Rumah Sakit Ini Pekerjakan “Suster Robot”

Telset.id, Jakarta – Sudah menjadi pemandangan yang umum jika kita ke rumah sakit melihat suster yang merawat dan juga membantu membawakan obat serta keperluan lain bagi para pasien. Tapi kini ada beberapa rumah sakit yang telah menggunakan tenaga robot untuk meringankan kerja suster.

Rumah Sakit Universitas Nagoya dikabarkan akan mempekerjakan robot sebagai pengganti beberapa tugas suster di rumah sakit. Kabarnya, akan ada empat robot yang akan diresmikan oleh pihak rumah sakit Februari mendatang.

Tugas “suster robot” ini adalah untuk membawakan peralatan yang dibutuhkan, baik oleh para pasien maupun dokter atau suster yang sedang bertugas.

[Baca juga: Duh! Ekstensi Pengelola Password Rawan Pencurian Data!]

“Beban kerja bisa dikurangi dengan menggunakan robot untuk melakukan tugas yang telah dilakukan manusia. Kami berharap untuk memastikan bahwa perawat dan profesional lainnya dapat lebih berkonsentrasi pada tugas utama mereka,” ujar direktur rumah sakit Akata Naoki Ishiguro, seperti dikutip dari The Asahi Shimbun.

Diresmikannya keempat robot ini dilakukan setelah hasil pengujian robot yang merupakan hasil pengembangan Universitas Nagoya dan Toyota Industries Corp. Hasilnya cukup memuaskan, dan mereka pun menggunakan sistem yang sama untuk mobil otonom dalam memprogram robot tersebut.

Robot akan melakukan perjalanan di rute mereka dengan mengacu pada ‘floor plant’ rumah sakit dan mengandalkan perangkat radar terpasang dan kamera yang memberikan bidang pandang 360 derajat.

Jika seseorang menghalangi, robot bisa secara otomatis menghindari pesan dari manusia atau udara yang mengatakan, “Permisi, tolong biarkan saya lewat.”

Robot bisa naik lift untuk pindah ke lantai yang berbeda. Mereka secara otomatis kembali ke stasiun pengisian ketika harus membutuhkan pengisian ulang tenaga.

Bentuk dari robot ini sendiri menyerupai kulkas dengan tinggi 125 sentimeter, lebar 50 cm dan lebar 63 cm. Robot ini dapat melaju hingga 3,6 kilometer per jam, dengan maksimal beban yang bisa dibawa hingga 30 kilogram.

[Baca juga: WhatsApp Resmi “Hilang” dari BlackBerry OS]

Petugas terdaftar, termasuk perawat dan apoteker, dapat menggunakan perangkat tablet untuk memanggil robot dan menunjuk tujuannya. Robot kemudian secara otomatis mengirimkan bahan sesuai instruksi.

Sebelumnya, robot otonom serupa sudah digunakan di pabrik mobil dan tempat lain, namun masih belum diperkenalkan ke rumah sakit atau fasilitas medis lainnya di Jepang, kata beberapa pejabat.

Proyek di Nagoya University Hospital ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi robot yang dikembangkan di sektor manufaktur untuk meningkatkan efisiensi dan mengatasi kekurangan tenaga kerja. [NC/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here