Pendiri McAfee jadi Korban Percobaan Pembunuhan

Telset.id, Jakarta – John McAfee mengaku telah diracuni oleh musuh-musuhnya sehingga membuatnya sakit cukup parah. Bahkan, dia membagikan foto dirinya ketika dirawat di rumah sakit, lengkap dengan tabung infus dan berbagai peralatan medis lainnya yang hampir menutupi mukanya.

Perintis perangkat lunak anti virus dan mantan kandidat presiden Amerika Serikat ini mengklaim telah menjadi korban percobaan pembunuhan yang akhirnya membuatnya tak sadarkan diri selama dua hari di rumah sakit.

Pendiri McAfee Associates itu menyatakan musuhnya telah menyematkan sesuatu pada makanan yang dikonsumsinya. Namun nampaknya McAfee tidak merasa takut pasca kejadian tersebut, malah dirinya memberikan peringatan keras kepada para musuhnya untuk pergi.

Baca Juga: Robot AI Pembunuh Gulma Ini Bisa Bedakan Tanaman

Dugaan percobaan pembunuhan terhadap John diungkapkan langsung olehnya di Twitter. Ia juga membagikan dua foto yang memperlihatkan dirinya tengah terbaring di tempat tidur rumah sakit lengkap dengan berbagai peralatan penunjang hidup.

“Saya minta maaf atas ketidakhadiran selama tiga hari, tetapi saya tidak sadar selama dua hari di Vidant Medical Center di North Carolina dan baru saja bangun. Musuh-musuh (berhasil) membubuhi sesuatu yang saya cerna. Namun, saya lebih sulit untuk dibunuh daripada yang bisa dibayangkan siapa pun. Saya kembali.” katanya, seperti dikutip dari News Sky, Minggu (25/6/2018).

Baca Juga: Pasca Kasus Pembunuhan, Didi Siapkan 4 Langkah Keamanan Baru

“Dan bagi mereka yang melakukan ini, Anda akan segera memahami arti sebenarnya dari kemarahan. Saya tahu persis siapa Anda. Anda sebaiknya pergi.” lanjutnya.

John McAfee merupakan pria yang cukup kontroversial. Pada November 2012 misalnya, McAfee pernah disebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas terjadinya pembunuhan terhadap Gregory Viant Faull, mantan penjelajah Amerika yang merupakan tetangga McAfee.

Faull ditemukan tewas setelah ditembak oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Namun, McAfee membantah telah terlibat dalam pembunuhan itu.

Baca Juga: Facebook ‘Bunuh’ Snapchat Pakai Fitur Jiplakan

Tak sampai disitu, McAfee juga bahkan pernah ditangkap pihak imigrasi di Guatemala, karena memasuki negara itu secara ilegal. Setelah ditahan, dia kemudian dibebaskan dan dideportasi ke Amerika Serikat.

Pada Agustus 2015, McAfee lagi-lagi berurusan dengan pihak berwajib, setelah mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan dan membawa senjata api di wilayah Tennessee. (WS/FHP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0