ADA: Digital Marketing Indonesia akan Tumbuh 17 Persen di 2020

Telset.id, Jakarta – Agensi digital marketing ADA (Analytic, Data, Advertising) yang merupakan bagian dari Axiata Group, telah merilis laporan 2020 Outlook for Southeast Asian Marketers. Dalam laporannya, ADA memprediksi digital marketing Indonesia akan meningkat di tahun 2020 mendatang.

Laporan ini sendiri dibuat untuk membantu marketing membangun strategi pemasaran dengan menyesuaikan prediksi kondisi ekonomi di tahun 2020.

Laporan tersebut dibuat oleh ADA berdasarkan pengamatan lebih dari 280 profil konsumen di beberapa negara Asia Tenggara.

{Baca juga: Kontroversi Data Center di Luar Negeri? Ini Kata Elsam}

Mereka juga melakukan survei pada 200 pelaku industri pemasaran, guna mengetahui kesiapan marketing menghadapi tahun 2020.

“Digital marketing di Indonesia akan tumbuh rata-rata 17 persen pada 2020,” ujar Managing Director ADA Indonesia, Kirill Mankovski, saat presentasi hasil laporan ADA di hadapan rekan-rekan media, Kamis (05/12/2019).

Meski demikian, ADA memprediksi akan ada banyak tantangan dari faktor ekonomi untuk pelaku industri digital marketing pada tahun 2020. Seperti International Monetary Fund (IMF) yang justru memprediksi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara cenderung melambat di tahun 2019 dan 2020.

Untuk mengantisipasi masalah ini, ADA melakukan analisis terhadap perilaku konsumen, dan sentimen para pelaku industri pemasaran di Asia Tenggara.

{Baca juga: Kebebasan Internet Indonesia Menurun Akibat Pembatasan Akses}

“Kami mengamati 280 juta perangkat seluler untuk mengumpulkan data yang bersifat anonim. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menghasilkan insight yang dapat ditindaklanjuti,” sambung Mankovski.

Untuk memperoleh data ini, ADA bekerja sama dengan banyak penyedia aplikasi mobile. Namun, mereka menggarisbawahi bahwa tidak ada detail data terkait informasi sensitif pengguna yang  dikumpulkan. Data yang mereka kumpulkan hanya berdasarkan behavior pengguna.

“Data ini bersifat anonymus. Tidak ada detail informasi, yang kita ambil hanya berupa behavior pengguna saja,” pungkas Yogi Triharso, Country Director Reach Indonesia di kesempatan yang sama,. (HLM/FHP)

This post was last modified on 5 Desember 2019 16:14