📑 Daftar Isi

Picket Fences, Drama Hukum 14 Emmy yang Melupakan Don Cheadle

Picket Fences, Drama Hukum 14 Emmy yang Melupakan Don Cheadle

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Picket Fences, serial drama hukum empat musim garapan David E. Kelley, mengumpulkan 14 kemenangan Emmy dari 27 nominasi, namun warisan serial ini perlahan memudar dari perbincangan arus utama. Serial yang tayang pada 1992 hingga 1996 ini justru menjadi panggung awal bagi Don Cheadle sebelum namanya dikenal sebagai War Machine di waralaba Marvel.

Pencapaian 14 Emmy menempatkan Picket Fences sebagai salah satu serial televisi yang berhasil menorehkan sejarah di ajang penghargaan bergengsi tersebut. Sebagai perbandingan, Game of Thrones membawa pulang 59 penghargaan, The West Wing meraih 26, sementara Mad Men mengoleksi 16 kemenangan. Deretan angka itu menunjukkan bahwa tidak semua serial memiliki kehormatan meraih penghargaan tersebut, dan capaian Picket Fences menjadi bukti kualitasnya.

Pada dekade 1990-an, Picket Fences membuktikan bahwa drama hukum bisa memiliki nuansa dengan menciptakan dunia yang jarang menampilkan hukum secara hitam putih. Meski mendapat pujian kritis dan kesuksesan penghargaan yang luar biasa, serial ini perlahan menghilang dari percakapan arus utama dan meninggalkan salah satu drama hukum paling menghibur di televisi dalam kondisi kurang dihargai. Perkembangan industri serial televisi saat ini bisa dibandingkan dengan langkah platform lain, seperti yang terlihat pada Fitur Shows YouTube yang memungkinkan kreator memproduksi serial episodik.

Picket Fences memiliki banyak kekuatan. Meski terkadang menampilkan alur cerita yang aneh, cara serial ini menangani topik tabu membuatnya menonjol di era ketika banyak drama hukum bersaing memperebutkan perhatian penonton. Selain itu, jajaran pemainnya berperan besar menjadikannya salah satu drama hukum terbaik dekade 1990-an.

Warisan David E. Kelley dan Peran Don Cheadle

David E. Kelley merupakan salah satu penulis terbesar di lanskap televisi. Namanya selama bertahun-tahun dikaitkan dengan drama hukum dan medis prestisius seperti Boston Legal, Chicago Hope, serta Ally McBeal. Banyak serial televisi Kelley menjadi preseden bagi standar drama yang benar-benar menghibur. Belakangan, Kelley memproduksi sejumlah serial menarik, termasuk drama hukum hit Netflix, The Lincoln Lawyer.

Meski serial-serial Kelley tersebut sama-sama unggul, Picket Fences dengan 27 nominasi dan 14 kemenangan Emmy menjadi puncak pencapaian sang penulis. Sekilas, premis drama hukum ini sederhana: serial mengikuti Sheriff Jimmy Brock (Tom Skerritt) dan keluarganya, bersama para pengacara, dokter, dan warga kota, saat menghadapi kejahatan tidak biasa, sengketa hukum, dan dilema moral.

Banyak pihak mengasosiasikan Kelley dengan acara-acaranya yang lebih dikenal seperti Boston Legal, sehingga tidak mengherankan bila Picket Fences memudar ke latar belakang, meski serial ini layak lebih sering dibahas. Meski debut lebih dari tiga dekade lalu, serial ini mendahului ambisi televisi yang datang setelahnya. Kelley kemudian menciptakan sejumlah drama televisi besar lainnya, tetapi Picket Fences tetap menjadi salah satu contoh paling jelas kemampuannya mengubah premis sederhana menjadi sesuatu yang jauh lebih aneh dan ambisius.

Pengacara John Littleton dalam Picket Fences menjadi peran terobosan bagi Don Cheadle. Meski kini Cheadle lebih dikenal sebagai War Machine, sahabat Iron Man yang cerdas dan tajam, karier aktingnya dimulai jauh sebelum itu. Aktor tersebut memiliki banyak proyek ternama sepanjang tahun, dari Hotel Rwanda hingga The Guard. Namun, perannya sebagai John Littleton dalam Picket Fences yang benar-benar menunjukkan bahwa ia memiliki bakat generasional.

Bergabung dengan jajaran pemain Picket Fences pada musim kedua, Cheadle sudah memperlihatkan kualitas yang kemudian menjadikannya salah satu aktor drama paling dihormati di Hollywood dalam serial David E. Kelley tersebut. Penampilannya di Picket Fences lebih terkendali ketimbang terlalu teatrikal, memungkinkan otoritas dan kecerdasan Littleton muncul secara alami. Meski Picket Fences kini menjadi acara televisi 1990-an yang terlupakan, peran Cheadle dalam serial ini masih fenomenal hingga puluhan tahun kemudian.

Picket Fences bukanlah pekerjaan akting besar pertama Cheadle. Ia tampil di The Fresh Prince of Bel Air, The Golden Palace, dan Hangin’ with Mr. Cooper, tetapi drama hukum itulah yang membuat industri pertama kali memperhatikannya sebelum perannya dalam film 1995 Devil in a Blue Dress melambungkan namanya menuju bintang. Kini, Cheadle menjadi salah satu nama paling dihormati di industri, dan perannya di Picket Fences membuktikan alasannya.

Serial ini diperkuat jajaran pemain yang mencakup Tom Skerritt sebagai Jimmy Brock, Kathy Baker sebagai Jill Brock, Costas Mandylor sebagai Kenny Lacos, dan Lauren Holly sebagai Maxine Stewart. Kombinasi penulisan Kelley dan performa para pemain menjadi fondasi yang membuat Picket Fences bertahan sebagai drama hukum empat musim dengan capaian penghargaan yang jarang tertandingi.

Di tengah derasnya produksi serial televisi masa kini, termasuk proyek-proyek ambisius seperti Serial God of War yang dipesan dua musim sebelum tayang, warisan Picket Fences menjadi pengingat bahwa kualitas dan penghargaan tidak selalu menjamin tempat abadi dalam percakapan publik. Serial ini membuktikan bahwa premis sederhana bisa menjadi sesuatu yang lebih berani, sekaligus menjadi titik awal bagi salah satu aktor paling dihormati Hollywood saat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.