Asus Transformer T100T

Tablet hybrid sebenarnya bukanlah hal yang baru saat ini, beberapa tahun lalu produk ini telah lebih dulu dikenal sebagai tablet – laptop. Meski demikian, fungsinya dapat berubah dalam dua wujud yang berbeda, sangat mendukung untuk bekerja lebih mobile.

Design

Seperti pada seri transformer sebelumnya, T100 juga dapat difungsikan sebagai tablet dengan dukungan layar 10 inch dan saat disatukan keyboard menjadi notebook, sehingga membuat tampilannya terlihat lebih kecil. Pada bagian belakangnya, Asus membalutnya dengan bahan plastik berwarna abu-abu dengan corak linear yang membulat. Namun sayang, warna glossy yang dipilih membuatnya menjadi cepat kotor, karena mudah merekam jejak jari. Begitupun dengan desainnya yang menggembul, terlihat kurang tipis, atau bisa dibilang setara

Pada bagian layarnya, Asus menggunakan panel LCD IPS (in-plane switching) yang memiliki kepadatan piksel sebesar 148 ppi dengan dukungan resolusi 1366 x 768 piksel. Penggunaan OS Windows 8.1 dengan desain antarmuka style Metro UI memang terlihat baik, tanpa ombak gradasi. Namun sayangnya, kepadatan piksel ini kami rasa kurang bagus saat untuk menikmati pemandangan desktop yang kami buat. Keterangan warna layarnya kurang keluar, bahkan terlihat lebih gelap meski menggunakan desktop dengan latar pemandangan.

User Interface

Seperti yang kami katakan di atas, menggunakan sistem operasi Windows 8.1 dengan bergaya Metro UI memang terasa cocok. Namun, kami sarankan jangan menggunakan gambar latar dengan gambar pemandangan atau warna yang terlalu terang, karena hanya membuat hasil warna layar terasa gelap. Lebih baik menggunakan default warna Tiles yang digunakan dengan aksen lines and color, sehingga warnanya terasa lebih enak dipandang dan tidak merusak mata.

Start screen dalam Windows 8.1 kali ini juga terasa lebih soft dengan ukuran tiles yang dibuat hampir 70% lebih kecil, jika dibandingkan pada versi 8.0. Selain tentunya, desktop ikut juga dilakukan perombakan, dimana tampilan gambar desktop bisa dikustom dan disamakan dengan tampilan latar start screen.

Meski begitu, untuk pengaturan sistem tidaklah berbeda jauh. Kali ini pun menggunakan dua opsi pilihan dengan fungsi yang berbeda. Pengguna bisa melakukannya melalui kontrol panel maupun PC setting.  Namun sayangnya, pada tablet berbasis Windows, seperti Asus T100 ini sangatlah sulit untuk mendapatkan langsung ‘screenshot’. Anda harus menggunakan bantuan aplikasi pihak ketiga ataupun dengan menekan tombol docking keyboard (Windows/ Ctrl + PrtScr) dan mencarinya di dalam folder Picture – Screenshot.

Balutan body dan docking keyboard yang dibuat dari bahan plastik, memberikan kesan bahwa tablet ini tidak masuk dalam kategori perangkat kelas atas. Meski Asus sudah coba mendesainnya dengan aksen bergaya alumunium dengan guratan corak bergaris, pada area docking.

Docking Keyboard

Untuk keyboard docking, Asus menggunakan bahan yang disamakan dengan body belakang layar T100. Menggunakan bahan plastik, dengan aksesn almunium sehingga terlihat lebih kompak dan kokoh. Sehingga penggunaan bahan ini, memberikan kesan bahwa perangkat ini bukanlah tablet kelas atas.

Pada bagian atas tombol keyboard, terdapat sebuah tombol yang menyembul keatas dan persis berada ditengah engsel docking. Tombol ini dimaksudkan untuk memudahkan melepas layar, dengan menekannya terlebih dahulu, kemudian menarik layar keluar. Namun, tablet akan secara otomatis masuk dalam modus standbya saat layar ditutup, dan akan langsung menyala saat dibuka kembali.

Namun, patut kami akui bahwa tombol-tombol keyboard yang berjumlah 83 tuts ini, terlihat lebih rapi dengan pola letak ‘chiklit’. Sehingga lebih nyaman untuk mengetik cepat, dan dapat mengurangi resiko kesalahan ketik. Dan sayangnya, docking keyboard ini tidak sama dengan docking keyboard Transformer lainnya, karena tidak bisa dijadikan untuk menambah daya tahan baterai. Fungsinya hanyalah sebatas keyboard untuk mengetik.

Performance

Asus menggunakan prosesor kelas Atom terbaru yag sudah mengadospi arsitektur Bay Trail. Kecepatan prosesor yang mencapai 1.33 GHz, dengan dukungan RAM 2GB mampu menghadirkan performa yang kami rasa lebih dari cukup untuk sekedar mengerjakan pekerjaan kantoran. Dan diselingi dengan mengakses internet dan menikmati file multimedia yang ada.

Untuk media penyimpanannya, Asus sebenarnya memiliki dua varian kapasitas yang dilengkapi dengan SSD sebesar 32GB atau 64GB penyimpanan internal. Selain itu, dilengkapi juga dengan slot micro SD yang bisa membaca hingga 64/ 128 GB.

Sedangkan untuk stamina baterainya sendiri, saat menjadi modus tablet maupun desktop, kami mendapatkan kinerja baterai yang mampu bekerja hingga 12 jam. Namun sayangnya, proses pengisian baterai sangat terasa lama, butuh waktu 2 hingga 3 jam lebih untuk mencapai kondisi 100% penuh.

Mungkin nilai jual yang paling bernilai dari tablet Asus Transformer T100T ini adalah pada daya baterai yang dibuat tahan lama. Dan kami rasa, karya Asus kali ini lebih unggul dari seri Transformer yang lainnya. Meski sayangnya, docking keyboard tidak membantu menambah daya.

Camera

Tidak yang bisa kami bahas lebih banyak tentang kemampuan kamera T100 ini. Selain karena resolusi sensornya yang kecil, sebesar 1.2 MP. Hasil gambarnya pun, terlihat biasa saja dan terlalu banyak noise dengan warna yang terlalu gelap. Namun, kami rasa cukup untuk mendukung aktivitas komunikasi video chating via Skype. Hanya saja, Anda harus cermat untuk memilih ruangan dengan kondisi cahaya yang kuat. [WNH/HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Harga dan Spesifikasi

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0