Miris! Kesenjangan Gender di Perusahaan Teknologi Masih Tinggi

Telset.id, Jakarta – Pelecehan seksual dan masalah terkait kesenjangan gender masih saja terjadi pada perusahaan besar. Bahkan pada perusahaan-perusahaan besar di sektor teknologi masih terjadi kasus-kasus masalah kesetaraan gender.

Seperti laporan karyawati Microsoft baru-baru ini atas kasus yang menimpanya sejak 2010-2016 lalu atau yang dilaporkan karyawati Uber pada tahun lalu.

Jennifer Saba, kolumnis Breakingview, berupaya menelusuri masalah pelecehan seksual di perusahaan-perusahaan besar sektor teknologi dengan mencari cara konkret untuk mengukur kesenjangan gender.

Namun, dia hanya fokus pada beberapa raksasa teknologi saja, seperti Facebook, Google dan Apple karena mayoritas tenaga kerja mereka adalah pria dan memublikasikan banyak data mengenai praktik perekrutannya.

Selanjutnya, Saba menghitung angka atau data, yang menjadi kalkulator Breakingview, dari empat perusahaan teknologi terkemuka Amerika itu. Hasilnya cukup mengejutkan, karena dia menemukan bahwa dibutuhkan hampir satu dekade atau lebih untuk mencapai paritas gender di Facebook, Google dan Apple.

Pengguna dapat memasukkan data pada atasan mereka untuk melihat berapa lama waktu yang diperlukan bagi perempuan untuk menjadi setengah dari jumlah tenaga kerja perusahaan.

Sejak 2012, Breakingview telah menciptakan lebih dari 40 kalkulator, melihat topik seperti berapa besar dampak Brexit yang sebenarnya dan berapa banyak obligasi investor akan rugi ketika suku bunga naik.

Dengan bantuan editor A.S. John Foley dan editor grafis Vincent Flasseur, Saba menjangkau tiga perusahaan untuk memahami faktor-faktor di balik tenaga kerja yang didominasi laki-laki. Karena perusahaan tidak akan membocorkan perputaran karyawan, Saba menggunakan asumsi awal sebesar 20 persen, yang secara luas sejalan dengan industri teknologi.

Baca juga: Dituduh Masalah Kesetaraan Gender, Ini Jawaban Google

Selain itu dia juga melihat jumlah tenaga kerja perempuan saat ini, jumlah karyawan baru perempuan dan pertumbuhan tenaga kerja tahunan.

“Kesederhanaan membuatnya tajam,” kata Saba, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (18/5/2018).

Kalkulator menunjukkan bahwa diperlukan waktu selama 14 tahun di Apple dan 15 tahun di Google agar jumlah perempuan mencapai separuh tenaga kerja di kantor mereka. Sedangkan di Facebook, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai paritas gender itu mencapai tujuh tahun.

“Ketiga perusahaan memiliki dampak yang luar biasa di dunia, namun mereka memiliki kelangkaan karyawan perempuan. Suatu perusahaan setidaknya harus mencerminkan pelanggannya,” tukas Saba. [WS/HBS]

Sumber: Channel News Asia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Telkomsel Klaim Data Pelanggan Tetap Aman

Telset.id, Jakarta – Telkomsel menjadi sorotan pasca hebohnya kasus kebocoran data Denny Siregar. Meredam isu tak sedap itu, operator...

Google akan Investasi Senilai Rp 145 Triliun di India

Telset.id, Jakarta  - Google akan menggelontorkan USD 10 miliar atau sekitar Rp 145 triliun untuk berinvestasi di India selama...

Mesin Waktu Virtual Ini Mirip “Pintu Kemana Saja” Doraemon

Telset.id, Jakarta  - Seorang pemuda bernama Lucas menciptakan mesin waktu virtual yang berfungsi mirip “Pintu ke Mana Saja” milik...

Kalkulator “Oprekan” Ini Jadi Impian Setiap Siswa

Telset.id, Jakarta  - Sebuah kalkulator merek Casio dimodifikasi guna mewujudkan impian semua siswa di sekolah. Betapa tidak, kalkulator tersebut...

Bos Telkomsel ‘Curhat’ Soal Keamanan Data Pelanggan

Telset.id, Jakarta - Telkomsel hari ini menggelar konfernsi pers terkait kasus kebocoran data yang dialami oleh Denny Siregar. Operator...
- Advertisement -