Mirip Razr 2019, Inikah Samsung Galaxy Fold 2?

Telset.id, Jakarta – Baru juga Samsung Galaxy Fold melenggang secara resmi di Indonesia, Samsung langsung tancap gas dengan mengembangkan Samsung Galaxy Fold 2. Baru-baru ini, muncul bocoran yang memperlihatkan sebuah smartphone lipat dari Samsung.

Bocoran ini dibagikan oleh akun Twitter @IceUniverse yang memposting foto yang memperlihatkan sebuah smartphone lipat dengan skema engsel clamshell, mirip Motorola Razr 2019.

{Baca Juga: Lebih Sederhana, Samsung Galaxy Fold 2 Mirip Motorola Razer?}

Dikutip Telset.id dari GSMArena, Kamis (26/12/2019), Ice Universe menambahkan bahwa rumor mengenai penggunaan Ultra-Thin Glass (UTG) pada Galaxy Fold 2 memang benar adanya.

UTG sendiri merupakan teknologi panel layar super tipis yang dikembangkan khusus untuk layar lipat.

Tidak hanya wujudnya saja, foto ini juga memperlihatkan UI yang digunakan. Tampilan antarmuka tersebut tampak seperti One UI 2.0 berbasis Android 10.

Jika diteliti lebih lanjut, ada juga sebuah “lubang” kamera di bagian tengah layarnya. Punch hole Fold 2 mirip seperti Samsung Galaxy Note 10 Series.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu tengah mengerjakan sebuah teknologi layar baru yang akan disematkan pada Galaxy Fold 2.

Berdasarkan pengajuan merek dagang baru, Samsung disebut tengah mempersiapkan sebuah teknologi layar yang disebut Ultra-Thin Glass (UTG).

{Baca Juga: Samsung Bikin Layar Super Tipis untuk Galaxy Fold 2?}

Samsung mengajukan dua aplikasi merek dagang di Spanyol. Salah satu merek dagangnya termasuk Samsung UTG. Pada bagian deskripsi tertulis, itu ditujukan untuk penggunaan ponsel pintar. Ada kemungkinan ini memang disiapkan untuk Samsung Galaxy Fold 2.

Mengingat julukannya sebagai Ultra-thin Glass, tentu saja kaca ini memiliki ketebalan yang sangat tipis. Diperkirakan, ketebalannya kurang dari 100 mikron, atau bahkan dapat mencapai hingga ukuran 30 mikron.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Keuntungan dari penggunaan UTG ini adalah, tampilan yang akan terlihat lebih jelas dan tahan terhadap gesekan. Namun, ada juga kerugian yang bisa menjadi sedikit kendala bagi Samsung.

Produksi UTG ini akan sulit dan pastinya mahal. Tentu, nantinya ini akan berimbas pada harga jual smartphone ke konsumen. (HLM/FHP)

SourceGSMArena

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kominfo Pantau Hoaks RUU Cipta Kerja di Media Sosial

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate mengaatakan pihaknya akan memantau isu-su terkait RUU Cipta Kerja di media sosial...

Tips Hindari Serangan Cyber “APT” yang Mengancam Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kaspersky mengungkapkan bahwa serangan Advanced Persistent Threats atau APT menjadi ancaman cyber yang serius dan lebih berbahaya bila dibandingkan dengan malware yang ada sekarang....

Sah! Aturan Blokir Ponsel BM Berlaku 18 April Mendatang

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate memastikan aturan blokir ponsel BM atau black market melalui IMEI akan berlaku pada...

Waspada! Serangan Cyber Berbahaya Intai Pengguna di Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kasperksy mengungkapkan adanya peningkatan serangan cyber berbahaya di Asia Tenggara yang terjadi sepanjang tahun 2019. Kaspersky mengatakan, serangan...

Tips Foto Bokeh dengan Smartphone, Biar Lebih Maksimal

Telset.id, Jakarta - Bokeh menjadi salah satu pengalaman fotografi yang umum digunakan pada smartphone saat ini. Tidak seperti dahulu...
- Advertisement -