Jepang Punya Cara Unik Bikin Siswa Betah di Rumah

betah di rumah

Telset.id, Jakarta  – Kebijakan di rumah saja guna memutus mata rantai virus corona tentu tidak mudah dijalankan. Orang dewasa saja kesulitan menerapkannya, apalagi anak-anak? Tapi Jepang punya cara untuk bikin anak-anak bertah di rumah. Apa itu?

Untuk membantu anak-anak betah berada di rumah, Asosiasi Permainan Retro Jepang memutuskan untuk mengirimkan sistem Super Famicom ke rumah-rumah warga yang memang memenuhi syarat.

{Baca juga: Alat Buatan Jepang Cuma Butuh 10 Menit untuk Uji Covid-19}

Syaratnya, warga wajib punya anak berusia di bawah 16 tahun dan mampu menanggung biaya pengiriman sistem tersebut ke rumah. Nantinya, di sistem Super Famicom terdapat game klasik untuk dimainkan.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Senin (27/4/2020), kebijakan tersebut bertujuan untuk membuat anak-anak terhibur dan betah berada di rumah di tengah pandemi virus corona yang meluas.

Jepang memang punya cara-cara yang unik saat menjalankan kebijakan social distancing. Sebelumnya, siswa sekolah di Jepang “mengakali” acara upacara kelulusan lewat game Minecraft.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Kamis (19/3/2020), para siswa lulusan sebuah sekolah dasar di Jepang tak ingin melewatkan prosesi wisuda lantaran merupakan tonggak sejarah dalam kehidupan. Lantas, bagaimana cara mereka merayakan kelulusan?

Ternyata, mereka melakukannya secara virtual, yakni dengan bertemu di Minecraft. Di permainan video sandbox ini para siswa lantas melakukan seremonial kelulusan.

Menurut cuitan SoraNews24 di Twitter, para siswa bersenang-senang dalam upacara kelulusan unik ini. “Mereka menghabiskan hari ini bersama dengan tertawa dan bermain game. Aula dibuat sangat baik,” ujarnya.

{Baca juga: Social Distancing Paksa Siswa di Jepang Rayakan Kelulusan di Minecraft}

Sekadar informasi, kasus Covid-19 di seluruh dunia telah menembus angka tiga juta per Senin (27/4/2020). Sebagian besar penambahan kasus baru berasal dari negara-negara di kawasan Asia dan Eropa Timur.

Jumlah detailnya 3.003.944 orang, di mana 10.682 orang diantaranya merupakan kasus baru. Total kematian secara global tercatat 207.111 orang. Dari jumlah itu, 196 kasus di antaranya merupakan angka kematian baru.

Minggu (26/4/2020) lalu, kasus Covid-19 di dunia tercatat 2.993.262 orang. Sebanyak 73.858 orang di antaranya merupakan kasus baru. Sementara total kematian pada Minggu, terpantau mencapai 206.915 orang. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here