📑 Daftar Isi

Automechanika Jakarta Perdana Hadirkan 300 Perusahaan Otomotif

Automechanika Jakarta Perdana Hadirkan 300 Perusahaan Otomotif

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Pameran industri komponen dan aftermarket otomotif Automechanika Jakarta (AMJKT) untuk pertama kalinya digelar di Indonesia dengan menghadirkan lebih dari 300 perusahaan manufaktur dan perdagangan dari dalam dan luar negeri. Gelaran perdana ini berlangsung pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Center (NICE), PIK2, Tangerang, Banten, dan menandai masuknya Indonesia sebagai negara ke-15 yang menjadi tuan rumah jaringan pameran Automechanika.

Kehadiran pameran ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelaku industri komponen otomotif Indonesia terhadap pasar dan jaringan bisnis internasional. Ajang ini mempertemukan pelaku industri komponen, original equipment manufacturer (OEM), distributor, peritel, bengkel, hingga penyedia solusi mobilitas dalam satu lokasi.

Penyelenggaraan AMJKT 2026 menggunakan area seluas sekitar 20.000 meter persegi yang terdiri atas empat hall indoor dan area kegiatan luar ruang. Dari total peserta, sekitar 60 persen merupakan perusahaan dari dalam negeri, sedangkan 40 persen lainnya berasal dari luar negeri.

Peserta Nasional hingga Paviliun Internasional

Sejumlah perusahaan komponen otomotif nasional turut berpartisipasi, di antaranya Astra Otoparts Group yang membawa 25 perusahaan dalam satu area pameran. Produk yang ditampilkan mencakup komponen mesin, sistem pengereman, suspensi, bearing, baterai, ban, serta komponen OEM dan aftermarket.

Selain perusahaan nasional, peserta dari luar negeri hadir melalui paviliun Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, India, Eropa, dan China. Kehadiran sejumlah negara tersebut menunjukkan luasnya jaringan Automechanika yang telah diselenggarakan di berbagai negara.

Pameran tersebut juga didukung sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai asosiasi industri otomotif nasional dan internasional. GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor) menjadi mitra penyelenggara bersama Messe Frankfurt dalam pelaksanaan pameran tersebut.

Selama empat hari pelaksanaan, AMJKT juga dijadwalkan menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung yang membahas perkembangan industri, wawasan pasar, serta peluang kerja sama di sepanjang rantai nilai otomotif. Agenda tersebut melengkapi pameran sebagai forum yang mempertemukan pelaku industri komponen dan aftermarket otomotif Indonesia dengan pasar regional dan global.

Pameran tersebut terbuka bagi pengunjung tanpa dipungut biaya dengan pendaftaran dilakukan secara daring melalui penyelenggara. Skema ini memberi kesempatan bagi pengunjung umum maupun pelaku usaha untuk melihat langsung produk dan solusi yang ditawarkan ratusan peserta.

Sebagai bagian dari jaringan Automechanika, gelaran ini mempertemukan pelaku industri komponen, OEM, distributor, peritel, bengkel, hingga penyedia solusi mobilitas. Pertemuan lintas sektor tersebut menjadi salah satu nilai utama penyelenggaraan pameran, terutama bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jejaring bisnis.

Dampak bagi Industri Komponen Nasional

Dengan keterlibatan ratusan perusahaan lokal dan internasional, pameran ini menjadi salah satu forum yang mempertemukan pelaku industri komponen dan aftermarket otomotif Indonesia dengan pasar regional dan global. Kehadiran 300 lebih perusahaan manufaktur dan perdagangan dari dalam dan luar negeri menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian dari peta industri komponen otomotif internasional.

Partisipasi Astra Otoparts Group bersama 25 perusahaan dalam satu area pameran memperlihatkan kesiapan pelaku nasional menampilkan produk yang mencakup komponen mesin, sistem pengereman, suspensi, bearing, baterai, ban, serta komponen OEM dan aftermarket. Dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian UMKM turut memperkuat posisi pameran sebagai ajang yang melibatkan ekosistem industri secara luas.

Kehadiran paviliun Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, India, Eropa, dan China membuka peluang kerja sama di sepanjang rantai nilai otomotif. Bagi pelaku usaha nasional, hal ini menjadi jalur untuk memperluas akses terhadap pasar dan jaringan bisnis internasional.

Penyelenggaraan AMJKT 2026 sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara ke-15 yang menjadi tuan rumah jaringan pameran Automechanika dan menjadi penyelenggaraan perdana di Tanah Air. Status tersebut menempatkan Indonesia dalam daftar negara penyelenggara yang sebelumnya telah menggelar pameran serupa di berbagai negara.

Seperti halnya ajang otomotif lain yang menyatukan berbagai sektor, pameran ini memperlihatkan bagaimana industri komponen dan aftermarket menjadi bagian penting dari rantai nilai otomotif. Pendekatan serupa juga terlihat pada Strategi AiMOGA Robotics yang menyatukan otomotif dengan teknologi robotika, serta pada FCB Ti 9 PHEV yang menunjukkan perkembangan teknologi kendaraan.

Bagi pengunjung, AMJKT 2026 menawarkan akses langsung ke produk dan solusi dari ratusan perusahaan tanpa biaya masuk, dengan syarat pendaftaran daring melalui penyelenggara. Bagi pelaku industri, pameran ini menjadi forum untuk membahas perkembangan industri, wawasan pasar, serta peluang kerja sama di sepanjang rantai nilai otomotif.

Dengan lebih dari 300 perusahaan manufaktur dan perdagangan, area seluas sekitar 20.000 meter persegi, serta dukungan kementerian dan asosiasi, AMJKT 2026 menjadi penyelenggaraan perdana jaringan Automechanika di Indonesia yang mempertemukan pelaku industri komponen dan aftermarket otomotif nasional dengan pasar regional dan global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.