Telset.id – Asus membuka awal tahun 2018 dengan meluncurkan smartphone mid-end penerus seri ZenFone Max yakni Asus ZenFone Max Plus M1. Sesuai namanya, ZenFone Max Plus M1 masih membawa kekuatan atau fitur andalannya, yakni ketahanan baterainya.
Selain memikiki daya tahan baterai yang kuat, smartphone ini juga menawarkan desain kekinian dengan layar memanjang beraspek rasio 18 : 9. Lantas cukupkah dengan hanya mengandalkan dua hal itu saja?
Tentu saja belum, karena sebenarnya di dalam diri ZenFone Max Plus M1 terdapat beberapa fitur lainnya yang bisa dijadikan sebagai daya tarik.
Untuk mengetahui apa saja yang ditawarkan ZenFone Max Plus M1, tim Telset.id akan mengulasnya secara lengkap lewat review Asus ZenFone Max Plus M1. Ingin tahu seperti apa? Yuk simak!
Desain

Seperti yang kami sebut sebelumnya, ZenFone Max Plus M1 mengadopsi desain kekinian dengan ukuran layar memanjang berukuran 5,7 inch aspek rasio 18 : 9. Ada dua pandangan menurut kami soal penggunaan desain tersebut. Pertama adalah mainstream, karena Asus membuat ZenFone Max Plus M1 tampak seperti smartphone lain dikelasnya dengan desain serupa seperti Vivo V7, Oppo A83, Wiko View, dan lainnya.
Pandangan selanjutnya menurut kami adalah berani berubah yang berarti bagus untuk Asus. Seperti diketahui, jajaran smartphone Asus yang beredar di Indonesia masih menggunakan desain kompak dengan layar beraspek rasio 16 : 9 yang menyisakan bezel cukup tebal, terutama di bagian atas dan bawah smartphone.
Sehingga dengan penggunaan desain memanjang dan terkesan kekinian, membuat ZenFone Max Plus M1 memiliki nilai tambah yang bahkan tak dimiliki Asus ZenFone 4 Selfie Pro ataupun smartphone Asus lainnya yang notabene “lebih jago” dari Asus ZenFone Max Plus M1.

Asus ZenFone Max Plus M1 dibangun menggunakan body berbahan dasar metal dengan ukuran yang hampir menyerupai smartphone berukuran layar 5,2 inch. Selama kurang lebih satu minggu menggunakannya, jujur smartphone ini nyaman sekali untuk digenggam menggunakan satu tangan.
Ketika kami bandingkan dengan smartphone berdesain kompak dengan ukuran layar 5,5 inch, kenyamanan ZenFone Max Plus M1 masih unggul menurut kami. Saat berselancar di media sosial, mengetikkan pesan dengan tangan kanan saat tangan kiri memegang handle atau pegangan di KRL, dan aktivitas “satu tangan” lainnya, semuanya bisa dilakukan dengan baik dan tak terasa repot.
Meski mengadopsi desain kekinian, namun ketika kami melihat bagian belakang smartphone ini, desainnya seperti tak ada bedanya jika dibandingkan Asus ZenFone 4 Max. Seperti penempatan frame kamera misalnya. Kamera ganda ZenFone Max Plus M1 ditempatkan di sisi kiri atas body smartphone yang disandingkan dengan LED Flash.
Begitupun dengan desain dan penempatan garis antena di bagian bawah dan atas, seolah Asus “enggan” mengubah desain bagian belakang smartphone di jajaran seri ZenFone Max.

Karena smartphone yang kami ulas berwarna Deepsea Black, maka bagian belakang ZenFone Max Plus M1 juga menjadi magnet bagi jejak sidik jari. Meski tak terlalu terlihat menempel, tapi tetap saja jejak sidik jari yang menempel membuat bagian belakang smartphone terasa kotor.
Untungnya, Asus menyertakan softcase tambahan untuk melindungi body ZenFone Max Plus M1, khususnya dari sidik jari yang menempel.
Secara overall, ZenFone Max Plus M1 memang dikemas dengan desain yang kekinian dengan pengadopsian desain memanjang beraspek rasio 18 : 9. Tapi seperti yang kami sebutkan tadi, dengan penggunaan desain tersebut membuat ZenFone Max Plus M1 terasa mainstream.
Berkat penggunaan desain tersebut, smartphone ini nyaman sekali untuk digunakan menggunakan satu tangan, sehingga itupun menjadi nilai tambahan bagi ZenFone Max Plus M1.
Layar

ZenFone Max Plus M1 mengusung layar IPS berukuran 5,7 inch beresolusi HD+ (720 x 1440 piksel). Layar itu telah dilapisi oleh panel kaca 2,5D, namun tidak untuk lapisan pelindung seperti Corning Gorilla Glass dan lainnya. Sehingga kami sarankan bagi Anda untuk segera memasangkan tempered glass atau lapisan pelindung sejenis untuk melindungi layar dari kejadian yang tak diinginkan.
Bagaimana kualitasnya? Inilah yang kami suka dari layar di beberapa smartphone Asus terkini, termasuk ZenFone Max Plus M1. Meski beresolusi HD+ saja, namun tampilan layar yang disuguhkan cukup nyaman di mata.
Kualitas layar smartphone ini ditunjang oleh hadirnya fitur Automatic Brightness yang mampu menyesuaikan intensitas cahaya layar di berbagai kondisi. Saat kami menggunakannya di malam hari dengan kondisi lampu ruangan tidak dinyalakan, layar ZenFone Max Plus M1 langsung meredupkan intensitas layar dengan cukup responsif, sehingga mata kami tidak terganggu oleh paparan cahaya yang berlebihan.
Begitupun ketika digunakan di luar ruangan dengan cahaya matahari yang terik. Layar smartphone masih terlihat dengan cukup baik, meski tak sebaik smartphone mid-end di atasnya yang punya teknologi layar lebih canggih. Namun menurut kami kualitas layar ZenFone Max Plus M1 masih dalam taraf cukup. Good job!
Kinerja

Smartphone ini ditenagai dengan spesifikasi yang biasa-biasa saja. Seperti penggunaan prosesor octa-core 1.5GHz MediaTek MT6750T, GPU Mali T860 MP2, RAM 4GB, ROM 64GB, baterai berkapasitas 4,130 mAh dan telah berjalan di atas ZenUI 4.0 berbasis Android 7.0 Nougat.
Meski terbilang biasa, tapi ada kekuatan cukup besar di dalamnya yakni kapasitas baterainya yang super besar dan tahan lama. Saat kami menguji baterai menggunakan aplikasi benchmark PCMark misalnya, ZenFone Max Plus M1 mencatatkan waktu selama 12 jam 37 menit dari baterai 100% sampai 18%.
Sementara ketika kami menggunakannya secara langsung, ZenFone Max Plus M1 dengan baterai 100% bisa bertahan sampai 17 jam dengan sisa baterai sebesar 9% yang masih bisa digunakan sampai 1 jam 13 menit ke depan. Catatan tersebut juga termasuk screen-on time selama 6 jam 18 menit.
Selain baterainya yang tahan lama, smartphone ini juga bisa menjadi penolong bagi smartphone lainnya. Bagaimana tidak, ketika smartphone lain kehabisan baterai, ZenFone Max Plus M1 bisa dijadikan sebuah powerbank. Keren kan?
Berpindah ke soal kinerjanya, selama kami gunakan kurang lebih seminggu terakhir, kami cukup merasa nyaman menggunakan ZenFone Max Plus M1 untuk beragam kegiatan seperti bermain game, mengakses berbagai aplikasi media sosial, mengetik bahan tulisan, menonton film atau YouTube hingga chatting-an.
Meski memang, khusus untuk bermain game cukup berat dan dimainkan dalam jangka waktu yang cukup lama, akan terasa hawa hangat di bagian belakang smartphone yang cukup mengganggu pengalaman kami saat menggunakannya.
[Baca juga: Asus Zenfone 4 Selfie Pro vs Vivo V7+, In-depth Comparison]
Ketika hawa hangat muncul, itu juga akan berpengaruh pada kinerja smartphone yang langsung terasa cukup berat atau lag. Sehingga kami simpulkan bahwa ZenFone Max Plus M1 akan cukup kewalahan saat diajak bermain game seperti PES 2018, AoV, dan game dengan grafis cukup berat lainnya.
Tapi saat menjalankan aplikasi seperti Instagram, YouTube, Facebook, Chrome, Spotify hingga Google Docs secara bergantian, ZenFone Max Plus M1 masih bisa meng-handle-nya dengan cukup baik. Itu dibuktikan dengan rata-rata konsumsi RAM smartphone ini yang hanya sebesar 2,2GB saja dari 3,7GB yang disediakan.

Masih belum cukup, kamipun menggunakan AnTuTu Benchmark untuk menakar seberapa kuat kinerja Asus ZenFone Max Plus M1 dalam satuan angka. Hasilnya, smartphone ini catatkan skor 55.890 poin atau meninggalkan jauh performa dari Asus ZenFone Max Pro yang hanya mampu meraih skor 43.414 poin berdasarkan hasil review kami. Itu berarti, ZenFone Max Plus M1 memang mendapatkan peningkatan yang cukup signifikan di sektor mesin utamanya.

Sehingga, nilai plus kami berikan untuk sisi baterainya yang bisa bertahan hampir seharian meski digunakan untuk berbagai kegiatan. Nilai yang sama juga kami berikan untuk sisi kinerjanya karena mampu bermain dengan cukup baik ketika digunakan untuk bermain game, mengakses berbagai aplikasi secara bersamaan, dan kegiatan lainnya.
Tapi memang nilai untuk kinerja bisa dikatakan tidak terlalu sempurna gara-gara Asus ZenFone Max Plus M1 akan terlihat kewalahan ketika hawa hangat mulai keluar dari body smartphone-nya.
Kamera

ZenFone Max Plus M1 membawa kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 16MP lensa normal aperture f/2.0 dan kamera beresolusi 8MP lensa wide-angle 120 derajat yang mampu penggunanya untuk mengambil gambar dengan jangkauan yang lebih luas. Lantas bagaimana kualitasnya?
Foto yang dihasilkan sebenarnya memberikan detil yang baik dengan komposisi warna yang tak terlalu berlebihan. Tapi yang cukup mengherankan adalah lensa wide-angle pada smartphone ini seakan membawa “penyakit” serupa yang terdapat pada Asus ZenFone Max Pro yakni adanya kabut pada foto dengan warna dan intensitas cahaya yang cukup berlebihan.
Tapi hasil tersebut hanya berlaku di beberapa kondisi lingkungan pengambilan gambar saja. Misalnya saat mengambil gambar di dalam ruangan dengan paparan lampu yang cukup terang seperti pada gambar di bawah ini.
Ketika menggunakan lensa normal, hasilnya bisa dikatakan cukup baik dengan detil dan ketepatan warna yang hampir sesuai dengan “kondisi aslinya”. Namun ketika menggunakan lensa wide-angle, warna coklat pada bagian atas ruangan terlihat agak berlebihan dan ditambah dengan adanya kabut-kabut tipis berwarna putih yang berada pada objek yang sama.
Hasil yang cukup berbeda kami dapatkan saat kami mengambil gambar di luar ruangan saat malam hari dengan intensitas cahaya yang bisa dibilang kurang mendukung. Lensa wide-angle seolah kurang mengambil cahaya yang lebih banyak sehingga objek kereta tampak lebih gelap jika dibandingkan dengan gambar yang diambil menggunakan lensa normal
Namun anehnya, tak ada rona kabut seperti yang kami dapatkan seperti saat mengambil foto di dalam ruangan. Sebenarnya hasil foto di luar ruangan saat malam hari bisa dibilang memiliki kualitas yang cukup baik, meski foto kualitas foto bisa dibilang menurun akibat adanya noise yang mengganggu dalam gambar, terutama pada gambar yang diambil menggunakan lensa wide-angle.
Tapi sebenarnya jika kita mengambil gambar di lingkungan atau ruangan yang benar-benar mendukung entah itu cahayanya yang cukup, warna-warni dalam ruangan yang beragam, dan hal pendukung lainnya, hasilnya cukup baik kok.
Seperti gambar lukisan di bawah ini yang memberikan ketepatan warna yang cukup baik, begitupun dengan detilnya meski sudah kami perbesar.
Sedangkan untuk kamera depannya yang beresolusi 16MP aperture f/2.0 yang telah dilengkapi berbagai fitur seperti Beauty, HDR, Selfie Panorama hingga GIF Animation, hasilnya cukup membanggakan. Bagaimana tidak, ketika kami mengambil foto selfie saat malam hari misalnya, meski tak terdapat LED Flash, hasilnya cukup baik menurut kami.

Detil pada wajah seperti kumis, alis mata, hingga kantung mata masih terlihat dengan cukup baik meski telah diperbesar. Begitupun dengan warna kaus, warna rambut, dan wana dari berbagai objek lain yang ada di belakangnya seperti tiang berwarna merah muda. Terlihat dengan cukup baik meski perangkat ini tak membawa “status” smartphone selfie.
Berikut beberapa foto yang kami ambil menggunakan kamera Asus ZenFone Max Plus M1:
Kesimpulan

Harus diakui ZenFone Max Plus M1 tak cuma menawarkan kapasitas baterai yang “tahan lama” saja. Ada hal-hal lainnya yang ditawarkan smartphone ini, seperti desainnya yang kekinian dengan rasio 18:9, spesifikasi yang cukup mumpuni di kelasnya. Smartphone ini juga sudah dilengkapi kamera ganda.
Sehingga dengan harga Rp 2,7 jutaan, kami rasa ZenFone Max Plus M1 masih bisa bisa menjadi pilihan tepat bagi konsumen yang membutuhkan smartphone yang bisa digunakan hampir seharian tanpa khawatir kehabisan baterai di tengah-tengah kegiatan. Good job Asus! (FHP/HBS)























