Telset.id â Tren kamera ganda pada smartphone tidak hanya ada di jajaran smartphone flagship saja, tapi juga sudah memasuki ranah smartphone mid-end. Terbukti, kini sudah banyak smartphone kelas menengah yang menjagokan sisi kamera ganda sebagai salah satu keunggulannya.
Dari sekian banyak smartphone kelas menengah yang ada di pasaran, salah satu smartphone mid-end yang menjagokan kamera ganda sebagai fitur andalannya adalah Advan A8. Tapi cukupkah hanya mengandalkan kamera ganda saja? Tentu saja tidak, karena Advan A8 juga membawa kelebihan lain.
Untuk mengetahui kelebihan apa saja yang ditawarkan Advan A8, selain kamera gandanya, tim Telset.id akan mengulasnya secara lengkap lewat review Advan A8 berikut ini:
Desain

Advan A8 sejatinya memiliki desain yang terkesan elegan dan juga premium berkat balutan warna Gold di bagian belakang, yang dipadu dengan warna putih bersih di bagian depannya. Namun tak bisa dipungkiri, kami melihat Advan A8 mengikuti desain mainstream dari smartphone mid-end saat ini, sebut saja seperti Oppo F3 dan juga Vivo V5s.
Hal itu terlihat di tampang bagian depannya yang memiliki tombol Home melonjong dengan garis berwarna emas. Bedanya, di sebelah kanan dan kiri dari tombol Home tersebut, terdapat dua titik yang bertugas sebagai tombol kapasitif Back dan Recent Apps.
Di bagian depan Advan A8 pun terdapat beberapa ornamen lainnya seperti LED Flash, kamera depan, sensor proximity, LED notifikasi dan juga earpiece.
Sedangkan untuk bagian belakang, desain Advan A8 sempat membuat kami teringat smartphone lain dengan desain yang hampir sama yakni Xiaomi Redmi Pro. Dimulai dari letak kamera ganda dan juga LED Flash secara vertikal, dan juga garis antena yang memanjang di sisi atas dan juga bawah smartphone. Meski begitu, âkemasanâ kamera ganda Advan A8 terlihat lebih menonjol sehingga membuat smartphone ini seperti memiliki kamera ganda yang âseriusâ.
Namun âbenjolanâ kamera ganda di bagian belakang ini kami rasa cukup mengganggu. Ketika smartphone ditaruh di atas meja atau alas datar lainnya, otomatis kamera akan menjadi penahan dari body Advan A8. Parahnya lagi, jika kita tidak hati-hati dalam menaruhnya, bisa saja kaca pelindung kamera atau frame akan tergores.

Sementara di sisi bagian bawah, terdapat port USB-C yang diapit oleh dua speaker yang sebenarnya hanya berfungsi satu bagian saja yakni sebelah kanan. Kami mengira, sebelah kiri tersebut mungkin adalah microphone. Sementara untuk bagian atas, hanya terdapat jack audio saja.
Beralih ke bagian sisi kiri, terdapat slot hybrid SIM yang memungkinkan penggunanya untuk memilih dua konfigurasi yakni SIM 1 + SIM 2 atau SIM 1 + microSD. Sedangkan di sebelah kanan, terdapat tombol Volume dan juga tombol Power.
Ya, meski memiliki desain yang mainstream, tapi kami tetap memberikan jempol bagi desain Advan A8 yang memiliki kesan kompak berkat desainnya yang ramping. Hal itu tentu memiliki keunggulan yakni mudah untuk digenggam menggunakan satu tangan. Well done Advan!
Layar

Memiliki bentang layar berukuran 5,5 inch dengan resolusi Full HD dan sudah dilapisi oleh kaca 2,5D, Advan A8 menyuguhkan kualitas layar yang cukup membuat mata lebih nyaman. Saat menggunakannya untuk melakukan berbagai aktifitas, seperti bermain game, mengetik, menonton YouTube atau film, bahkan hingga berselancar di dunia maya, layar Advan A8 mampu mempersembahkan tampilan dengan cukup baik.
Layar smartphone ini pun sudah disematkan teknologi Adaptive Brightness yang membuat layar mampu menyesuaikan kondisi pencahayaan di dalam ataupun luar ruangan. Bukan cuma sekedar fitur âtempelanâ saja, fitur ini benar-benar bekerja dengan cukup baik.
Ketika kami menyusuri jalanan saat cuaca sedang cukup terik, layar Advan A8 langsung menyesuaikan intensitas cahayanya agar bisa terlihat dengan cukup jelas dan detail. Begitupun komposisi warna yang diperlihatkan oleh layar ini pun cukup bagus. Kalau diibaratkan nilai ujian, bisa mendapatkan nilai B+.
Suara

Seperti pada smartphone mid-end pada umumnya, kualitas speaker Advan A8 bisa dikatakan biasa saja. Suara yang dikeluarkan ketika volume diatur menengah atau normal masih terdengar standar. Sama halnya ketika volume diatur maksimal, suara yang dikeluarkan cenderung cukup pecah meski terdengar lantang.
Untungnya, Advan memberikan sebuah earphone sporty dalam paket pembelian. Untungnya lagi, kualitas earphone tersebut layak untuk mendapatkan dua jempol dari kami.
Suara yang dikeluarkan terdengar nyaman di telinga dengan bass yang tidak terlalu berlebihan. Ketika kami mendengarkan musik menggunakan Joox atau menonton film hasil download serta menonton YouTube, suara yang diterima telinga sangat berkualitas.
Kamera

Seperti yang sudah disebutkan tadi, Advan A8 membawa teknologi kamera ganda. Smartphone ini memiliki lensa utama dengan resolusi 13MP dengan sensor Sony IMX258 yang membawa teknologi PDAF di dalamnya. Sementara untuk lensa sekunder OmniVision beresolusi 5MP yang bertugas untuk memberikan kedalaman dalam sebuah foto atau istilahnya adalah bokeh.
Nah, tentu Anda bertanya-tanya bagaimana dengan kualitas gambar yang dihasilkan oleh kedua kamera ini, bukan? Saat kami mencoba mengambil gambar dengan kondisi cahaya yang cukup, kamera utama Advan A8 mampu memberikan hasil yang lumayan detail dan komposisi warna yang tidak berlebihan.
Tapi yang cukup disayangkan, ketika kami menjajal kamera sekunder dengan masuk ke opsi bokeh. Entah kekurangan di segi hardware atau software, efek bokeh kamera Advan A8 masih belum cukup rapih. Terkadang objek yang seharusnya di-blur-kan malah tidak ter-blur. Sementara objek yang seharusnya tidak di-blur-kan, malah ter-blur oleh kamera tersebut.
Meski begitu, saat foto berhasil diambil, Anda masih bisa mengatur efek kedalaman dari foto, tapi tetap saja fitur tersebut sama sekali tidak membantu untuk merapikan efek bokeh pada foto.

Seperti kamera smartphone mid-end lainnya, kamera Advan A8 pun masih belum cukup mampu menghasilkan gambar yang berkualitas dan minim noise saat kondisi cahaya yang kurang atau redup. Tapi menurut kami, kamera ganda Advan A8 sudah cukup bagus di kelasnya, terutama jika melihat harganya yang âhanyaâ dipatok diangka Rp 2,9 juta.
Sedangkan untuk kamera depannya, Advan A8 dibekali kamera beresolusi 8MP yang sudah ditanamkan fitur Beauty dan juga FaceCute. Saat kami mencobanya, jujur kamera depan Advan A8 cukup bisa diandalkan bagi Anda yang gemar selfie. Meski background terkadang terlalu terang, namun wajah saat melakukan selfie akan terlihat bersih dan juga ganteng atau cantik sehingga cocok rasanya untuk diunggah di Instagram, Facebook ataupun Twitter.
Berikut hasil foto yang diambil menggunakan kamera Advan A8:
User Interface dan Fitur Lain

Advan telah menanamkan IDOS versi 7.22 ke dalam Advan A8, berbasis Android 7.0 Nougat. Saat pertama kali melihat tampang dari UI di smartphone ini, sedikit mengingatkan kami dengan UI dari perangkat Oppo yakni ColorOS. Mengusung konsep âtanpa App Drawerâ, sebenarnya tampilan antarmuka dari Advan A8 sudah terbilang rapih, smooth, dan juga mudah untuk digunakan.
Optimasi konsumsi RAM pada IDOS pun berjalan dengan cukup baik. Terbukti pada posisi idle atau tidak digunakan, hanya terpakai sekitar 1,4 GB saja atau 38% dari total RAM 4 GB. Maka tak heran jika pergerakan antar menu hingga antar aplikasi pada Advan A8 terlihat smooth.
Di dalam IDOS juga terdapat fitur menarik yang diberi nama Xlocker. Fitu memungkinkan Anda untuk mengunci aplikasi agar tidak sembarang orang bisa membukanya. Untuk membuka aplikasi, Anda bisa menggunakan password, entah itu PIN atau bahkan menggunakan wajah penggunanya berkat adanya fitur âFace Unlockâ.
Tak hanya itu saja kemampuan, karena fitur tersebut juga bisa memindai lubang keamanan atau berbagai tanda bahaya yang mungkin saja terdapat pada smartphone. Sistem keamanan di Advan A8 ini patut diapresiasi, tapi apakah cukup mumpuni?
Saat kami mencoba fitur Xlocker untuk mengunci berbagai aplikasi seperti Photos, Settings, Messages, hingga Camera, fitur ini dapat berfungsi dengan baik karena dapat mengunci aplikasi di smartphone.

Namun sayangnya, saat kami coba âmengakalinyaâ dengan menggunakan foto yang diambil menggunakan kamera smartphone, barulah kami tahu ada bug pada sistem ini.
Ya, sistem Face Unlock akan membuka aplikasi ketika kami menggunakan foto yang ditampilkan oleh smartphone. Tentu ini menjadi âlubang keamananâ yang sangat besar Kami berharap, tim Advan bisa segera menambal lubang keamanan ini.
Selain itu, terdapat juga sistem bernama Privacy System yang memungkinkan Anda untuk memiliki tempat âsendiri dan rahasiaâ pada smartphone. Pada Privacy System, Anda dapat memasukkan berbagai aplikasi di dalamnya, dan hanya Anda sajalah yang bisa menjalankannya. Bisa dibilang fitur ini âsebelas-duabelasâ dengan fitur Xlocker.

Dan lagi-lagi sangat disayangkan, setiap aplikasi yang sebelumnya dikunci menggunakan XLocker dan kemudian dipindahkan ke Privacy System, aplikasi tersebut masih bisa terbuka dengan mengeksploitasi bug pada sistem Face Unlock dengan menggunakan foto wajah.
Kinerja

Advan A8 membawa prosesor octa-core 1.5GHz MediaTek MT6750T, RAM 4GB, ROM 32GB, serta baterai berkapasitas 3,000 mAh. Dengan harga yang mencapai Rp 2,9 jutaan, spesifikasi Advan A8 terbilang âtanggungâ. Kami menyebutnya tanggung karena jika dibandingkan smartphone lain dengan harga yang tak jauh beda â seperti Xiaomi Mi A1 misalnya â sudah membawa prosesor lebih kuat, yakni Snapdragon 625.
Selain itu, baterai yang disematkan dengan kapasitas hanya 3,000 mAh dirasa kecil untuk smartphone dengan ukuran layar yang cukup besar, yakni 5,5 inch. Hal itu terbukti dengan kekuatan baterai Advan A8 yang hanya bisa mencapai waktu kurang lebih 8 jam saja dari kondisi baterai penuh hingga nyaris habis.
Kami pun mencoba âmendiamkannyaâ tanpa menggunakan aplikasi apapun, selain menyalakan koneksi Wi-Fi saat baterai terisi penuh (100%). Hasilnya, baterai Advan A8 berkurang menjadi 76% hanya dalam waktu 1 jam 28 menit saja.

Pindah dari urusan baterai, kinerja Advan A8 boleh dibilang gak buruk-buruk amat. Di pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark, Advan A8 berhasil meraih skor 41.378 poin. Dengan raihan skor tersebut, Advan A8 masih tertinggal dibandingkan smartphone dual-camera lainnya yakni Asus ZenFone 4 Max Pro yang mencetak skor 43.414 poin.

Salah satu alasan Anda membeli smartphone berlayar besar apalagi dengan mesin utama yang cukup mumpuni adalah agar puas bermain game-game yang disukai, bukan? Nah, ketika kami memainkan dua game berat, yakni PES 2017 dan Arena of Valor (AoV) menggunakan Advan A8, kedua game tersebut bisa dijalankan dengan sangat baik tanpa adanya lag. Pengalaman yang cukup puas saat bermain game menggunakan Advan A8, good job!
Begitupun saat kami menggunakannya untuk mengetik, menonton YouTube, berselancar di media sosial atau Internet, semua kegiatan tersebut bisa dijalankan dengan baik menggunakan smartphone ini.
Seperti sudah kita ketahui, secara default seharusnya Android 7.0 Nougat memungkinkan smartphone untuk menjalankan dua aplikasi secara bersamaan di layar menggunakan fitur split screen. Sayangnya, fitur tersebut tidak Anda temukan di Advan A8.
Kesimpulan

Dilepas dengan harga Rp 2.900.000, Advan A8 memang menonjolkan dua sisi, yakni dual-camera dan keamanan. Untuk sisi kamera, kami menilai Advan A8 menghasilkan gambar yang cukup berkualitas dengan detail yang cukup mantap.
Tapi untuk sisi keamanan? Sangat mengecewakan. Meski memamerkan emblem âAdvan Secureâ, sisi keamanan pada smartphone ini benar-benar harus diperbaiki. Terbukti dengan mudahnya kami membuka aplikasi yang terkunci lewat XLocker menggunakan foto yang ditampilkan lewat layar smartphone.
Memang harga Advan A8 terbilang terjangkau dengan spesifikasi yang lumayan mumpuni dan juga hadirnya teknologi dual-camera. Tapi jika Anda termasuk orang yang mementingkan sisi keamanan, mungkin temuan bug dari kami bisa jadi pertimbangan. (FHP/HBS)





















