Xiaomi Mulai Naikkan Harga Ponselnya di India, Ada Apa?

Telset.id, Jakarta – Depresiasi nilai mata uang yang terjadi di banyak negara Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini mulai terlihat dampaknya pada kenaikan harga ponsel. Xiaomi adalah salah satunya, yang diketahui mulai mengerek banderol produk besutannya di India.

Direktur Xiaomi India Manu Kumar Jain mengumumkan hal ini via Twitter, bahwa mereka menaikkan harga  beberapa perangkatnya, termasuk Redmi 6, Redmi 6A, dua model Mi LED TV dan power bank 10.000 mAh.

Dilaporkan GSMArena, Senin (12/11/2018), smartphone Xiaomi Redmi 6 yang dibekali RAM 3GB dan memori internal 32GB minggu lalu dijual dengan harga mulai dari 7.999 rupee atau sekitar Rp1,6 jutaan, kini naik menjadi 8,499 rupee atau Rp1,725 jutaan.

Redmi 6A yang lebih murah banderolnya naik sekitar 500 rupee atau Rp100 ribuan untuk versi RAM 2GB dan memori 16 GB menjadi 6,599 rupee atau setara Rp 1,3 jutaan. Sementara Redmi 6A dengan opsi RAM 2GB dan  memori 32 GB dibanerol 7,499 rupee atau sekitar Rp1,5 jutaan.

Kedua tipe ponsel ini dalam iklannya disebut “dibuat di India oleh orang India,” alias pabriknya berada di negeri Hindustan tersebut. Tetapi karena sebagian besar komponen perangkat diimpor, maka biaya produksi tetap saja naik mengikuti harga komponennya.

Produk lain yang terdongkrak harganya berkat depresiasi dolar adalah Mi LED TV 4C Pro 32” yang kini dibanderol 15,999 rupee atau sekitar Rp3,2 jutaan, naik 1.000 rupee atau Rp203 ribu dari sebelumnya. Mi LED TV 4A Pro 49” kini dibanderol 31.999 rupe atau sekitar Rp6,49 jutaan naik hingga 2.000 rupee atau Rp400 ribuan. Sedangkan Power Bank Mi 2i Black dengan kapasitas 10.000 mAh kini dibanderol 899 rupee atau sekitar Rp182 ribuan, naik dari 799 rupee atau Rp162 ribuan.

Langkah produsen ponsel asal China ini mengikuti jejak pesaingnya, Realme, yang pekan lalu mengganti harga promo pada perangkat di Flipkart dan Amazon India.

CEO Realme, Madhav Sheth mengungkapkan kenaikkan harga produk yang bersaing langsung dengan Xiaomi dari sisi banderol tersebut dilakukan karena nilai mata uang India rupee merosot dan mereka harus menyesuaikan biaya produksi jika tidak ingin merugi.

Xiaomi dan Realme sangat bergantung pada penjualan handset dengan harga terjangkau untuk kalangan menegah ke bawah. Ini sebabnya kenaikan harga produk termurah mereka tidak terlalu signifikan karena masih dianggap murah. [WS/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here