Zuckerberg Tak Ingin Skandal Pemilu AS Terjadi di Indonesia

Telset.id, Jakarta – Pada hari Kamis (24/5) lalu, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menghadiri VivaTech Conference 2018 di Paris, Prancis. Di sana, ia mengikuti sesi tanya jawab bersama Maurice Levy. Momen tersebut disiarkan secara langsung di akun Facebook Zuckerberg.

Disaksikan oleh sekitar dua juta pengikut Facebook serta hadirin di VivaTech Conference 2018,  Zuckerberg mendapat banyak pertanyaan seputar perlindungan privasi, keamanan, dan skandal penyalahgunaan data pengguna yang melibatkan Cambridge Analytica.

“Semua orang peduli terhadap privasi. Sekarang, kami memberi kontrol secara penuh kepada pengguna. Mereka bisa mengatur sendiri privasi masing-masing sehingga mengerti mana data yang harus dirahasiakan, mana yang boleh dikonsumsi oleh publik,” papar Zuckerberg.

Levy lantas bertanya tentang bagaimana Facebook bertanggung jawab terhadap konten yang dibagikan kepada pengguna lain.

“Konten pantas dan tidak pantas, setiap orang di setiap negara memiliki pandangan berbeda. Kami sedang mencari jalan keluarnya,” jawab Zuckerberg, seperti dikutip Telset.id dari Politics

Zuckerberg kemudian mengatakan bahwa musim pemilihan umum segera berlangsung. Ia berujar, Facebook akan tegas terhadap semua konten yang mengandung kampanye negatif, ujaran kebencian, dan berita palsu. “Saya tak ingin Facebook dimanfaatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Zuckerberg mengaku lambat dalam mengantisipasi intervensi Rusia pada pemilihan Presiden Amerika Serikat. Karenanya, menghadapi musim pemilihan umum di beberapa negara di dunia, Facebook jauh lebih siap untuk menghalau intervensi pihak lain.

Baca juga: Mark Zuckerberg Minta Maaf pada Parlemen Eropa

“Pada 2019, ada sejumlah negara yang melangsungkan Pemilu. Selain pemilihan parlemen Uni Eropa,  ada pula pemilihan umum di India, Indonesia, dan Brasil. Kami akan mawas diri supaya kasus di Amerika Serikat tak terjadi di negara-negara itu,” pungkas pria yang akrab dipanggil Zuck itu.

VivaTech Conference 2018 di Paris berlangsung selama tiga hari, 24-26 Mei. Gelaran teknologi tersebut dihadiri oleh perwakilan Google, Amazon, maupun Apple. Saat menghadiri acara, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sempat menasihati para petinggi perusahaan raksasa teknologi itu. [SN/HBS]

Sumber: Politics

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here