FTC Tuding YouTube Langgar UU Perlindungan Privasi Anak

Telset.id, Jakarta  – Komisi Perdagangan Federal atau FTC (Federal Trade Commission) menuduh YouTube telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Tahun 1998 karena melacak data anak-anak.

YouTube dituntut untuk mematikan komentar dan membatasi pengumpulan data di video buatan influencer yang menarget banyak hal, khususnya yang digarap guna menghasilkan uang.

{Baca juga: Jago Main GTA dan CoD, Nenek Ini Jadi Youtuber Gaming}

Baru-baru ini, situs milik Google tersebut mulai mewajibkan pencipta untuk memberi penjelasan mengenai video yang ditujukan kepada anak-anak atau khalayak umum agar tak melanggar.

Mulai awal Januari 2020, platform itu akan membatasi jumlah data yang dapat dikumpulkan oleh video yang ditujukan untuk anak-anak dan berhenti menampilkan iklan hasil personalisasi.

Aplikasi berbagi video itu menghindari video jenis tersebut diakses oleh pemirsa di bawah umur. Sebab, YouTube membayar pembuat konten berdasarkan berapa banyak penayangan dan iklan yang diperoleh.

Menurut New York Post, seperti dikutip Telset.id, Rabu (1/1/2020), para influencer yang khawatir kehilangan pendapatan telah melayangkan 175 ribu surat berisi protes kepada FTC.

{Baca juga: YouTube Langgar Privasi Anak, Google Didenda Rp 2,8 Triliun}

Mereka menuntut agar FTC tidak ikut campur dengan YouTube. “Konten kami untuk khalayak umum, tetapi pemerintah mencoba campur tangan,” kata seorang influencer bernama Mike.

Akibat masalah ini, Google sebagai induk perusahaan YouTube diperkirakan akan membayar denda sekitar USD 150 juta hingga USD 200 juta atau Rp 2,8 triliun untuk mengakhiri penyelidikan FTC terkait pelanggaran UU Perlindungan Privasi Anak di platform YouTube.

{Baca juga: Terciduk Pornografi Anak, Youtuber Ini Masuk Bui}

FTC disebutkan menyetujui denda bulan lalu, tetapi ini adalah pertama kalinya jumlah dolar dilaporkan. Saat ini, rincian ketentuan penyelesaian lainnya tidak tersedia.

Sumber: NY Post

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kominfo Pantau Hoaks RUU Cipta Kerja di Media Sosial

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate mengaatakan pihaknya akan memantau isu-su terkait RUU Cipta Kerja di media sosial...

Tips Hindari Serangan Cyber “APT” yang Mengancam Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kaspersky mengungkapkan bahwa serangan Advanced Persistent Threats atau APT menjadi ancaman cyber yang serius dan lebih berbahaya bila dibandingkan dengan malware yang ada sekarang....

Sah! Aturan Blokir Ponsel BM Berlaku 18 April Mendatang

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate memastikan aturan blokir ponsel BM atau black market melalui IMEI akan berlaku pada...

Waspada! Serangan Cyber Berbahaya Intai Pengguna di Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kasperksy mengungkapkan adanya peningkatan serangan cyber berbahaya di Asia Tenggara yang terjadi sepanjang tahun 2019. Kaspersky mengatakan, serangan...

Tips Foto Bokeh dengan Smartphone, Biar Lebih Maksimal

Telset.id, Jakarta - Bokeh menjadi salah satu pengalaman fotografi yang umum digunakan pada smartphone saat ini. Tidak seperti dahulu...
- Advertisement -