XL Raup Pendapatan Rp 5,5 Triliun di Kuartal I 2015

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Dian Siswarini, Deputy CEO XL
Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata (bayu/telsetnews)

JAKARTA – Sepanjang kuartal pertama tahun 2015, PT XL Axiata meraih pendapatan sebesar Rp 5,5 triliun, dengan tingkat pertumbuhan yang relatif datar. Selain itu, imbas melemahnya rupiah membuat XL harus menelan kerugian sebesar Rp 758 Milliar di kuartal I 2015.

Dalam keterangan resmi pencapaian kinerja perusahaan selama kuartal pertama tahun 2015, operator terbesar kedua di Tanah Air ini melaporkan bahwa pendapatan dari layanan seluler sebesar Rp 1,86 triliun atau tumbuh 3% dari tahun lalu. Sementara pendapatan dari layanan SMS sebesar Rp 1,05 triliun, sedangkan layanan data dan VAS sebesar Rp 1,6 triliun, serta interkoneksi sebesar Rp 642 miliar.

Layanan Data XL mengalami pertumbuhan sebesar 29% dibanding tahun lalu. Pendapatan layanan Data memberikan kontribusi sebesar 32% terhadap total pemakaian pendapatan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 26%.

Presiden Direktur XL, Dian Siswarini menjelaskan, pertumbuhan layanan Data yang signifikan didorong oleh meningkatnya lalu lintas (traffic) penggunaan Data serta penetrasi penggunaan smartphone.

“Kami fokus menyediakan layanan Internet agar lebih terjangkau sehingga dapat meningkatkan trafik penggunaan Data sebesar 92% dibandingkan tahun lalu,” kata Dian, dalam keterangannya yang diterima telsetNews, Rabu (6/5/2015).

Diang mengungkapkan, bahwa sepanjang kuartal I 2015, XL memiliki 52,1 juta pelanggan dengan Average Revenue Per User (ARPU) Rp 28 ribu atau naik dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 23 ribu. Saat ini jumlah pengguna smartphone XL telah mencapai 17,2 juta pelanggan dengan tingkat penetrasi sebesar 33% selama kuartal pertama tahun ini.

Meski begitu, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) menurun 15% dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 1,9 Triliun dengan marjin EBITDA sebesar 34%.

Penurunan EBITDA ini merupakan dampak adanya integrasi dengan Axis, yang mana proses akuisisi telah selesai dilakukan pada tanggal 19 Maret 2014 yang lalu. Di kuartal pertama tahun lalu dampak tersebut belum terlihat sepenuhnya.

Kerugian selama kuartal pertama 2015 sebesar Rp 758 Milliar merupakan dampak dari melemahnya Rupiah. Tanpa memperhitungkan dampak dari transaksi Forex  yang belum direalisasikan serta hasil pajak, maka XL hanya mencatat kerugian sebesar Rp 79 Milliar

XL juga telah membelanjakan Rp 769 Milliar belanja modal untuk memperluas infrastruktur layanan Data dan layanan mobile, dengan sumber dana berasal dari internal. Total hutang mengalami sedikit peningkatan menjadi Rp 30,2 triliun dari Rp 28,4 triliun pada akhir kuartal empat tahun lalu, sehingga hutang bersih/EBITDA sedikit berkurang dari sebelumnya 2.9x menjadi 2.8x.

Agenda Transformasi

Agenda Transformasi

Selama tahun 2014, XL telah memfokuskan pada upaya konsolidasi dan integrasi paska merger dengan Axis. Setelah seluruh proses konsolidasi dan merger tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal semula, maka tahun 2015 ini akan menjadi periode transformasi bagi XL.

XL mengawali tahun 2015 dengan melakukan agenda transformasi yang berfokus pada upaya penciptaan nilai (value creation) jangka panjang. Agenda transformasi tersebut mencakup tiga hal, yaitu memperbaiki bisnis inti selular (revamp), meningkatkan value bagi pelanggan (rise) serta menghasilkan bisnis-bisnis baru non selular (reinvent).

Dian Siswarini selaku Presiden Direktur XL yang baru menggantikan Hasnul Suhaimi menegaskan akan memimpin langsung agenda transformasi tersebut. Transisi model bisnis baru yang berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang ini akan memberikan dampak bagi XL, diantaranya perubahan strategi untuk meraih pelanggan, dari yang sebelumnya fokus pada kuantitas pelanggan (volume) beralih ke pelanggan yang produktif (value).

“Untuk merespon dinamika perubahan industri dan pasar yang demikian cepat, tentunya sangat penting bagi XL untuk segera berbenah dengan melakukan transformasi untuk dapat memperkuat kelangsungan bisnis perusahaan secara berkesinambungan di masa yang akan datang,” ujar Dian.

Sejalan dengan agenda transformasi yang sedang dilakukan, perusahaan menerapkan strategi dual brand XL dan Axis untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar yang berbeda. Merek Axis baru saja diluncurkan kembali untuk melayani pelanggan yang ingin memaksimalkan layanan yang ditawarkan dengan kebutuhannya.[HBS]