Lewat “Catatan Perpisahan”, Bill Gates Kenang Paul Allen

Paul Allen

Telset.id,Jakarta – Bill Gates menuliskan “catatan perpisahan” tentang pendiri Microsoft sekaligus sahabatnya, Paul Allen yang meninggal akibat Limfoma non-Hodgkin atau semacam penyakin kanker getah bening, pada Senin (15/10/2018) lalu.

Seperti diketahui bahwa Bill Gates dan Paul Allen bersama-sama merintis Microsoft pada tahun 1975. Sayangnya, mereka berdua harus terpisah, karena Paul Allen memutuskan keluar dari Microsoft pada tahun 1983.

Baca juga: Pendiri Microsoft, Paul Allen Tutup Usia Karena Kanker

Dilansir Telset.id dari The Verge, Rabu (17/10/2018), Gates mengungkapkan bahwa Microsoft tidak akan ada tanpa peran Paul Allen di dalamnya.

“Sebenarnya, Microsoft tidak akan pernah terwujud tanpa Paul,” tulis Gates.

Melalui blog pribadinya, Gates mengenang saat ia dan Paul sama-sama tinggal di Boston, Amerika Serikat pada tahun 1974 silam. Kala itu, Gates masih kuliah dan berusia 2 tahun lebih muda dibandingkan Paul yang sudah bekerja.

Baca Juga : 10 Fakta Menarik Sosok Pendiri Microsoft Paul Allen

Pada suatu waktu, Paul mengajaknya ke kios koran untuk melihat majalah Popular Electronic edisi Januari. Pada majalah tersebut terdapat komputer dengan nama Altair 8800.

Paul pun memiliki ide untuk membuat software penerjemah untuk perangkat Altair 8800. Gates mengatakan, Paul merasa sangat yakin jika mereka bisa melakukannya.

Keyakinan Paul membuahkan hasil, software mereka pun sukses menerjemahkan Altair 8800. Software itu sendiri, menjadi cikal bakal perkembangan Microsoft sampai sekarang.

Baca juga: Pendiri Microsoft Meninggal Dunia, Bos Teknologi Berduka

“Ini tidak akan terwujud tanpa kita,” kenang Gates, menuliskan kembali perkataan Paul.

“Itu menandai akhir dari kuliah saya dan awal dari perusahaan baru kami, Microsoft. Itu terjadi karena Paulus (Paul Allen),” tambahnya.

Jauh sebelum itu, Paul dan Gates memang sudah saling mengenal sejak masih sekolah di Seattle, Amerika Serikat. Gates menyatakan, bahwa Paul memang berbakat dalam bidang teknologi dan menjadi salah satu sosok penting yang membuat hidupnya menjadi seperti sekarang.

Baca Juga: Kisah Paul Allen dan Bill Gates Dirikan Microsoft

“Saya bertemu paul ketika di kelas 7 dan itu mengubah hidup saya. Saya langsung melihatnya. Dia dua tahun lebih tua dari saya, sangat tinggi dan jenius untuk di bidang komputer,” jelasnya.

Paul Allen juga adalah orang yang komunikatif. Gates yang sudah mengenalnya sejak lama menulis, bahwa Allen mampu menjelaskan materi soal teknologi yang rumit menjadi sederhana sehingga mudah dimengerti oleh banyak orang.

“Allen memiliki pikiran yang luas dan bakat khusus untuk menjelaskan subjek yang rumit dengan cara yang sederhana. Karena saya cukup beruntung untuk mengenalnya sejak usia muda, saya sudah melihat hal seperti itu,” katanya.

Gates pun mengemukakan, bahwa sahabatnya itu sangat menyukai musik, khususnya genre blues-rock dan musisi Jimi Hendrix. Ia menyebutkan, Paul menjadi sosok yang menularkan musik blues-rock dan Jimi Hendrix kepadanya yang sama sekali tidak mengerti soal musik.

Baca Juga: Saat Paul Allen Disebut “The Next” Jimi Hendrix

“Saya ingat ketika dia bermain gitar sambil bertanya kepada saya ‘Apakah Anda Berpengalaman?’ untuk saya. Saya tidak pernah mengalami apa pun saat itu” ucap Gates.

Paul Allen juga pernah mengajak Gates untuk menyaksikan pertandingan olahraga, ketika menjadi pemilik klub sepakbola Seattle Seahawks dan klub basket Portland Trail Blazzer. Ajakan itu membuat Gates menyukai pertandingan olahraga sampai sekarang.

Terakhir dalam tulisannya, Gates merasa sedih atas kepergian sahabatnya tersebut. Baginya, Paul bisa hidup lebih lama karena Gates tak mau berpisah darinya.

“Paulus layak mendapat lebih banyak waktu dalam hidup. Dia akan memanfaatkan itu dan aku sangat merindukannya,” pungkas Gates. (NM/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here