Petugas Kesehatan di India “Menjaga” Ibu dan Bayi via Smartphone

Telset.id, Jakarta  – Petugas kesehatan masyarakat di India dan Uganda “dipersenjatai” smartphone dan tablet berbasis analisis data, peta risiko, dan tren media sosial untuk membantu menyelamatkan kehidupan ibu dan bayi yang rentan.

Proyek senilai USD 100 juta, yang didanai oleh Yayasan Rockefeller filantropi, WHO, UNICEF, Bank Dunia, dan lainnya, akan diperluas ke 10 negara guna mencegah kematian dini enam juta wanita dan anak-anak pada 2030 mendatang.

{Baca juga: Bocah 15 Tahun Belikan Ibunya Rumah dari Hasil Bermain Game}

“Program tersebut memakai alat analitik data yang dioperasikan oleh petugas kesehatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang berfokus ke komunitas dan keluarga paling berisiko,”terang Raj Shah, Presiden Rockefeller.

Menurut Reuters, dikutip Telset.id, Kamis (26/9/2019), informasi yang dibutuhkan akan mencakup pembuatan peta risiko real-time untuk membantu petugas kesehatan lebih efektif dalam menjangkau ibu dan anak yang membutuhkan.

Informasi via smartphone juga dibutuhkan untuk menganalisis data non-kesehatan seperti pola iklim atau tren media sosial untuk memprediksi dan mempersiapkan diri sebelum wabah penyakit atau kesehatan lokal mencapai keadaan darurat.

Beberapa tahun lalu, petugas kesehatan komunitas tersebut tidak memiliki teknologi untuk menjalankan tugas. Namun, sekarang, sebagian besar dari mereka memiliki smartphone dengan data dan teknologi perangkat lunak mutakhir.

Merujuk data yang terbit pada pekan lalu, lebih banyak wanita dan bayi baru lahir bertahan hidup dibanding periode sebelumnya. Namun demikian, bayi atau wanita hamil masih meninggal dunia setiap 11 detik di suatu tempat di dunia.

{Baca juga: Bahagianya Bocah-bocah Ini Saat “Foto Selfie”, Bikin Terharu}

Tingkat kematian ibu hampir 50 kali lebih tinggi untuk wanita di Afrika sub-Sahara daripada di negara-negara kaya. Dan, bayi mereka 10 kali lebih mungkin meninggal dunia pada bulan pertama kehidupan. Isu itu pun menjadi fokus penting. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -