Eropa dan Jepang Kirim Pesawat Antariksa ke Merkurius

antariksa Jepang dan Eropa

Telset.id, Jakarta – Badan antariksa Jepang dan Eropa, European Space Agency (ESA) serta Japan Aerospace Exploration Agenxy (JAXA) telah meluncurkan roket Ariane 5 yang membawa BepiColombo ke planet Merkurius dari landasan luar angkasa Eropa di Kourou, Perancis, pada Sabtu (20/10/2018).

Berdasarkan sinyal yang diterima pusat kontrol ESA di Darmstadt, Jerman, satu jam setelahnya, peluncuran roket Ariane 5 dinyatakan telah berhasil dilakukan.

Misi tersebut, diperkirakan berlangsung selama lebih dari tujuh tahun, dan merupakan misi pertama penjelajahan planet terdekat Matahari oleh dua negara.

Tujuan dari misi ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mencuat setelah peluncuran pesawat luar angkasa NASA, MESSENGER ke Merkurius sebelumnya.

“Meluncurkan BepiColombo merupakan tonggak bersejarah bagi ESA dan JAXA, dan masih banyak kesuksesan lain yang yang akan datang,” ujar Jan Wörner, Direktur Umum ESA dalam keterangan resminya.

Dilansir Telset.id dari The Verge, misi BepiColombo terdiri dari dua pesawat luar angkasa, yakni Mercury Planetary Orbiter (MPO) buatan ESA dan Mercury Magnetospheric Orbiter (MMO) buatan JAXA.

MPO didesain untuk mempelajari Merkurius dari orbitnya menggunakan 11 intrumen khusus. Sedangkan MMO, merupakan kendaraan yang akan berputar secara konstan sambil mengorbit pada Merkurius.

Keduanya akan melakukan perjalanan ke Merkurius bersama-sama, lalu akan memasuki orbit planet tersebut secara terpisah. MPO maupun MMO akan mengorbit dengan arah yang berlawanan untuk membantu ilmuwan menghasilkan gambar Merkurius yang lebih jelas.

Nantinya, para ilmuwan dapat mencari tahu dan memahami, bagaimana pembentukan dan evolusi planet Merkurius yang memakan waktu hingga 4,5 miliar tahun, dengan menggunakan data dari permukaan luar dan inti Merkurius.

Para ilmuwan juga tertarik dengan salah satu “perilaku abnormal” Merkurius, yakni tendensi planet yang menyusut ketika suhu pada intinya menurun. Selain itu, mereka ingin mengetahui penyebab kenapa Merkurius menjadi planet yang sangat gelap, lebih dari yang dibayangkan.

Dengan memiliki karakteristik unik dari Merkurius, serta mampu memecahkan misteri di planet itu, maka para ilmuwan dapat terbantu untuk memahami pembentukan Merkurius.

“(Misi ini) akan memberikan kami banyak pengetahuan mengenai pembentukan Tata Surya, dan terutama apa yang terjadi pada planet-planet terdalam,” ujar Mauro Casale, Manajer Pengembangan BepiColombo.

Sekadar informasi, Planet Merkurius merupakan planet yang paling jarang dikunjungi. Hanya dua probe atau roket penyelidik yang pernah melakukan perjalanan ke planet itu.

Mariner 10 merupakan pesawat luar angkasa pertama yang melintasi Merkurius sebanyak tiga kali di tahun 1974 dan 1975. Lalu di tahun 2004, NASA mengirimkan MESSENGER yang berhasil masuk ke orbit Merkurius di tahun 2011.

Roket penyelidik tersebut menghabiskan waktu empat tahun menyelidiki planet tersebut sebelum NASA dengan sengaja menabrakkannya ke permukaan Merkurius. (AU/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here