telset

Teknologi “Anti Tua” Akhirnya Berhasil Diciptakan

Telset.id, Jakarta – Bagi Anda yang suka “parno” (paranoid, red) atau takut menjadi kelihata cepat tua, pasti akan senang jika mendengar kabar yang kami tulis ini. Ya, para ilmuwan dikabarkan telah menemukan teknologi “anti-tua”, yang bisa membuat wajah Anda menjadi terlihat awet muda.

Banyak orang yang berusaha untuk awet muda dengan melakukan berbagai cara seperti olahraga, hingga terapi anti-aging. Tapi baru-baru ini dua percobaan teknologi baru untuk anti penuaan secara klinis terhadap manusia berhasil dilakukan oleh para ilmuwan.

Dalam percobaan tersebut, terbukti jika perawatan anti penuaan baru yang berkaitan dengan perawatan anti-aging stem cell ini aman bagi manusia dan juga sangat efektif untuk mengatasi masalah penuaan.

Yang menarik, teknologi tersebut bahkan bisa mengembalikan rambut dan juga meningkatkan kebugaran dari orang yang telah menggunakannya.

[Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Tato Pintar Pendeteksi Kesehatan]

Seperti dilansir dari Ubergizmo, selain bisa digunakan untuk mengatasi masalah penuaan, perawatan yang menggunakan ekstrak sel induk Mesenchymal atau MSCs ini bahkan bisa digunakan untuk mengobati segala jenis penyakit patologis seperti kanker, jantung, dan lainnya.

Menurut para ilmuwan, hal itu bisa dilakukan karena sel induk tersebut mampu mengatasi “efek lemah” yang terjadi pada orang yang tengah mengalami masa penuaan.

Ujicoba itu sendiri melibatkan 15 pasien dengan usia rata-rata 76 tahun. Pasien-pasien tadi akan menerima infusan berisi ekstrak sel induk Mesenchymal dari sumsung tulang pendonor dewasa dengan umur berkisar 20 sampai 45 tahun.

[Baca juga: Kiddo, Wearable Pelacak Kesehatan Khusus Anak]

Pada dua percobaan yang telah dilakukan, teknologi ini sama sekali tidak membuat efek samping bagi kesehatan pasien selama 6 bulan percobaan. Malah ke-15 pasien tersebut mengalami peningkatan kualitas hidup, kebugaran dan juga perbaikan fisik yang diklaim “luar biasa”.

Setelah melaksanakan dua percobaan ini, nantinya para ilmuwan tersebut akan melaksanakan percobaan tahap kedua dengan melibatkan 120 pasien di lebih dari 10 lokasi.

Sedangkan untuk tahap ketiga, mereka akan melibatkan pasien secara acak hingga akhirnya teknologi tersebut bisa diterima di masyarakat dan juga mendapatkan izin dari Food and Drug Administration. (FHP/HBS)

SourceUbergizmo

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0