Telset.id ā Mungkin beberapa pencinta gadget saat ini menganggap seri smartphone dari Samsung yang mendapatkan segalanya adalah seri Galaxy S dan Galaxy Note. Anggapan itu wajar, secara keduanya merupakan seri high-end Samsung dan dibanderol dengan harga yang mahal.
Namun Samsung seolah ingin menepis anggapan tersebut dengan memberikan segelintir fitur flagship di seri Galaxy A. Namun sayang, harga dari seri ini pun terbilang masih cukup mahal untuk masyarakat khususnya di Indonesia yang masih mempertimbangkan soal harga bagi smartphone yang ingin mereka beli. Lantas apa solusinya?
Untungnya, Samsung memberikan opsi lain dan tentu lebih terjangkau namun masih berkualitas yakni Samsung Galaxy J7+. Bisa dibilang smartphone ini mendapatkan beberapa turunan fitur flagship dari seri smartphone teratas Samsung.
Bahkan menariknya, Galaxy J7+ menjadi smartphone kedua Samsung yang membawa teknologi kamera ganda setelah Note 8 dan smartphone mid-end pertama yang bawa teknologi kamera kekinian itu.
Nah karenanya, tentu menarik untuk membahas lebih dalam Samsung Galaxy J7+ ini. Seperti memperlihatkan apa saja fitur-fitur di dalamnya, kinerja mesin utama yang disematkan di dalamnya, dan berbagai aspek lainnya yang dipertimbangkan oleh calon konsumen sebelum membelinya. Well, mari kita mulai review Samsung Galaxy J7+.
Mulai dari halaman berikutnya
Desain

Kesan pertama yang kami dapat saat pertama kali melihat dan menggunakan Samsung Galaxy J7+ adalah berkelas, kokoh, dan berkualitas. Kesan berkelas kami dapat karena desain Galaxy J7+ seolah memperlihatkan jika smartphone ini bukan hanya smartphone mid-end biasa saja, namun lebih dari kesan biasa.
Bagaimana tidak, kesan berkelas pertama kali terlihat di bagian depannya. Memang perlu diakui jika desainnya itu āSamsung bangetā. Namun jika ditelisik lebih dalam lagi, perpaduan panel layar 2,5D, bezel tipis di sisi kiri dan kanannya, tombol Home khas Samsung, serta desain membulat di tiap ujung smartphone, membuat Galaxy J7+ tampak mirip Samsung Galaxy A5 atau Galaxy A7 (2017) yang notabene merupakan seri smartphone mid-end yang hampir menyentuh ranah high-end.
Di bagian belakang smartphone, kesan berkelas lagi-lagi kami dapatkan. Warna hitam pekat yang melapisi seluruh body berbahan dasar metal, begitu menyatu dengan desain garis antena yang terdapat di bagian atas dan bawah smartphone. Garis antena ini pun tak cuma sekedar gimmick saja seperti smartphone lain berbahan dasar plastik yang seakan āmemaksakanā hadirnya garis antena, karena memang berfungsi sebagai penangkap sinyal untuk smartphone.
Namun meski begitu, sebenarnya ada dua kekurangan yang kami rasakan dari desain Galaxy J7+. Pertama adalah, body-nya yang menjadi magnet bagi sidik jari serta keringat di tangan. Saat menggunakannya, sidik jari serta keringat, mudah sekali menempel sehingga membuatnya gampang terlihat kotor.
Kekurangan kedua adalah, letak speaker yang ada di bagian kanan atas smartphone. Kekurangan akan terasa ketika kita bermain game, menonton video atau film dengan posisi landscape.
Speaker akan tertutup oleh jari telunjuk sehingga mengurangi pengalaman saat menikmati berbagai konten secara landscape. Kami sempat dibuat bingung, mengapa speaker malah ditempatkan di posisi yang ākagokā seperti itu, padahal bagian bawah smartphone masih terdapat space kosong karena hanya terdapat port micro-USB, microphone dan juga jack audio 3,5mm saja.
Sementara kesan kokoh dan berkualitas kami jatuhkan kepada body Samsung Galaxy J7+ secara keseluruhan. Itu karena smartphone ini memiliki build quality yang patut diapresiasi. Penggunaan bahan metal yang berkualtias tak cuma untuk sisi luarnya saja, melainkan juga pada sisi frame dari Galaxy J7+. Sehingga saat digenggam, akan ada dua feel yang bisa dirasakan yakni berat tapi juga kokoh.
Jika dianalogikan dengan nilai yang biasa diberikan seorang dosen kepada mahasiswanya, desain Samsung Galaxy J7+ berhak mendapatkan nilai A atau sangat memuaskan dari kami. Well done Samsung!
Layar

Samsung Galaxy J7+ dibekali dengan layar berjenis Super AMOLED berukuran 5,5 inch dengan resolusi Full HD (1080 x 1920 piksel). Memang tidak āseberkualitasā dari layar Samsung Galaxy Note 8 atau Galaxy S8, namun dengan penggunaan layar Super AMOLED, tentu membuat Samsung Galaxy J7+ memiliki layar yang hampir menyamai kualitas duo seri smartphone flagship itu.
Dengan pemanfaatan layar tersebut pun, kualitas layar Galaxy J7+ tak usah dipertanyakan lagi. Layarnya mampu menampilkan berbagai konten dengan warna dan detil yang terlihat oke meski saat di bawah terik matahari. Hal yang sama pun bakal didapatkan ketika digunakan di dalam ruangan atau dalam kondisi cahaya yang kurang.
Sehingga ketika digunakan untuk Menonton film di YouTube, memainkan game dengan kualitas HD, melihat postingan teman-teman di Instagram dan Facebook, hingga bahkan saat dipakai untuk mengetik pekerjaan, semuanya bisa ditampilkan dengan kualitas yang sangat baik.
Mirip seperti smartphone Samsung flagship dan juga seri Galaxy A, Samsung Galaxy J7+ pun membawa fitur Always-on Display dengan kontrol yang hampir sama. Sehingga penggunanya akan bisa melihat jam atau kalender beserta berbagai notifikasi meski layar mati. Yang menarik, Always-on Display tidak terlalu berpengaruh pada konsumsi baterai. Keren!
Suara

Sudah kami sebutkan jika speaker Galaxy J7+ itu letaknya kagok dan malah mengurangi pengalaman penggunanya ketika menikmati berbagai konten secara landscape. Namun terlepas dari hal tersebut, sebenarnya suara yang dikeluarkan speaker kagok ini ternyata cukup enak didengar.
Ketika kami mendengarkan lagu atau video dengan volume standar, suara yang dikeluarkan enak untuk didengar meski masih dalam ranah standar atau normal. Yang menarik, ketika kami memaksimalkan volume, bukan suara yang banyak noise atau pecah yang kami dengar, melainkan suara yang lantang dan cenderung empuk. Cukup baik untuk speaker bawaan sebuah smartphoneĀ kelasĀ mid-end.
Hasil yang berkualitas pun kami dapatkan ketika mendengarkan lagu atau menonton film menggunakan headset bawaan yang terdapat di paket pembelian ataupun headset merk lainnya yang berkualitas. Telinga kami seakan dimanjakan berkat suaranya yang cukup berkualitas.
Kamera Belakang

Di awal kami sempat mengatakan jika Samsung Galaxy J7+ merupakan smartphone kedua setelah Note 8 dan smartphone mid-end pertama Samsung yang bawa teknologi kamera ganda. Lantas dengan predikat tersebut, apakah kualitas kamera Samsung Galaxy J7+ berhasil mendapatkan perhatian kami?
Sebelum itu, sebaiknya kita berbicara soal spesifikasinya. Samsung Galaxy J7+ memiliki dua kamera di bagian belakang dengan masing-masing resolusi 13MP aperture f/1.7 lensa normal dengan sensor Sony IMX258 dan 5MP aperture f/1.9 dengan sensor Sony IMX241 yang bertugas membantu lensa utama untuk menghasilkan foto depth-of-field atau istilah kekiniannya adalah bokeh.
Bagaimana hasilnya? Kamera belakang Galaxy J7+ menghasilkan gambar dengan kualitas yang baik. Bahkan saking berkualitasnya, kami rasa hasil gambar yang dihasilkan memiliki unsur yang āSamsung bangetā yakni hasilkan gambar yang detil dengan warna yang tak terlalu berlebihan.
Misalnya saja pada foto pertama yang perlihatkan tiga gedung beserta objek lainnya yang kami ambil di outdoor. Detil gedung begitu terlihat pada gambar, bahkan ketika di-zoom detil kecil pun masih terlihat dengan sangat baik. Sama halnya dengan warna yang ditonjolkan, warna gedung, awan, dan objek lain berwarna merah pun terlihat sesuai dengan aslinya.

Contoh lainnya adalah gambar di bawah ini. Detil pada objek seperti tempat nasi beserta makanan disampingnya terlihat cukup baik, begitupun dengan komposisi warnanya yang tidak terlalu dilebih-lebihkan. Ketika gambar di-zoom, melihat objek es batu dalam gelas pun masih terlihat dengan detil dan warna yang baik. karenanya kami simpulkan kamera Galaxy J7+ memang berkualitas ketika kondisi cahaya yang mendukung.

Bagaimana ketika memotret saat cahaya kurang mendukung atau cenderung gelap? Kamera Galaxy J7+ masih memberikan gambar yang cukup baik, dan yang terpenting minim noise. Dan lagi-lagi, kami suka dengan detil dan warna yang ditampilkan pada gambar.
Misalnya saja pada foto bunga di bawah ini. Memang warna ungu, kuning dan hijau pada bunga kurang menonjol gara-gara kondisi pencahayaan dalam ruangan yang kurang mendukung. Namun terlepas dari hal tersebut, detil dari bunga secara keseluruhan berhasil diambil dengan baik oleh kamera Galaxy J7+. Dan sesuai yang kami ucapkan tadi, noise pada gambar masih terbilang minim.

Sementara ketika kami mengambil gambar di Statiun Tanah Abang pada sore hari menjelang malam, disinilah kami menyadari jika kamera belakang Galaxy J7+ benar-benar āSamsung bangetā alias berkualitas di segala kondisi. Terlihat pada dua gambar di bawah ini, rona atau warna senja sangat menonjol pada kedua gambar. Warna semu orange di langit yang bercampur dengan warna biru sukses diambil oleh kamera smartphone ini.
Dan lagi-lagi, kami senang dengan detil yang sukses diambil oleh kamera tersebut. Objek tangga penyebrangan masih terlihat dengan baik meski telah diperbesar ukurannya. Begitupun dengan objek KRL dan orang-orang yang berlalu-lalang, masih tertangkap dengan baik meski terlihat kurang sempurna.
Nah masih membahas kamera ganda di bagian belakang, tentu kita jangan sampai melupakan kualitas efek bokeh yang dihasilkan kamera Galaxy J7+. Sekedar informasi, mirip kamera Samsung Galaxy Note 8, kamera Galaxy J7+ pun ternyata mendukung fitur Live Fous. Fitur ini sendiri memungkinkan penggunanya mengatur bukaan lensa yang berdampak pada efek bokeh pada gambar.
Bagaimana dengan hasilnya? Jujur, ketika kita pintar mengoprek Live Focus, maka hasil foto dengan efek bokeh yang nyaris sempurna berhasil kita dapatkan. Sebaliknya, ketika kurang pintar menyesuaikan Live Focus, maka efek blur cenderung acak-acakan, dimana objek yang seharusnya ter-blur malah terlihat, dan objek yang harusnya terlihat malah di-blur.
Untungnya, ketika gambar bokeh telah diambil dan ternyata terlihat kurang rapi efek bokeh-nya, penggunanya masih bisa menyesuaikan efek tersebut saat melihat gambar menggunakan fitur Adjust Background Blur. Tapi secara overall, kami suka dengan efek bokeh yang dihasilkan kamera Galaxy J7+.
Berikut beberapa foto yang kami ambil menggunakan kamera Galaxy J7+:
Kamera Depan

Sekarang adalah ranah yang pastinya diperhatikan oleh pengguna yang menyukai selfie atau swafoto yakni kamera depan. Samsung menyematkan kamera beresolusi 16MP aperture f/1.9 yang tentunya akan manjakan para penggunanya ketika melakukan selfie hingga vlogging.
Mirip seperti kamera selfie pada smartphone yang andalkan fitur selfie lainnya, kamera depan J7+ menawarkan berbagai fitur di dalamnya seperti pengaturan untuk memperhalus dan memberikan rona atau warna pada pipi bernama Skin Tone, fitur untuk meniruskan dagu bernama Slim Face dan yang unik adalah fitur untuk membuat mata terlihat lebih besar bernama Large Eyes.
Sebenarnya ada plus minus dari pengadopsian ketiga fitur ini. Sisi tambahnya adalah pengguna bisa menyesuaikan sesuka hati ketika sedang mempercantik wajahnya sebelum selfie. Sisi negatifnya adalah, saat ini penggemar selfie kerap dimanjakan dengan fitur Beautify yang otomatis memberikan efek cantik, halus, dan lainnya pada wajah pengguna sebelum melakukan selfie.
Selain adanya fitur untuk mempercantik, mempertirus dan memperhalus wajah, kamera depan Galaxy J7+ juga disematkan fitur Selfie Focus yang berikan efekĀ bokeh pada foto. EfekĀ bokeh sendiri cukup rapi bagi meski tak serapiĀ smartphone lainnya yang andalkan kemampuan selfie sebagai daya tarik bagi calon konsumennya.
Nah untuk kualitasnya sendiri, sebenarnya kualitas kamera depan Samsung Galaxy J7+ terbilang baik cenderung standar. Sehingga bisa dikatakan, bagi Anda yang suka mengambil foto selfie bahkan hingga merekam vlog, Anda bisa mengandalkan kamera depan Samsung Galaxy J7+.
Selain itu ada catatan bagi kaum pria yang ingin melakukan selfie menggunakan kamera depan smartphone ini yakni, wajah Anda para pria akan terlihat jauh lebih halus dari kenyataannya. Sehingga mungkin saja, unsur ākelaki-lakianā Anda saat melakukan selfie akan sedikit hilang karena wajah yang terlihat halus.
Oh ya, yang menarik kamera depan dan juga belakang dari Samsung Galaxy J7+ diperkaya dengan adanya fitur Stickers yang membawa berbagai stiker menarik layaknya Snapchat, Instagram Story, Facebook Story, dan lainnya. Berikut beberapa hasil foto menggunakan kamera depan Samsung Galaxy J7+:
Kinerja

Samsung Galaxy J7+ ditenagai dengan prosesor octa-core 2,3GHz MediaTek MT6757 Helio P20, RAM 4GB, ROM 32GB, baterai berkapasitas 3,000 mAh dan sudah berjalan di atas Samsung Experience 8.5 berbasis Android 7.1.1 Nougat. Dengan spesifikasi tersebut, Samsung Galaxy J7+ masuk ke dalam kategori smartphone mid-end yang tawarkan performa cukup mumpuni bagi penggunanya.
Pertama kita bahas sisi baterainya terlebih dahulu untuk memberikan gambaran āDengan baterai 3,000 mAh, penggunanya bisa menggunakan smartphone sampai berapa lama?ā. Kami pun menggunakan aplikasi PCMark, hasilnya dari baterai penuh (100%) dibutuhkan waktu 9 jam 51 menit sampai baterai tersisa 19%.

Sementara ketika kami menggunakannya langsung seharian dari kondisi baterai 100%, dibutuhkan waktu hingga 15 jam 35 menit hingga baterai pun tersisa 14% dengan screen on time mencapai 7 jam 25 menit 57 detik. Itupun sistem masih memberikan estimasi waktu tersisa hingga 2 jam 4 menit sampai baterai benar-benar habis. Sehingga kami bisa simpulkan baterai Galaxy J7+ terbilang awet meski baterainya hanya berkapasitas 3,000 mAh.
Berbicara soal kinerjanya, pertama yang kami lakukan adalah menggunakan dua aplikasi benchmarking yakni AnTuTu Benchmark dan Geekbench. Berdasarkan test yang dilakukan, Samsung Galaxy J7+ berhasil mencatatkan skor sebesar 62.862 poin di AnTuTu Benchmark. Sedangkan untuk Geekbench, smartphone ini sukses cetak skor 846 poin untuk Single-core dan 3.340 poin untuk Multi-core.
Skor tersebut terbilang bisa bersaing denganĀ smartphone mid-end lainnya yang sedang populer seperti Xiaomi Mi A1, Moto G5s Plus, Asus ZenFone 4 Selfie Pro dan juga Oppo F5, meski skor Galaxy J7+ masih tertinggal cukup jauh. Xiaomi Mi A1 cetak skor 63.392 poin, G5s Plus 63.138 poin, Asus ZenFone 4 Selfie Pro 65.459 dan Oppo F5 64.362 poin.
Mungkin pengujian menggunakan AnTuTu, Geekbench dan lainnya hanyalah menggambarkan lewat angka saja. Karenanya kami pun mencoba menguji J7+ dengan bermain game-game yang cukup berat seperti PES 2018, Need for Speed Most Wanted, dan Arena of Valor dengan kualitas HD. Hasilnya, Galaxy J7+ sama sekali tidak menemui kendala yang berarti.
Rasa smooth, tampilan game memukau berkat layar Super AMOLED dan juga adanya game tools yang mungkinkan pengalaman bermain game tak berkurang sedikit pun karena notifikasi, dan hal mengganggu lainnya tidak akan terjadi ketika penggunanya bermain game yang disuka.

Bermain game-game berat pun bisa dilahap dengan mudah, apalagi kegiatan lainnya seperti mengetik, berselancar di media sosial dan hal āringanā lainnya? Saat kami mencoba menggunakan Google Docs dan dibarengi dengan menonton YouTube menggunakan fitur Split Screen, Galaxy J7+ berhasil menjalankannya dengan sangat baik dan lancar.
Masih soal kinerja, yang perlu disoroti pada smartphone ini adalah sensor sidik jarinya. Bisa dibilang, sensor sidik jari Galaxy J7+ itu āangin-anginanā. Maksudnya, terkadang sensor bisa membaca sidik jari dengan sangat cepat, namun terkadang sensor sulit untuk mengenali sidik jari.
Sulitnya sensor untuk membaca sidik jari disebabkan oleh beberapa hal, seperti jari yang basah, berminyak, dan posisi jari yang sedikit miring. Cukup aneh, karena ketika kami mencoba membuka smartphone lain dengan sensor sidik jari seperti Oppo F5 dan Xiaomi Mi A1 dengan kondisi yang sama, permasalahan tersebut tidak kami alami.
Tapi terlepas dari hal tersebut, ketika ketiga hal tersebut bisa diatasi, maka sensor sidik jari Samsung Galaxy J7+ mampu membuka kunci dengan cepat.
Kesimpulan

Dengan kehadiran Samsung Galaxy J7+, Samsung seolah ingin membuktikan jika fitur mewah tak hanya terdapat pada seri Galaxy S, Note dan juga Galaxy A saja. Tapi juga hadir di versi āyang lebih terjangkauā yakni Samsung Galaxy J7+.
Memang dengan harga mencapai Rp 4,9 jutaan masih dirasa cukup mahal, namun dengan kehadiran kamera ganda yang berkualitas, mesin utama yang mumpuni, ketahanan baterai yang cukup baik, body dengan build quality yang oke dan layar canggih seperti seri flagship, membuat harga tersebut dirasa adil.
Memang banyak pilihan smartphone di rentang harga tersebut, sebut saja Asus ZenFone 4 Selfie Pro, Oppo F5 6GB, dan lainnya yang perlu diakui, lebih unggul dibandingkan J7+. Tapi Samsung Galaxy J7+ kami anggap sebagai smartphone mid-end berkelas dari Samsung sekaligus jadiĀ alternatif pintar bagi calon konsumen yang ābelum mampuā atau belum siap menggunakan Samsung Galaxy S8, Note 8, hingga seri Galaxy A, meski ketiga seri itu jauh lebih canggih dibandingkan J7+. (FHP/HBS)



































