Spyware Pegasus WhatsApp

Ditanya Dampak Spyware Pegasus di Indonesia, WhatsApp Bungkam

Penulis:Naufal Mamduh
Terbit:
Diperbarui:28 Juni 2020
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Perwakilan WhatsApp Asia Pasifik memilih bungkam ketika disinggung soal dampak serangan spyware Pegasus bagi pengguna di Indonesia. Meraka cuma menjelaskan, kalau tuntutan terkaitĀ spyware buatan Israek itu telah diajukan ke pengadilan Amerika Serikat (AS).

Ketika ditanya soal dampak Pegasus terhadap WhatsApp, Direktur Kebijakan WhatsApp Asia Pasifik, Clair Deevy hanya membeberkan terkait fakta-fakta soal spyware Pegasus WhatsApp yang menjadi bahan tuntutan kepada perusahaan Israel, NSO Group.

{Baca juga: BSSN dan BIN Harus Lindungi Presiden Jokowi dari Spyware Pegasus}

ā€œItu sedang terjadi. Jadi informasi yang saya dapat bagikan keluar di publik dalam hal fakta bahwa setelah menemukannya awal tahun ini, kami sekarang telah mengajukan gugatan di Amerika Serikat terhadap NSO,ā€ tutur Clair di Kantor Kominfo Jakarta, Kamis (07/11/2019).

ā€œItulah informasi yang dapat saya bagikan,ā€ tambahnya.

Clair mengatakan, pihaknya selalu mementingkan privasi para pengguna. Untuk itu, langkah mengajukan gugatan terhadap NSO Group merupakan komitmen mereka dalam menjaga privasi pengguna.

ā€œJadi yang bisa saya bagikan tentang ini adalah fakta bahwa kita berkomitmen untuk menjaga privasi dan enkripsi dan kita melihat bahwa hal-hal seperti ini bukan kasus yang kita inginkan,ā€ tutup Clair.

{Baca juga :Ā Tanggapan Menkominfo Johnny Terkait Spyware Pegasus}

Pemerintah Indonesia juga merespon terkait kasus spyware Pegasus WhatsApp. Menkominfo Johnny G. Plate menegaskan bakal mengawasi ancaman serangan spyware itu.

Meski demikian, ia berkata bahwa sampai sekarang Kominfo belum melihat dampak dari virus jahat itu terhadap pengguna WhatsApp di Indonesia. Namun, dirinya tidak bisa memastikan apakah virus tersebut memang tidak mempengaruhi pengguna Tanah Air atau malah sebaliknya.

SebelumnyaĀ SpywareĀ PegasusĀ disebut-sebut sebagai biang keladi atas kasus peretasanĀ WhatsApp yang menargetkan 1.400 orang dari berbagai pihak, termasuk diplomat, pembangkang politik, wartawan, dan pejabat senior pemerintah.

SpywareĀ ini dibuat oleh perusahaan asal Israel, NSO Group. Facebook, sebagai perusahaan pemilik WhatsApp pun mengungkap sejumlah fakta dari kemampuan dalam gugatannya terhadap NSO Group.

{Baca juga:Ā Jahatnya Kemampuan Spyware Pegasus yang Infeksi WhatsApp}

Facebook, sebagai perusahaan pemilik WhatsApp pun mengungkap sejumlah fakta dari kemampuan Pegasus, dalam gugatannya terhadap NSO Group.

Raksasa media sosial besutan Mark Zuckerberg itu menyebut bahwa NSO Group menyusupkan Pegasus melalui fiturĀ video callĀ WhatsApp. SaatĀ spywareĀ tersebut masuk, Pegasus langsung menjalankan kode berbahayanya diĀ smartphone korban. (NM/FHP)