Stres dengan “Budaya” Perusahaan, Karyawan Facebook Nekat Bunuh Diri

Telset.id, Jakarta – Seorang karyawan Facebook melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 4 kantornya pada September lalu. Seorang Youtuber yang juga mantan karyawan Facebook membeberkan latar belakang dari aksi nekat yang dilakukan pria bernama Qin Chen itu.

Setiap orang membutuhkan lingkungan kerja yang positif agar dapat mempertahankan kehidupan yang sehat dan stabil. Terkadang pekerjaan bisa menjadi sulit, hingga membuat stres.

Bahkan, ketika tekanan menghantam seseorang yang sedang mengalami depresi, hal buruk bisa terjadi. Seperti yang dialami oleh seorang seorang karyawan Facebook bernama Qin Chen.

{Baca juga: Duh! Karyawan Facebook Bunuh Diri di Kantornya}

Pria berusia 38 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai empat kantor pusat perusahaan tempatnya bekerja, di Menlo Park, California pada September 2019 lalu.

Dilansir dari CNET, warga San Mateo ini diperkirakan sengaja melakukan bunuh diri. Ketika polisi distrik dan petugas pemadam kebakaran setempat tiba di lokasi kejadian, korban sudah tidak responsif.

Para petugas yang mencoba untuk menolong nyawanya gagal. Ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Polisi bekerjasama dengan pihak perusahaan untuk melakukan penyelidikan, guna mengetahui alasan korban nekat mengakhiri nyawanya.

Seorang juru bicara dari Facebook, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka telah bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

“Kami bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan dan memberi dukungan kepada karyawan. Pihak keluarga sudah diberitahu, dan kami kami belum memiliki informasi untuk dibagikan,”

Namun, seorang YouTuber yang dikenal sebagai Shyu merasa ada sesuatu yang mencurigakan tentang kasus ini. Dulu ia juga pernah bekerja sebagai karyawan Facebook sendiri.

Dia kemudian mengunggah video untuk menjelaskan ‘budaya’ perusahaan Facebook dan mungkin membantu keluarga Chen dan teman-teman untuk mengetahui apa saja kemungkinan yang memotivasi korban hingga nekat mengakhir hidupnya.

{Baca juga: Patah Hati, Pria Muda Siarkan Aksi Gantung Diri di Facebook}

Dia juga telah mengumpulkan beberapa intel dari Facebook Blind, yang merupakan aplikasi obrolan internal anonim, dan menemukan bahwa banyak karyawan Facebook yang curiga bahwa Facebook berusaha menutupi bunuh diri hanya sebagai “kematian di tempat kerja”.

Shyu memposting video itu pada hari Senin dan menjelaskan bagaimana detail Chen bunuh diri, yang ia kumpulkan dari aplikasi Blind. Namun, Shyu masih menekankan bahwa ini hanya spekulasi dan belum diverifikasi.

Untuk diketahui, Chen dulu bekerja di bagian periklanan Facebook, yang juga dapat digambarkan sebagai “kelompok yang sangat stres.”

Peringkat kinerja Chen turun, dan perusahaan memindahkannya ke PIP atau Rencana Peningkatan Kinerja, atau menurut YouTuber, “jalan menuju pemecatan”. Bagi seorang karyawan, dimasukkan ke dalam program ini akan sangat memalukan.

Chen mencoba memperbaiki keadaan dengan meminta dipindahkan ke tim yang berbeda sebelum dimasukkan ke PIP.

Dia diduga menemukan tim lain tetapi manajer menahan transfernya dengan meyakinkannya agar tetap di timnya hingga akhir kuartal dan berjanji untuk memberinya peringkat kinerja yang baik.

Setelah kuartal berakhir, ia mendapat peringkat buruk oleh manajernya yang menghentikannya dari pindah ke tim yang berbeda.

{Baca juga: Pilot Kirim Pesan Ingin Bunuh Diri, Pesawat Batal Terbang}

Chen sudah cukup ketika mereka menugaskannya untuk melakukan tinjauan Severe Site Event (SEV). Dia dilaporkan mencoba untuk menunda proses tetapi diblokir oleh skrip internal.

Satu jam sebelum pemeriksaan, dia diduga bunuh diri. Semua asumsi ini, dikumpulkan Shyu dari aplikasi Blind. Selain video, dan ia juga menunjukkan polling yang diikuti 61,8 persen dari karyawan.

 

Sumber: World of Buzz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here