Amerika Turunkan Tarif Impor Produk Teknologi China?

Telset.id, Jakarta – Dunia persilatan Industri dan teknologi di Amerika Serikat (AS) nampaknya sedang deg-degan menunggu kabar tarif impor anyar untuk produk teknologi asal China. Pasalnya sebagian besar komponen produksi mereka menggunakan barang impor dari negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

Dua media terkemuka, yakni Reuters dan harian Wall Street Journal (WSJ), telah memastikan bahwa pengumuman tarif impor tersebut bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Namun, seperti dilansir Engadget, Senin (17/9/2018), dua media tersebut tidak mengungkapkan angka pasti tarif yang bakal dikenakan.

Kendati demikian, ada juga bocoran bahwa Amerika kemungkinan bakal memangkas tarif impor barang teknologi asal China menjadi sekitar 10 persen. Ini jauh lebih rendah dari angka usulan sebelumnya yang mencapai 25 persen, yang juga untuk tarif sebelumnya.

Mungkin saja pemerintah negeri Paman Sam telah menghitung dampak jangka panjang jika tetap mempertahankan tarif tinggi pada kelangsungan industri dalam negeri.

Baca juga: China Pangkas Tarif Pajak Produsen Chip

Pasalnya industri hilir di AS akhir-akhir ini sudah tak mampu bersaing dengan gempuran barang asal luar negeri, terutama dari China dan negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Ditambah, upah buruh di AS termasuk yang tertinggi di dunia dengan menerapkan perhitungan gaji per jam kerja. Apabila dijumlahkan, pendapatan buruh disana bisa puluhan kali lipat buruh di negara-negara Asia.

Penetapan tarif impor tinggi oleh AS sebenarnya bertujuan untuk menggertak China karena dinggap tidak adil, terumata ketika mengakuisisi teknologi mereka.

Selain itu, China dituding melakukan subsidi harga untuk benda-benda berteknologi tinggi seperti kecerdasan buatan (AI) dan robot, sehingga harganya jauh lebih murah dan menimbulkan perang dagang.

Baca juga: China Dibatasi Investasi di Perusahaan Teknologi Amerika

Belum lama ini Presiden AS Donald Trump menghimbau supaya perusahaan-perusahaan memproduksi lebih banyak barangnya di dalam negeri. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi defisit neraca perdagangan Amerika, yang angkanya dinilai semakin membahayakan.

Tetapi membuat lebih banyak produk didalam negeri untuk mengurangi ketergantungan dari China bagi perusahaan AS tidak semudah hanya membangun pabrik saja.

Ini karena perusahaan AS tidak hanya mengimpor barang dan komponen dari China karena biaya produksi rendah, tapi juga akses untuk tenaga kerja yang memiliki kemampuan tinggi lebih fleksibel dan dekat dengan sumberdaya alam serta produksi komponen lain yang dibutuhkan. [WS/HBS]

Sumber: Engadget

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Xiaomi Umumkan Tanggal Peluncuran Black Shark 3, Kapan?

Telset.id, Jakarta - Pasca serangkaian bocoran spesifikasi yang beredar, kali ini giliran tanggal kelahiran Black Shark 3 yang mulai...

Cara Memantau Titik Banjir di Jakarta Melalui PetaBencana.id

Telset.id, Jakarta - Banjir kembali terjadi di Jakarta pada Selasa (25/02/2020). Bagi pengguna jalan yang ingin terhindar dari genangan...

Huawei Mate Xs Resmi Meluncur dengan Kirin 990 5G

Telset.id, Jakarta - Huawei secara resmi mengumumkan smartphone lipat terbarunya, Huawei Mate Xs. Smartphone ini sendiri merupakan versi upgrade...

Berbekal Banyak Fitur Pintar, Honor Magic Earbuds Siap Saingi AirPods

Telset.id, Jakarta - Perangkat True Wireless Stereo (TWS) kian hari kian populer. Dipelopori oleh Apple, kini semakin banyak saja...

Jakarta Diguyur Hujan Semalam Suntuk, Tagar #Banjir Bergema

Telset.id, Jakarta - Hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya semalam suntuk sejak Senin malam (24/02/2020), mengakibatkan banjir di banyak tempat....
- Advertisement -