Bakti

BAKTI Gandeng Penyedia Satelit untuk Percepat Akses 4G

Penulis:Naufal Mamduh
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI)Ā terus mempercepat penyediaan akses telekomunikasi dan aksesĀ 4G untuk kawasan 3T atau terpencil, terluar dan tertinggal di Indonesia.

Salah satu caranya adalah, dengan bekerja sama dengan perusahaan penyedia satelit dari swasta.

Menurut Direktur Utama Bakti Kominfo, Anang Latif, hal ini merupakan upaya menyediakan kapasitas satelit lebih awal, sembari menunggu konstruksi Proyek KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) Satelit Multifungsi.

{Baca juga:Ā SMP ā€œAdik Jhoniā€ Bakal Kedatangan Internet Cepat dari BAKTI Kominfo}

ā€œSembari menunggu penyelesaian Satria (Satelit Indonesia Raya) yang ditargetkan selesai 2020, kita menyediakan akses internet cepat untuk kebutuhan layanan pendidikan, kesehatan dan pertahanan keamanan dengan kerja sama ini,ā€ ungkap Anang Latif dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Kapasitas Satelit Telekomunikasi di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (30/01/2019).

Menurut halaman resmi Kominfo,Ā proses lelang penyediaan kapasitas Satelit Telekomunikasi telah selesai pada 16 Januari 2019 lalu.Ā Adapun hasil lelang tersebut telah menghasilkan 5 pemenang yaitu PT Aplikanusa Lintasarta, PT Indo Pratama Teleglobal,Ā Konsorsium Iforte HTS, PT Pasifik Satelit Nusantara, dan PT Telekomunikasi Indonesia.Ā 

Penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi tersebut, tambah Anang, dimanfaatkanĀ untuk mendukung program Layanan Akses Internet (BAKTI Aksi) dan layanan Backhaul BTS (BAKTI Sinyal).Ā 

Menurutnya, setiap pemenang lelang akan menyediakan kapasitas satelit sebesar 21 Gbps.Ā Bahkan, dengan penyediaan kapasitas itu, pihaknya optimistis target merdeka sinyal akan bisa terwujud dengan cepat.

{Baca juga:Ā BAKTI Targetkan Merdeka Sinyal Tahun 2020}

ā€œPenyediaan kapasitas satelit ini turut memperhatikan Service Level AgreementĀ (SLA) yang telah disepakati. Jika melihat karakteristik wilayah 3T (terdepan, tertinggal, danĀ terluar) yakni minimnya akses transportasi dan sumber daya listrik, kami optimistis denganĀ penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi ini, Indonesia dapat merdeka sinyal dengan cepat,ā€ ungkap Anang.Ā 

Penyediaan akses telekomunikasi dan internet di daerah 3T merupakan upaya mewujdukan amanat Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ketiga. Kominfo berupaya membangun dari pinggiran dengan memberikan layanan penyediaan akses telekomunikasi dan internet yang sama di kawasan 3T dengan Pulau Jawa.Ā 

Pemerataan infrastruktur dan layanan telekomunikasi ke seluruh wilayah Indonesia merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapiĀ saat ini.Ā 

ā€œTerdapat lebih kurang 149.400 lokasi yang membutuhkan layanan internet denganĀ Ā kapasitas cepat guna mendukung kebutuhan dalam dunia pendidikan, kesehatan, pemerintahanĀ Ā daerah, pertahanan dan keamanan, serta kesehatan.Ā Ke depan diharapkan akan berlanjut pada pemerataan ekonomi,ā€ papar Anang.Ā 

{Baca juga:Ā Kominfo: 88% Jaringan Telekomunikasi di Sulteng Sudah Pulih}

Sejak 2016, BAKTI Kominfo telah melaksanakan program untuk membangun layanan telekomunikasi di wilayah 3T. Sebagian besar dari layananĀ akses Intenet ataupun layanan backhaul BTS sampai saat ini masih menggunakan sambunganĀ jaringan satelit.

Hal ini dikarenakan masih banyak daerah yang tidak terjangkau oleh jaringanĀ dengan teknologi terrestrial.Ā 

ā€œDengan penyediaan kapasitas satelit ini, menjadi sebuah tantangan bagi BAKTI dalam memberikan layanan telekomunikasi yang lebih masif untuk mewujudkanĀ konektivitas nasional,ā€ tandas Anang.Ā 

Palapa Ring menjadi langkah awal yang diambil BAKTI Kominfo untuk mewujudkan konektivitasĀ nasional. Dengan adanya Palapa Ring, seluruh Kab/Kota di Indonesia akan terkoneksi dengan jaringanĀ serat optik.

{Baca juga:Ā Jelang Pemilu 2018, Bangladesh Matikan 3G dan 4G}

Namun untuk daerah tingkatan yang lebih kecil seperti kecamatan, kelurahan,Ā sampai dengan tingkat desa belum sepenuhnya terlayani dengan program ini.Ā 

Secara paralel, BAKTI bekerjasama dengan mitra penyedia VSAT untuk mendistvibusikan kapasitas tersebutĀ Ā sebagai bagian ground segmentnya. Dengan skema ini, diharapkan BAKTI mendapatkan efisiensiĀ Ā biaya sehingga dapat memberikan layanan telekomunikasi yang lebih masif.Ā (NM/FHP)