Bill Gates Merasa Game Solitaire Terlalu Sulit

Bayu Sadewo

Telset.id, Jakarta – Game Solitaire di Windows bisa jadi merupakan game “sejuta umat”, karena hampir semua pengguna komputer pernah memainkannya. Tapi tahukah Anda, game sederhana dan sangat mudah dimainkan ini dianggap terlalu sulit oleh pendiri Microsoft, Bill Gates.

Siapa yang tidak kenal Bill Gates? Dia dijuluki pakarnya komputer, karena merupakan pendiri Microsoft yang membuat Windows, sistem operasi yang paling banyak digunakan sejagat. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 di Seattle, Washington, Amerika Serikat ini memang jenius. Nilai sekolahnya bagus-bagus, terutama Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam (IPA).

Meskipun pernah drop-out (DO) alias tidak lulus dari Harvard University, tapi jangan salah, waktu tes masuk, Gates meraih nilai tes hampir sempurna. Nilai SAT (tes masuk kuliah) adalah 1590, sedangkan skor tertinggi yang dicapai dalam test itu nilainya 1.600. Beda tipis, kan? Selain itu, IQ Gates juga tercatat 160, masuk kategori jenius.

Meski berotak encer, namun ternyata Gates merasa game Solitaire yang ada di sistem operasi buatannya, Windows, terlalu sulit untuk dimenangkan. Cerita ini diungkap oleh pencipta game Solitaire, Wes Cherry.

Dalam sebuah postingan video wawancara bertajuk “Great Big Story”, Cherry mengisahkan bagaimana ia awalnya menciptakan game Solitaire. Ia menciptakan game tersebut saat ia menjadi karyawan magang di Microsoft tahun 1988.

[Baca juga: Ini Dia Orang yang Menciptakan Game Solitaire]

Cherry mengungkapkan, selama ia bekerja di Microsoft sebagai karyawan magang, ia melakukan banyak pekerjaan yang sangat menarik. Namun sebagai karyawan magang, Cherry mengaku memiliki banyak waktu senggang. Dari sinilah kemudian muncul idenya untuk bisa menggarap sesuatu.

“Di saat senggang, saya mendapatkan ide membuat Solitaire untuk Windows. Ide itu (membuat Solitaire) muncul saat saya merasa bosan, karena saat itu belum banyak game yang beredar seperti sekarang. Jadi kami harus membuatnya,” ujar Cherry.

Ide membuat game Solitaire ini kemudian ia usulkan kepada Bill Gates, CEO Micorosoft. Reaksi dari Gates ternyata sangat tak terduga, karena menurut pendiri Microsoft itu, game Solitaire terlalu sulit untuk dimenangkan.

“Dia merasa (game) itu terlalu sulit untuk bisa dimenangkan,” ujar Cherry, seperti dikutip Telset.id dari Cnet, Minggu (16/4/2017).

[Baca juga; Microsoft Luncurkan Solitaire Collection di Android dan iOS]

Meski sempat diprotes Gates karena dianggap “terlalu sulit”, namun game tersebut akhirnya disetujui. Setelah mendapat restu dari sang bos, game Solitaire akhirnya pertama kali dirilis saat Microsoft meluncurkan Windows 3.0. Sejak saat itu, Solitaire seakan tak terpisahkan dari Windows hingga saat ini.

Jika dibandingkan game-game modern yang ada saat ini, game play dari Solitaire sebenarnya sangat sederhana. Bahkan tujuan game ini dibuat oleh Microsoft sebenarnya bukan untuk mengadu keahlian pemainnya, melainkan untuk mengajari orang untuk menggunakan mouse.

[Baca juga: Microsoft Boyong Solitaire ke Windows 10]

Tapi siapa sangka, game yang sangat mudah dimainkan anak-anak SD hingga orang kantoran itu ternyata dianggap terlalu sulit oleh Gates yang memiliki IQ 160 itu. Tapi tentu saja bukan berarti Gates bodoh, karena mungkin saat itu justru dia berpikir game itu terlalu sulit dimainkan orang-orang yang baru belajar komputer. Bukan begitu, Gates?

Anda bisa melihat wawancara lengkap dengan Cherry pada video di bawah ini:

 

 

 

 

Leave a Comment