Upss! Jeff Bezos Sudah Prediksikan Keruntuhan Amazon

Jeff Bezos Telah Prediksikan Keruntuhan Amazon

Telset.id, Jakarta – Pada acara All-hands Meeting di Seattle, Amerika Serikat, Kamis (15/11/2018), seorang pegawai menanyakan kepada Jeff Bezos soal masa depan Amazon. Jawaban yang diberikan CEO Amazon tersebut cukup mengejutkan, karena dia justru memprediksi kejatuhan Amazon.

“Amazon tidak terlalu besar untuk (tetap menemui) kegagalan,” ujar Bezos, mengawali paparannya saat menanggapi pertanyaan seorang karyawannya.

“Nyatanya, saya memprediksi suatu hari Amazon akan jatuh. Amazon akan bangkrut. Jika Anda melihat perusahaan-perusahaan besar, usia mereka cenderung mencapai 30 tahun lebih, bukan seratus tahun lebih,” ujarnya.

Berdasarkan kutipan Telset.id dari CNBC, Senin (19/11/2018), Jeff Bezos mengatakan bahwa kunci untuk memperpanjang umur perusahaan adalah “obsesi” terhadap pelanggan dan mengurangi kekhawatiran akan diri sendiri.

“Jika kita mulai fokus terhadap diri sendiri, dibandingkan fokus kepada pelanggan-pelanggan kita, itu akan menjadi awal dari kehancuran. Kita harus mencoba dan menunda (kehancuran itu) selama mungkin,” tuturnya.

Komentar Bezos diutarakan disaat masa keemasan Amazon, dengan bisnis utama ritel yang terus berkembang sementara perusahaan menjuarai pasar layanan komputasi awan (cloud computing) dan mendapatkan angka pengguna asisten suara Alexa yang terus meningkat.

Namun, beberapa pegawai mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap laju ekspansi perusahaan. Tenaga kerja Amazon telah tumbuh hingga 20 kali lipat dalam jangka waktu delapan tahun terakhir dengan jumlah lebih dari 600.000 orang pegawai. Harga saham Amazon pun meningkat hingga empat kali lipat sejak tahun 2013.

Ini bukanlah pertama kalinya Jeff Bezos menyampaikan isu terkait skala perusahaannya dengan para pegawai. Di acara All-hands Meeting bulan Maret lalu, Bezos juga ditanyakan jika perusahaan teknologi seperti Amazon perlu diregulasi lebih ketat karena kekuatan dan pengaruh pasarnya yang signifikan.

“Kami memang perusahaan yang besar. Jadi masuk akal untuk institusi-institusi besar di bidang apa pun, baik itu perusahaan maupun pemerintah, untuk diperiksa dengan teliti,” kata Bezos menanggapi pertanyaan tersebut.

Beberapa pegawai Amazon menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah dan potensi pelanggaran hukum terkait kompetisi dan monopoli bisnis menjadi keprihatinan di antara para pekerja jika mereka melihat masa depan perusahaan.

Amazon diperkirakan akan menguasai 48 persen penjualan online di Amerika Serikat tahun ini. Angka tersebut merupakan peningkatan 43 persen dibandingkan tahun lalu. Amazon Cloud Service hingga saat ini memimpin di bidang infrastruktur komputasi awan, merebut 34 persen pasar AS. (AU/HBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here