digunakan

+Ā Layar dengan desain Quad Curve Display jadi pembeda

+Ā Refresh rate layar 90Hz

+ Performa mumpuni berkat Kirin 990 5G

+ App Gallery yang makin berkembang

+ Fitur MeeTime yang berkualitas HD selama video call

+Ā Ultra Vision 50MP punya kualitas bagus

+Ā Kamera secara keseluruhan berkualitas

+ Video stabil dengan adanya OIS

+Ā Banyak pilihan perekaman video yang bisa digunakan

Kekurangan

– Frame kamera menonjol

– Konfigurasi baterai danĀ fast charging (wired) yang masih sama

– Ekosistem App Gallery masih belum banyak

– Penggunaan EMUI 10.1 Android 10 AOSP yang merepotkan

– Masih banyak aplikasi populer yang belum mendukung HMS

TELSET RATING: 8/10

Spesifikasi Huawei P40 Pro
NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE / 5G
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 6(900), 7(2600), 8(900), 9(1800), 12(700), 17(700), 18(800), 19(800), 20(800), 26(850), 28(700), 32(1500), 34(2000), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500) – ELS-NX9
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G
LAUNCH
Announced 2020, March 26
Status Available. Released 2020, April 7
BODY
Dimensions 158.2 x 72.6 x 9 mm (6.23 x 2.86 x 0.35 in)
Weight 209 g (7.37 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Single SIM (Nano-SIM/eSIM) or Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Silver Frost, Deep Sea Blue
IP68 dust/water resistant (up to 1.5m for 30 mins)
DISPLAY
Type OLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.58 inches, 105.2 cm2 (~91.6% screen-to-body ratio)
Resolution 1200 x 2640 pixels (~441 ppi density)
Protection
HDR10
90Hz refresh rate
PLATFORM
OS Android 10.0 (AOSP + HMS); EMUI 10.1
Chipset HiSilicon Kirin 990 5G (7 nm+)
CPU Octa-core (2Ɨ2.86 GHz Cortex-A76 & 2Ɨ2.36 GHz Cortex-A76 & 4Ɨ1.95 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G76 MP16
MEMORY
Card slot NM (Nano Memory), up to 256GB (uses shared SIM slot)
RAM 8 GB
Internal 256GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 50 MP, f/1.9, 23mm (wide), 1/1.28″, 2.44µm, omnidirectional PDAF, OIS
Periscope 12 MP, f/3.4, 125mm (telephoto), PDAF, OIS, 5x optical zoom
40 MP, f/1.8, 18mm (ultrawide), 1/1.54″, PDAF
TOF 3D, (depth)
Features Leica optics, LED flash, panorama, HDR
Video 2160p@30/60fps, 1080p@30/60fps, 720@7680fps, 1080p@960fps, HDR; gyro-EIS
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.2, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm, AF
IR TOF 3D, (depth/biometrics sensor)
Features HDR
Video 2160p@30/60fps, 1080p@30/60fps
SOUND
SOUND 32-bit/384kHz audio
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/ax, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.1, A2DP, LE
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS, NavIC
NFC Yes
Radio No
USB 3.1, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Infrared face recognition, fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, color spectrum
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4200mAh
Non-removable Li-Po 4200 mAh battery