Lampu-lampu di Gedung Tertinggi Dunia “Ditukar” Nasi Bungkus

Gedung Tertinggi Dunia

Telset.id, Jakarta  – Bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa, setinggi 828 meter di Dubai, Uni Emirat Arab, menjadi sarana pengumpulan donasi. Dihiasi lampu-lampu membentuk huruf dan angka, gedung tertinggi dunia itu jadi sarana pengumpulan uang untuk penyediaan makanan.

Dubai termasuk kota yang terdampak wabah virus corona. Masyarakat di sana dalam kondisi cukup menderita gara-gara efek pandemi Covid-19. Perekonomian di Uni Emirat Arab benar-benar terpuruk, tidak lebih baik dibanding negara-negara lain di seluruh dunia.

{Baca juga: Ikuti Pedoman WHO, YouTube Hapus Video “Teori Konspirasi 5G”}

Menurut laporan New York Post, setiap lampu dari total 1,2 juta lampu eksternal di menara itu “dijual” seharga 10 dirham atau USD 2,70 atau sekira Rp 40.000. Dengan kata lain, setiap lampu cukup untuk membeli satu porsi makan bagi warga yang benar-benar butuh.

Seperti dikutip Telset.id, Rabu (13/5/2020), ketika sumbangan kemudian datang, orang-orang dapat mengajukan tawaran untuk mengklaim lampu di bagian paling atas. Namun, sejauh ini belum diketahui berapa jumlah donasi yang sudah terkumpul untuk membeli makan.

Sebagai pusat pariwisata dan bisnis di Uni Emirat Arab, dengan bandara internasional tersibuk di dunia, ekonomi Dubai telah sangat terdampak oleh pandemi virus corona. Banyak orang kehilangan pekerjaan atau pendapatan berkurang. Puluhan ribu pekerja migran dipulangkan.

“Saya berharap kalian punya makanan mengenyangkan dan enak. Kami siap dengan tangan terbuka menerimanya. Hidup memiliki cara tersendiri untuk mengajari kami bagaimana untuk bangkit,” kata donor Shereen Harris dalam komentar publik di situs resmi kampanye tersebut.

{Baca juga: Bos Twitter Kuras Tabungan Rp 16,2 Triliun untuk Korban Corona}

UAE telah mencatat 19.661 kasus infeksi Covid-19 dengan 203 kematian. Penggalangan dana ini adalah bagian dari kampanye untuk mendanai 10 juta makanan bagi keluarga berpenghasilan rendah selama Ramadan. Kabarnya, orang yang berdonasi sudah jutaan orang.

Di masa pandemi corona ini, banyak orang yang berlomba memberikan donasi untuk bisa membantu korban virus Covid-19. Dari warga biasa, hingga para konglomerat pemilik perusahaan raksasa.

Belum lama ini, CEO TwitterJack Dorsey, rela menguras uang di tabungan senilai USD 1 miliar atau sekira Rp 16,2 triliun guna membantu upaya penanganan korban corona. Uang sebanyak itu hanyalah 28 persen dari total kekayaannya.

Dalam serangkaian cuitan di Twitter, dilansir New York Post, Dorsey mengatakan bahwa uang tersebut akan diambilkan dari penjualan saham di Square. Square adalah layanan keuangan yang didirikannya bersama beberapa rekan. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here