Dihantam Skandal Data, Facebook Tetap Digdaya

Telset.id, Jakarta – Sebulan terakhir Facebook di bombardir pemberitaan terhadap skandal data pribadi hampir 70 juta penggunanya oleh seluruh media, baik cetak dan elektronik. Namun perusahaan asal negeri Paman Sam tersebut membuktikan kedigdayaanya dengan membuktikan tidak adanya efek negatif terhadap jumlah pengguna mereka.

Menurut Channelnews Asia, sebagian besar pengguna Facebook AS justeru tetap setia pada jejaring sosial itu meskipun ada kabar Cambridge Analytica mengumpulkan informasi jutaan akun tanpa izin pemilik. Ini merupakan hasil jajak pendapat alias polling Reuters / Ipsos yang dirilis Minggu ini.

Hasil jajak pendapat Reuters / Ipsos juga memberi indikasi lain bahwa skandal data Facebook hanya merepotkan bagian hubungan masyarakat mereka.

Jajak pendapat online yang digelar pada 26-30 April secara nasional di AS mengungkapkan bahwa sekitar setengah dari pengguna Facebook di Amerika mengaku belum mengubah apa yang mereka gunakan di situs itu. Malahan seperempat responden mengatakan bahwa mereka menggunakannya lebih banyak fitur di Facebook.

Sedangkan seperempat responden lainnya mengatakan menggunakan aplikasi tersebut baru-baru ini, telah berhenti menggunakannya atau menghapus akun mereka.

Itu berarti bahwa orang yang menggunakan Facebook kurang lebih seimbang dengan mereka yang menggunakannya lebih banyak tanpa kejelasan untung atau ruginya.

Namun sepertinya ada juga dampak pemberitaan skandal data tersebut, dengan adanya sedikit penurunan penggunaan Facebook. Misalnya orang dewasa yang menggunakan media sosial tersebut setidaknya sekali sehari turun dari 68 persen pada akhir Maret menjadi 64 persen.

Analis Wedbush Securities Michael Pachter mengatakan Facebook beruntung karena data itu tampaknya hanya digunakan untuk iklan politik dan bukan tujuan jahat.

“Saya belum membaca artikel yang mengatakan satu orang telah dirugikan oleh pelanggaran itu. Tidak ada yang benar-benar sangat marah,” katanya.

Berita Terkait: Facebook Messenger akan Punya Penerjemah

Hingga berita ini ditulis, Facebook menolak berkomentar soal jajak pendapat tersebut. Sebelumnya para eksekutif perusahaan itu telah meminta maaf atas skandal pengumpulan data, berjanji untuk menyelidiki orang lain yang mengumpulkan data pengguna Facebook dan mengurangi jumlah data yang tersedia untuk pengembang aplikasi serupa.

Jajak pendapat itu juga mengungkapkan lebih banyak pengguna Facebook mengatakan mereka tahu bagaimana menjaga informasi pribadi mereka di situs tersebut daripada pengguna platform media sosial lainnya seperti Snapchat, Instagram, Pinterest dan Tumblr.

74 persen pengguna Facebook mengaku mengetahui pengaturan privasi mereka saat ini dan 78 persen menyatakan tahu bagaimana cara mengubahnya.

Sebagai perbandingan, 60 persen pengguna Instagram mengatakan mereka tahu pengaturan privasi mereka saat ini dan 65 persen mengatakan mereka tahu bagaimana cara mengubahnya. Selain itu 55 persen pengguna Twitter tahu pengaturan privasi mereka dan 58 persen tahu cara menggunakannya.

Ada 2.194 orang dewasa, termasuk 1.938 pengguna Facebook, 1.167 pengguna Twitter dan 1.237 pengguna Instagram responden polling yang dilakukan online dalam bahasa Inggris di seluruh Amerika tersebut.

Polling ini memiliki interval kredibilitas 3 poin persentase, yang berarti bahwa hasilnya bisa bervariasi dalam arah manapun dengan jumlah itu. Hasil jajak pendapat lengkap bisa dilihat di sini

Sumber: Channelnewsasia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here