Telset.id, Jakarta Ā ā Kasus zoom-bombing telah āmenerorā banyak pengguna aplikasi Zoom dengan gambar-gambar tak senonoh. Yang paling baru, kelompok hacker menyerang layanan online gereja pakai pornografi anak, duh..
Minggu (26/4/2020) lalu, Pendeta Kris Cervantes dari Unitarian Universalist Fellowship di Waco, Texas, AS sedang melangsungkan kebaktian gereja secara online via Zoom. Tiba-tiba, hal di luar dugaan muncul.
Layar yang menampilkan pembicara utama tiba-tiba disusul gambar GIF berupa pornografi anak. āGambar muncul hanya sepersekian detik. Tidak masuk akal,ā terang Cervantes.
{Baca juga:Ā Ribuan Video Rapat Online Pengguna Zoom Bocor di Internet}
Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Selasa (19/5/2020), respons pertama Cervantes hanyalah menutupi layar. āDengan melakukannya, semoga tidak ada jemaat yang melihat gambar tak pantas itu,ā imbuhnya.
Namun, tampilan zoom-bombing pornografi anak tersebut berlangsung selama 12 detik. Para administrator secara panik langsung mencoba menghilangkannya. Mereka kemudian mencoba mengambil nafas dalam-dalam untuk menyeka kepanikan.
āPelaku menggunakan nama āKristinaā. Meski asing di telinga, pemilik akun itu tetap kami izinkan untuk mengikuti misa lewat Zoom. Sebab, selama ini, kami memang terbuka, tidak pernah membatasi siapapun,ā paparnya.
Serangan tersebut telah membawa beberapa perubahan kebijakan. Pada hari-hari berikutnya, para pejabat gereja mencari bantuan keamanan siber dan belajar bagaimana untuk meningkatkan pengaturan privasi masing-masing.
āKejadian zoom-bombing pornografi anak itu benar-benar menghancurkan dan mengerikan. Secara eksplisit, kami melarang kegiatan atau konten yang tidak senonoh, ilegal, atau kasar di platform. Kami melakukan penyelidikan, ākata juru bicara Zoom.
{Baca juga: Waspada! Hacker Bisa āKepoinā Aktivitas Pengguna Aplikasi Zoom}
Sekadar informasi, āZoom-bombingā adalah fenomena di aplikasi Zoom, di mana penjahat mengganggu pertemuan virtual dengan meneriakkan kata-kata kotor, menampilkan gambar-gambar tertentu yang mencela, atau menempatkan pornografi di layar.
Insiden itu telah mengganggu sekolah dan lembaga pemerintah yang mau tak mau menggunakan Zoom di tengah kebijakan karantina di rumah guna mencegah penularan virus corona. Serangan tersebut terjadi cukup sering dalam beberapa minggu terakhir.
Sudah banyak kasus zoom-bombing dilaporkan terjadi di banyak negara, termasuk di Indonesia. Salah satu contoh kasus zoom-bombing di Indonesia yang menghebohkan adalah menimpa Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas).
Saat itu, Wantiknas sedang menggelar sebuah diskusi via aplikasi video conference Zoom pada Kamis (16/04/2020), tiba-tiba muncul gambar-gambar porno yang tak pantas.
Padahal pembicara diskusi tersebut berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari Ketua Pelaksana Wantiknas Ilham Habibie, mantan Direksi Telkomsel Garuda Sugardo hingga Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Widodo Muktiyo.
{Baca juga: Diserang Zoom Booming, Diskusi Wantiknas āDisuguhiā Video Mesum}
Kasus serupa juga terjadi di sejumlah sekolah di Singapura, dimana saat itu muncul pria aneh yang membuatĀ komentar cabulĀ selamaĀ streamingĀ pelajaran geografi di Zoom.
Alhasil, akibat insiden foto cabul yang muncul, Singapura melarang guru untuk menggunakan aplikasi Zoom.
Selanjutnya >
Zoom Cegah Zoom-bombing
Akibat banyaknya laporan kasus zoom-bombing, pihak Zoom meluncurkan fitur baru untuk membantu pengguna melawan para peretas dan trollĀ yang membajak video telekonferensi.
Zoom akan menempatkan tombol baru untuk memungkinkan moderator melaporkan perilaku mencurigakan. Fitur ini dibuat untuk menangkal Zoom-bombing.
{Baca juga: Zoom Update Fitur Baru untuk Cegah āZoom-bombingā}
Nantinya, dengan menekan tombol baru di aplikasi, moderator bisa melaporkan kejadian atau tindakan di luar normal ke tim Trust and Safety Zoom. Selanjutnya, tim bakal mengevaluasi masalah dan memblokir pengguna yang terbukti melakukan aksi negatif.
Fitur itu akan dimasukkan dalam pembaruan aplikasi Zoom dan diluncurkan pada Minggu (26/4/2020) mendatang. Fitur tersebut hadir untuk untuk mengatasi fenomena bernama āZoom-bombingā. [SN/HBS]




