Stress? “Robot Pelampiasan” Ini Siap Dibanting dan Dipukul

Telset.id, Jakarta – Robot tidak hanya diplot untuk membantu kegiatan manusia di masa sekarang dan masa depan, tapi juga menjadi “tempat pelampiasan“. Ya, baru-baru ini telah dikembangkan “robot pelampiasan” yang siap dipukul, ditusuk, dibanting, dan dimarahi untuk membantu manusia melampiaskan emosi mereka.

Dilaporkan Engadget, seperti dilansir Telset.id pada Selasa (07/05/2019), peneliti dari Universitas Carnegie Mellon, Amerika Serikat telah menciptakan robot yang dirancang untuk dipukul, ditusuk bahkan dimarahi.

Pembuatan robot pelampiasan yang menjadi objek katarsis ini dipimpin oleh Michael Luria dan dibantu oleh Amit Zoran dan Jodi Forlizzi. Luria dan tim menciptakan 4 objek katarsis yang dirancang untuk menangani berbagai emosi dan perilaku.

{Baca juga: Di Jepang Ada Museum Robot Lovot yang Jadi “Teman Curhat”}

Objek pertama terlihat seperti bantal sofa berwarna hitam. Robot ini dirancang untuk ditusuk-tusuk, dan setelah ditusuk, robot itu mulai bergetar sampai pengguna merasa lega.

Kemudian objek kedua, terlihat seperti batu kristal. Robot itu dirancang bagi pengguna yang ingin meluapkan emosinya secara verbal, dan kristal tersebut akan menyala ketika pengguna mengeluarkan kata-kata emosionalnya.

Lalu objek ketiga, dengan bentuk seperti robot boneka. Robot ini akan tertawa dengan suara yang menjengkelkan, dan baru akan berhenti ketika kita memukulnya atau membantingnya ke permukaan tanah.

Objek keempat, memungkinkan pengguna untuk menulis pesan pribadi pada ubin keramik dan memusnahkannya dengan palu. Saat ubin pecah, objek mulai memancarkan cahaya dan suara.

{Baca juga: Rusia Mulai Gunakan Robot Sebagai Pembaca Berita}

Diungkapkan oleh para peneliti, ketika seseorang tidak punya pilihan selain marah, maka mengeluarkan kemarahan pada robot merupakan opsi yang tepat.

“Kami tidak ingin mengambil emosi negatif terhadap orang lain, tetapi kami juga sering tidak mengeluarkan energi itu ketika kami sendirian. Mungkin ada brankas ruang untuk mengekspresikan emosi negatif dengan teknologi,” kata Luria. (NM/FHP)

Sumber: Engadget

Previous articleWaduh, Calon Turis SpaceX ke Bulan Alami Kebangkrutan?
Next articleEdan! Setiap Dua Minggu Apple Beli Perusahaan Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here