Telset.id – X, platform media sosial yang terus bergulat dengan masalah bot, akhirnya meluncurkan fitur video editor dan perekam baru. Langkah ini diambil untuk mendorong para kreator menghasilkan konten orisinal di platform tersebut, alih-alih hanya mendaur ulang materi milik orang lain.
Pembaruan ini menghadirkan sejumlah fitur yang cukup dinantikan. Kreator kini bisa menambahkan teks overlay pada video dalam berbagai bahasa dan menyesuaikan tampilannya. Selain itu, tersedia pula alat green screen yang dapat bekerja dengan foto dari galeri ponsel atau unggahan X lainnya.
“Salah satu prioritas terbesar kami adalah memberikan alat bagi kreator untuk membuat konten orisinal dan memberi penghargaan kepada kreator tersebut,” tulis Kepala Produk X, Nikita Bier, dalam sebuah unggahan. “Kami masih memiliki banyak pembaruan lain untuk editor video dalam beberapa minggu mendatang.”
Bier menjelaskan bahwa tujuan dari editor video ini adalah menyediakan alat pengeditan yang “fungsional” sehingga video di X bisa “akhirnya menjadi konten orisinal yang tidak ada di platform lain.” Ia menyoroti bahwa banyak unggahan dari akun-akun top di X berisi materi curian, bahkan ada yang sudah berusia lima tahun sejak pertama kali viral.
Konten daur ulang memang selalu menjadi jalan pintas menuju viralitas di platform sosial, terutama karena ada uang yang terlibat. Namun, editor video saja tidak akan menyelesaikan masalah tersebut. Untuk mendorong ekosistem kreator yang sehat, X harus memastikan kreator bisa menjangkau audiens nyata yang luas dan skalabel untuk memonetisasi karya mereka secara efektif.
Agar kreator mau memposting secara eksklusif di X, diperlukan lebih banyak insentif. Pasalnya, kompetitor seperti TikTok, Meta, dan YouTube sudah memiliki ekosistem yang matang dengan pembayaran yang konsisten dan dapat diandalkan.
X juga kekurangan alat bawaan yang bisa digunakan kreator untuk melaporkan karya mereka jika dicuri dan mengambil tindakan, mirip dengan perlindungan yang ditawarkan Meta kepada kreator Reels. Meta, misalnya, memungkinkan pemilik konten asli untuk memblokir visibilitas konten curian atau menambahkan tautan atribusi untuk memonetisasinya. YouTube juga sudah lama memiliki alat untuk menemukan dan menghapus unggahan ulang yang tidak sah.
Yang terpenting, X harus mengatasi masalah populasi bot yang sangat besar. Bot tidak hanya bisa menggelembungkan jumlah tampilan, tetapi juga mengeruk dan mencuri konten. Pada bulan April lalu, Bier mengatakan bahwa X mengidentifikasi dan menangguhkan “208 bot per menit dan terus bertambah,” yang menunjukkan skala masalah tersebut. Sebelumnya, ia juga mengatakan bahwa setengah dari tim produk fokus mengembangkan fitur untuk mengurangi spam.
Bier memberikan alasan lain untuk peningkatan ini, di luar fakta bahwa konten daur ulang memiliki “dampak negatif pada pengalaman pengguna dan bisnis.” Ia mengatakan bahwa unggahan di X yang berisi video sudah mencakup hampir setengah dari total impresi di jejaring sosial tersebut. Jadi, ini bukan sekadar upaya X untuk meniru TikTok.
Perlu dicatat, X bukan satu-satunya jejaring sosial yang diganggu oleh meningkatnya jumlah spam di era AI. Reddit, misalnya, baru saja mengumumkan penerapan alat AI untuk mengatasi peningkatan spam dan konten bot yang dimungkinkan oleh kebangkitan large language models (LLMs). Digg, calon pesaing Reddit, menutup aplikasinya awal tahun ini dengan alasan tidak memiliki cara untuk melawan spam yang luar biasa banyak sebagai startup baru.
Bier mengatakan bahwa editor video dan perekam ini awalnya tersedia di aplikasi iOS, sementara aplikasi Android masih dalam proses pembangunan ulang.





Komentar
Belum ada komentar.