Bos Zeiss: Kamera 64MP di Smartphone Terlalu “Lebay”

Telset.id, Jakarta – Realme dan Xiaomi, lewat sub-brand Redmi dilaporkan segera merilis smartphone dengan kamera 64MP. Keduanya akan menggunakan sensor kamera dari Samsung, yaitu Samsung 64MP GW1 yang diperkenalkan pada Mei lalu.

Kamera 64MP di Redmi maupun Realme dinilai akan menangkan foto dengan detail dan warna berkualitas dalam format default 16MP berkat teknologi Tetracell. Redmi dan Realme masing-masing bahkan telah memamerkan hasil jepretan dari kamera smartphone-nya di media sosial masing-masing.

Meski terbilang sangat canggih, namun kamera 64MP yang disematkan pada smartphone justru dinilai berlebihan. Hal itu diungkapkan oleh President dan CEO Zeiss Group, Michael Kaschke.

{Baca juga: Realme Siapkan Smartphone Kamera 64MP Pertama di Dunia}

Menurutnya, jangankan sensor 64MP, sensor 40MP yang disematkan pada smartphone saja terbilang lebih dari cukup untuk kebanyakan pengaplikasian, bahkan untuk keperluan profesional.

“Semakin banyak piksel, belum tentu lebih baik. Mengapa? Jika Anda tetap menggunakan sensor full-frame dan membaginya menjadi semakin banyak, maka piksel menjadi semakin kecil, dan Anda mendapat masalah noise,” jelas Michael Kaschke, seperti dikutip Telset.id dari phoneArena, Rabu (31/07/2019).

{Baca juga: Redmi Pamer Kemampuan Kamera 64MP, Ini Hasil Fotonya}

Ia juga mengatakan, ada batasan-batasan terkait kualitas kamera pada smartphone. Salah satunya adalah form factor atau faktor bentuk yang tidak sebesar kamera profesional, sehingga “memaksa” vendor untuk menggunakan sensor kecil.

Alhasil, ada dua hambatan yang akan selalu dialami oleh vendor ketika mengembangkan kamera di smartphone. Pertama, bagaimana menangkap gambar terbaik di kondisi low-light, dan “mengakali” ketiadaan kemampuan teleskopik.

“Masih ada batasan, smartphone hanya bisa setebal itu. Jadi, sementara fotografi standar akan dilakukan di sini, sementara para profesional akan menggunakan kamera profesional dan semi-profesional,” tuturnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Realme Terbaru}

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penambahan lensa kamera di belakang smartphone sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas gambar. Kashcke beranggapan, untuk menghasilkan gambar berkualitas dibutuhkan kombinasi terbaik antara optik, smartphone, dan software.

Ia mencontohkan Google, yang sukses menerapkan fotografi berbasis komputasi. Baginya, kombinasi hardware (dalam hal ini kamera) pada Pixel dan software Google Camera sukses menghasilkan foto-foto terbaik meski hanya ditangkap menggunakan satu lensa kamera saja. (FHP)

Sumber: phoneArena

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Giliran Blibli Donasi APD untuk Petugas Medis Covid-19

Telset.id, Jakarta - Blibli turut memberikan donasi berupa alat pelindung diri atau APD untuk para petugas medis yang menangani...

Zoom Bantah Jual Data Pribadi Pengguna ke Facebook

Telset.id, Jakarta - Diterpa isu tak sedap soal privasi data, aplikasi video conference Zoom akhirnya buka suara. Zoom secara...

Rekomendasi 5 Senjata Terbaik dan Mematikan di COD Mobile

Telset.id - Call of Duty Mobile merupakan salah satu game FPS yang digemari para gamers Android dan iOS. Dalam COD...

Gerakan #BetterAtHome, Pesan HP Terbaru Oppo Bisa via WhatsApp

Telset.id, Jakarta - Oppo mengkampanyekan gerakan #BetterAtHome sebagai dukungan atas imbauan pemerintah untuk mencegah pandemi virus corona atau Covid-19...

Erajaya Diskon Harga iPhone XS di Eraspacetival, Sampai Rp 5 Juta!

Telset.id, Jakarta - Erajaya Group resmi menyelenggarakan Eraspacetival, sebuah festival gadget online yang diadakan melalui platform eraspace. Ada banyak diskon yang...
- Advertisement -