BJ Habibie Berpulang, Netizen Gaungkan #RIPBapakTeknologiIndonesia

Telset.id, Jakarta – Kepergian putra terbaik bangsa, Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal sebagai BJ Habibie menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Berbondong-bondong, masyarakat pun membanjiri media sosial dengan ucapan bela sungkawa, lengkap dengan tagar #RIPBapakTeknologiIndonesia.

Berdasarkan pantuan Tim Telset.id dari Trends24 pada Kamis (12/09/2019) pukul 11.48 WIB, tagar #RIPBapakTeknologiIndonesia berada di urutan pertama. Tagar tersebut bersaing dengan berbagai topik pembicaraan yang turut dibicarakan netizen di media sosial Twitter.

Lewat tagar tersebut, netizen pun memberi ucapan selamat jalan dan terimakasih kepada BJ Habibie. Misalnya saja Amir Fawzi. Lewat akun twitternya, Amir mengucapkan bela sungkawa terhadap mantan orang nomor 1 di Indonesia itu.

“turut berduka cita atas meninggalnya BAPAK BJ HABIBIE semoga khusnul khotimah#RIPBapakTeknologiIndonesia,” cuit Amir.

{Baca juga: Kominfo: BJ Habibie Adalah Bapak Teknologi Indonesia}

Hal serupa juga dikatakan oleh Rozi Saputra Chan. Di Twitter, Rozi berdoa supaya BJ Habibie bisa mendapatkan tempat terbaik di Surga. “Selamat jalan bapak demokrasi dan bapak teknologi #RIPBapakTeknologiIndonesia semoga dilapangkan kuburnya dijadikan kuburnya dari taman syurga…Amin ya allah,” cuit Rozi.

Selain ucapan doa, netizen berharap jika Habibie akan bertemu dengan isterinya Hasri Ainun Besari atau Ainun Habibie yang telah terlebih dahulu meninggalkan dunia pada tahun 2010. “Kini beliau ke hadapan sang ilahi dan kini beliau berjumpa dengan sang pujaan hati, Ibu Ainun. Selamat jalan Pak #RIPBapakTeknologiIndonesia,” tulis Nindya.

 

BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 atau 83 tahun yang lalu.  Habibie merupakan lulusan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat dan pernah bekerja di perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bölkow-Blohm di Hamburg, Jerman.

{Baca juga: BJ Habibie Meninggal, Menkominfo: Indonesia Kehilangan Putra Terbaik}

Tahun 1973, Habibie kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden Soeharto, kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Presiden ketiga Republik Indonesia. Semasa hidup Habibie pun menjadi pionir dalam pengembangkan teknologi pesawat terbang di Indonesia. [NM/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here