Review Asus Zenfone Max Pro M1

Review Asus Zenfone Max Pro M1: Zenfone Max Terbaik!

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:7 Februari 2019
⏱️9 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Indonesia menjadi negara pertama yang menjadi tempat diluncurkannya seri Asus Zenfone Max Pro M1. Smartphone ini merupakan langkah awal dari Asus untuk “mereset” penamaan varian smartphone-nya, khususnya untuk seri Zenfone Max.

Seperti diketahui, terkadang konsumen bingung dengan urutan smartphone yang diperkenalkan oleh Asus. Sehingga ini jadi cara pintar dari perusahaan asal Taiwan tersebut untuk “memperbaiki” urutan dan kaidah penamaan dari jajaran smartphone-nya.

Selain itu, Zenfone Max Pro M1 juga membawa perbedaan serta keunggulan dari seri smartphone sebelumnya. Bahkan ketika diperkenalkan pertama kali, Zenfone Max Pro M1 digadang-gadang menjadi salah satu smartphone mid-end berkualitas yang bakal mengusik smartphone lainnya seperti Xiaomi Redmi Note 5.

Tentu menarik untuk membahasnya secara detil. Untuk itu, tim Telset.id bakal mengulasnya secara lebih dalam lewat review Asus Zenfone Max Pro berikut ini. Check this out!

Desain

Secara tampilan, Asus Zenfone Max Pro M1 memang mengadopsi desain yang kekinian. Namun sayangnya desain itu cenderung mirip dengan smartphone lain yang sama-sama dikemas dengan desain full screen beraspek rasio 18 : 9.

Khususnya untuk tampilan depan, bezel cukup tipis di tiap sisinya dan tanpa adanya tombol apapun di bagian depan, membuatnya sekilas mirip smartphone seperti Oppo F5, Vivo V7, Wiko View, bahkan sampai seri Zenfone Max Plus M1 sekalipun.

Tapi ada yang membuatnya terlihat lebih menarik, apalagi ketika layar smartphone sedang mati. Hal menariknya adalah warna hitam pekat pada layar yang menyatu dengan warna pada bezel smartphone.

Itu membuat smartphone seolah-olah memiliki desain yang benar-benar full screen dengan bezel yang tipis. Tampilan tersebut juga menjadikan Zenfone Max Pro M1 terlihat berkelas dan berkarakter elegan.

Tampilan bagian belakang smartphone juga tampil lebih segar dan berbeda dibandingkan seri Zenfone Max sebelumnya, khususnya di bagian frame kameranya.

Bukan mengadopsi desain frame horizontal, Zenfone Max Pro M1 memiliki frame kamera vertikal yang ditempatkan pada sisi kiri body smartphone.

Tidak seperti Redmi Note 5 yang terlihat menonjol dan cenderung terinspirasi dari frame iPhone X, desain frame kamera smartphone ini justru lebih berkarakter karena tampil sederhana namun elegan, khas Asus.

Ditambah lagi, frame itu tidak menonjol dan menggabungkan dua kamera dalam satu frame, kemudian menempatkan LED Flash di bagian bawahnya.

Perubahan desain juga dilakukan Asus pada garis antena Zenfone Max Pro M1. Tak tampak lagi garis antena berwarna silver yang sebelumnya terdapat di Zenfone Max Plus M1.

Asus malah memberikan garis antena dengan aksen warna yang menyatu dengan body belakang smartphone. Perubahan itu bagus menurut kami, karena membuatnya memiliki dua kesan sekaligus yakni kokoh dan elegan karena kebetulan, unit yang kami gunakan berwarna Deepsea Black.

Ada kabar baik bagi pengguna yang memiliki lebih dari satu kartu SIM. Sebab, smartphone ini memiliki dua slot kartu SIM yang dapat aktif bersamaan dan juga satu slot microSD. Sehingga pengguna dapat memasukkan dua kartu SIM dan microSD sekaligus tanpa ragu.

Meski mengusung desain memanjang, namun pengalaman menggunakannya mirip seperti saat kami menggunakan smartphone berdesain klasik dengan layar berukuran 5,5 inch aspek rasio 16 : 9. Mirip dalam artian, ketika kami mengoperasikannya menggunakan satu tangan saja, Zenfone Max Pro M1 masih mudah digunakan dan digenggam.

Oh ya satu lagi, dalam paket pembelian terdapat soft case bening yang dapat digunakan. Namun sayang, tidak disertakan lapisan pelindung layar seperti tempered glass atau lainnya untuk smartphone ini.

Layar

Menjadi seri Pro dari Zenfone Max, pastinya banyak keunggulan yang terdapat di dalamnya jika dibandingkan seri Plus atau seri yang standar. Salah satu keunggulannya adalah sektor layar.

Asus Zenfone Max Pro M1 mengusung layar berjenis IPS berukuran 5,99 inch dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2160 piksel) beraspek rasio 18 : 9. Lantas bagaimana kualitasnya?

Selama beberapa hari kami menggunakannya, jujur kami suka dengan kualitas layar Zenfone Max Pro M1. Layarnya mampu dengan cekatan menyesuaikan dengan intensitas cahaya saat kami menggunakannya berkat fitur Adaptive Brightness. Sehingga membuat mata kami nyaman saat mengoperasikannya.

Misalnya saja ketika digunakan di siang hari dengan kondisi cahaya yang cukup terik, layar masih terlihat dengan baik. Sama halnya ketika digunakan di malam hari, terutama sebelum tidur. Mata kami dibuat nyaman dengan intensitas layar yang tak terlalu terang, ditambah dengan adanya mode Night Light.

Karena mengadopsi layar yang besar, berbagai konten pada smartphone pun berhasil ditampilkan dengan sangat baik oleh smartphone.

Bukan cuma ketika digunakan untuk mengakses media sosial, menonton video YouTube atau film hasil download hingga bermain game saja, untuk urusan bekerja sampai melihat slide presentasi, mata kami dimanjakan dengan layarnya yang besar dan berkualitas. Keren!

Kinerja

Asus Zenfone Max Pro M1 kami klaim menjadi seri Zenfone Max yang jauh lebih bertenaga dibandingkan seri lainnya. Sebab, seri Zenfone Max sebelumnya bisa dibilang hanya “modal baterai besar” saja, tapi tidak terlalu memperhatikan sektor chipset yang berperan penting pada kinerja smartphone secara keseluruhan.

Contoh sederhananya adalah Zenfone Max Plus M1. Kami akui jika baterainya tahan untuk diajak seharian beraktivitas. Namun jika digunakan untuk bermain game, khususnya game dengan grafis tinggi. Smartphone tersebut terlihat cukup kewalahan.

Nah kekurangan inilah yang langsung ditebus oleh Zenfone Max Pro M1. Ketika smartphone ini diperkenalkan, Asus langsung mengklaim jika Zenfone Max Pro M1 merupakan smartphone yang enak diajak main game dengan mengusung tagline “Limitless Gaming”.

Asus Zenfone Max Pro M1 ditenagai oleh prosesor octa-core 1.8GHz Snapdragon 636, GPU Adreno 509, tiga varian RAM dan ROM yakni 3GB/32GB, 4GB/64GB, dan 6GB/64GB serta baterai berkapasitas 5,000 mAh.

Kami sendiri menggunakan unit dengan versi 3GB/32GB. Meski menggunakan versi “paling rendah” namun sensasi bertenaga dan nyaman digunakan masih kami rasakan.

Ada alasannya selain memang spesifikasi smartphone tersebut bertenaga, yakni sistem operasi yang digunakan bukan lagi ZenUI berbasis Android, melainkan menggunakan sistem Android murni yang tentunya minim bloatware.

Seperti diketahui, ZenUI mungkin bisa dibilang menjadi salah satu sistem operasi yang memiliki banyak bloatware. Meski sudah dikurangi jumlahnya pada ZenUI 4.0, namun dengan kehadiran bloatware, tentu akan berpengaruh pada performa smartphone secara keseluruhan.

Dengan penggunaan Android murni, User Interface (UI) Zenfone Max Pro M1 juga tampil lebih simple, enak digunakan dan yang terpenting lebih gesit. Apalagi ketika menjalankan berbagai aplikasi dalam waktu yang bersamaan, khususnya ketika menggunakan fitur Split Screen.

Selain itu, sektor baterai di Zenfone Max Pro M1 juga memegang peranan penting. Kapasitasnya yang besar membuat smartphone ini benar-benar dapat menemani aktivitas kami hampir seharian.

Berdasarkan pengujian kami menggunakan aplikasi PCMark, Asus Zenfone Max Pro M1 mampu mencatatkan waktu 14 jam 19 menit dengan baterai tersisa sebanyak 20%.

Sementara ketika digunakan sebagai daily driver kami selama beberapa hari, smartphone ini bisa bertahan 15 jam 4 menit dengan baterai tersisa sebanyak 4% yang diperkirakan masih bisa bertahan selama 41 menit lagi.

Catatan waktu itu sangat mengagumkan karena screen on time (SOT) yang tercatat pada sistem adalah 7 jam 30 menit. SOT sendiri adalah waktu di mana kami menggunakan smartphone ini terus menerus dengan layar yang selalu menyala.

Berkapasitas besar, lantas bagaimana dengan waktu pengisiannya? Nah ini juga yang bisa dibilang menarik dari Zenfone Max Pro M1. Rata-rata, pengisian baterai dari 10% sampai 100% hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam 50 menit, dan itu cukup cepat untuk sebuah smartphone dengan kapasitas baterai besar.

Berpindah dari baterai, kami juga tak melewatkan tahap pengujian untuk mengetahui performa sebenarnya dari smartphone tersebut. Menggunakan AnTuTu Benchmark versi 7, Zenfone Max Pro M1 berhasil mencatatkan skor 115.022.

Skor tersebut terbilang tinggi untuk smartphone mid-end. Bahkan ketika dibandingkan dengan smartphone yang ditenagai prosesor Snapdragon 625 yang biasa digunakan smartphone kelas menengah, Zenfone Max Pro M1 unggul jauh dengan selisih hampir 40 ribu poin.

Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, Zenfone Max Pro M1 sudah mumpuni untuk memainkan game dengan grafis tinggi. Tentu, untuk urusan “ringan” seperti berselancar di media sosial dan internet, mengetik, menonton film atau YouTube, dan lainnya, smartphone itu sangat kredibel untuk menjalankannya. Good job Asus!

Kamera

Di sektor kamera, sebenarnya ada dua konfigurasi yang ditawarkan Asus untuk kamera utama. Untuk versi tertinggi atau yang menggunakan kombinasi RAM dan ROM 6GB/64GB, Zenfone Max Pro M1 disematkan kamera beresolusi masing-masing 16MP + 5MP.

Sementara untuk varian 4GB/64GB dan 3GB/32GB, memiliki kamera beresolusi masing-masing 13MP aperture f/2.2 dan 5MP aperture f/2.4.

Berbeda dibandingkan seri Plus yang punya konfigurasi normal lens dan wide-angle lens, untuk versi Pro, kamera ganda saling bekerja sama agar menghasilkan foto dengan efek bokeh atau potrait mode.

Bagaimana kualitasnya? Jujur menurut kami Asus perlu memperhatikan sektor kamera pada smartphone ini, khususnya di segi software. Sebab, kamera Zenfone Max Pro M1 minim fitur yang bisa dieksplorasi oleh penggunanya.

Sekedar informasi, meski berjalan di atas Android murni, smartphone ini tak menggunakan aplikasi Google Camera ataupun ZenUI Camera sebagai aplikasi kamera bawaan, melainkan Snapdragon Camera.

Memang di dalam aplikasi ada fitur Potrait Mode yang jadi “senjata utama” kamera Zenfone Max Pro M1, tapi untuk hal lain seperti mengatur ISO, exposure, white balance, dan lainnya, terbilang cukup ribet. Well, itu bisa jadi masukan bagi Asus untuk pembaruan sistem smartphone ini ke depannya.

Nah untuk kualitasnya, foto yang dihasilkan sebenarnya biasa saja dan cenderung tidak terlalu menonjolkan sisi warna pada hasil fotonya. Misalnya saja pada foto di bawah ini, warnanya cenderung “tidak keluar” padahal sudah dibantu dengan pencahayaan yang cukup baik.

Untungnya, ada mode HDR yang bisa menutupi kekurangan tersebut. Jujur, kami sangat mengapresiasi dengan adanya mode HDR itu karena ketika kami mengambil objek yang sama dengan mode HDR, barulah warna pada foto tampil dengan cukup sempurna dan terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Mode HDR juga sangat membantu kami ketika mengambil gambar di luar ruangan. Sebab, setiap objek yang tertangkap oleh kamera Zenfone Max Pro M1 memiliki kualitas warna dan detil yang sangat baik.

Sebagai contoh, pada foto di bawah ini yang memperlihatkan suasana di sekitaran Bundaran HI. Warna langit, gedung-gedung, kendaraan bahkan hingga Patung Selamat Datang terlihat dengan baik. Bahkan jika kita perbesar ke bagian Patung Selamat Datang, detilnya masih cukup baik, dengan warna yang hampir persis seperti aslinya.

Sedangkan ketika mengambil gambar di kondisi low-light, hasilnya pun tak bisa dibilang jelek. Asus terbukti telah menutupi kekurangan pada kamera Zenfone Max Plus M1 yang kadang menghasilkan foto dengan “efek kabut” ketika mengambil gambar di kondisi low-light.

Nah untuk bagian terpentingnya yakni mode potrait atau bokeh, Zenfone Max Pro M1 mampu menangkap foto bokeh dengan efek blur antara objek foto dengan background yang cukup rapi. Meski, ada beberapa bagian yang tidak berhasil di-blur-kan, namun overall hasilnya cukup baik.

Sementara untuk kamera depannya, Asus Zenfone Max Pro M1 dibekali kamera beresolusi 8MP aperture f/2.2. Foto yang dihasilkan kamera depan Zenfone Max Pro M1 memiliki kualitas yang biasa saja.

Hal itu wajar, karena smartphone ini bukanlah smartphone yang mengandalkan kamera depan sebagai “senjata utamanya”. Meski begitu, fotonya cukup baik kok, dan cocok untuk diunggah atau dibagikan di mesia sosial.

Berikut hasil foto yang kami ambil menggunakan kamera Asus Zenfone Max Pro M1:

Kesimpulan

Asus Zenfone Max Pro M1 seolah jadi aksi nyata dari Asus untuk membuat seri Zenfone Max terlihat lebih powerful, berkualitas dan tak cuma mengandalkan sisi ketahanan baterai saja.

Ini bisa dibuktikan dengan berbagai keunggulan yang terdapat pada smartphone, seperti layar besar, spesifikasi bertenaga, baterai tahan lama, kamera cukup berkualitas dan build quality yang jempolan.

Dibanderol Rp 2,2 jutaan untuk versi terendahnya, kami rasa Asus Zenfone Max Pro M1 sangatlah worth-it untuk dibeli dan dijadikan daily driver penggunanya. Keren! (FHP/HBS)