Amazon Pantau Perkembangan Tubuh Pelanggan, Buat Apa?

Telset.id, Jakarta – Para pelaku bisnis e-commerce bersaing menawarkan inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya, seperti contohnya yang diberikan Amazon. Raksasa e-commerce dari Amerika Serikat (AS) ini bahkan harus memantau perkembangan tubuh pelanggan.

Perkembangan belanja online semakin pesat akhir-akhir ini karena perubahan gaya hidup masyarakat dan dianggap lebih efisien ketimbang harus belanja ke pasar, toko atau bahkan mall.

Namun untuk barang-barang tertentu seperti baju, celana, alas kaki dan perlengkapan pakaian lainnya, masih banyak konsumen yang enggan membeli online karena seringkali ukurannya tidak pas dipakai.

Untuk itu Amazon melakukan terobosan baru dengan mempelajari perkembangan tubuh pelanggannya. Tapi, apa yang dipelajari dan bagaimana caranya?

Menurut Digital Trends, berdasarkan laporan Wall Street Journal, Amazon mengundang pelanggan mereka ke kantor New York untuk mengawasi bentuk dan ukuran tubuh mereka selama 20 minggu.

Dua kali sebulan, sukarelawan yang dipilih dari survei akan mengunjungi kantor supaya raksasa toko online tersebut lebih memahami bagaimana tubuh berubah bentuk dari waktu ke waktu, sesuai survei. Sebagai imbalannya, peserta akan menerima kartu hadiah Amazon senilai hingga US$ 250 atau sekitar Rp 3,5 juta.

Kemungkinan langkah ini merupakan bagian dari akuisisi Amazon terhadap Body Labs dan perkembangan selanjutnya dari tim pemindaian tubuh 3D.

Dengan ukuran tubuh yang pas, Amazon bisa membantu Anda menemukan celana yang sangat cocok atau membantu pelanggan memvisualisasikan secara tepat pakaian itu dengan jenis tubuh tertentu. Ini juga bisa mengurangi jumlah pengembalian yang harus diproses Amazon, terutama untuk pakaian.

“Amazon saat ini sedang membangun tim pemindaian tubuhnya, yang akan difokuskan pada pembuatan model 3-D statistik tubuh manusia, yang kemudian akan cocok dengan gambar dan video orang melalui algoritme pembelajaran mendalam dan cara lainnya,” lapor Journal.

Sedangkan menurut Amazon, hasil terobosan ini bisa diterapkan di berbagai aplikasi komersial untuk pelanggan mereka.

Berita Terkait: Amazon Jadi Perusahaan Triliunan Dollar Pertama?

Akhir-akhir ini Amazon nampaknya lebih fokus pada pakaian. Selain meluncurkan merek fashion sendiri dalam beberapa tahun terakhir, raksasa teknologi Amerika itu juga meluncurkan Prime Wardrobe.

Fitur ini memungkinkan pelanggan Amazon Prime memilih beberapa potong pakaian sekaligus untuk pengiriman dan kemudian mengembalikan potongan-potongan yang tidak sesuai atau tidak pas.

Jika pemindaian tubuh sudah ada, pengembalian barang yang sudah dibeli keungkinan bisa dihindari.
Tetapi teknologi ini nampaknya belum akan bisa dinikmati pelanggan Amazon dalam waktu dekat.

Profesor Susan Ashdown dari Cornell University mengatakan kepada Wall Street Journal, bahwa pemindaian tubuh jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan siapa pun.

Pasalnya tidak mudah mengukur pundak, sudut pinggul dan bagian tubuh lainnya secara presisi masing-masing orang yang memiliki karakter tubuh berbeda.

”Tetapi jika Amazon dapat memecahkan kode itu, itu bisa mengeja era baru di dunia belanja online,” kata dia.

Sumber: Digitaltrends

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Samsung Galaxy Tab S7+: Powerful dengan Spesifikasi Kelas Atas

Telset.id - Bukan cuma Samsung Galaxy Note 20 saja, Samsung pun kabarnya akan merilis tablet premium terbaru mereka, Galaxy...

Pencipta Lagu Anak, Papa T Bob Meninggal Dunia

Telset.id, Jakarta - Kabar duka menyelimuti industri musik Indonesia. Pencipta lagu anak, Erwanda Lukas atau dikenal dengan Papa T...

5 Tempat Looting Terbaik di Map Livik PUBG Mobile

Telset.id - Seperti yang kita ketahui bersama, PUBG Mobile baru saja menghadirkan map eksklusif baru yang dinamakan Livik. Nah,...

Garmin Buka Toko Resmi di Central Park Jakarta

Telset.id, Jakarta - Garmin Indonesia telah Brand Store ketiga yang berlokasi di Central Park Mall, Jakarta. Pada toko resmi...

Tegas! TikTok Hapus 49 Juta Video Sepanjang Tahun 2019

Telset.id, Jakarta - TikTok hapus lebih dari 49 juta video selama Juli hingga Desember 2019. Jutaan video itu dinilai...
- Advertisement -