WannaCry dan NotPetya Melemah, Hacker Siapkan Jurus Lain?

Telset.id, Jakarta – Sempat merajalela, serangan ransomware oleh hacker mulai melemah mendekati pengujung 2017. Namun, Anda jangan dulu senang. Sebab, tampaknya, hacker sedang beralih menggunakan modus lain untuk menyerang.

Ransomware adalah malware jahat yang bisa mengunci data, dan hanya bisa dibuka apabila Anda telah mengirim uang tebusan kepada hacker. Pola tersebut dijalankan oleh WannaCry pada Mei 2017 dan NotPetya pada Juni 2017 lalu.

Pertanyaannya, kenapa hacker mulai membuang “senjata” favorit itu? Alasannya pertama, para pengguna komputer sudah memiliki penangkal mujarab untuk melawannya. Mereka cukup mem-backup data agar punya cadangan manakala tiba-tiba terkunci oleh ransomware.

Chris Boyd, analis malware di Malwarebytes, mengatakan kepada ZDNet, bahwa upaya menghindari serangan ransomware dengan menyimpan data di Cloud atau hardisk cadangan memang terbukti jitu memupus asa hacker untuk mendapatkan uang tebusan.

“Alasan lain kenapa hacker mulai meninggalkan ransomware adalah keberadaan virus lain yang lebih “sakti”. Virus tersebut disiapkan untuk menjalankan kejahatan serupa, yakni mengunci data para pengguna komputer. Jadi, Anda harus tetap waspada,” tegasnya.

Lain hal, Adam Kujawa, direktur intelijen malware di Malwarebytes, mengemukakan, pada Desember 2017 ada perubahan tren serangan hacker ke komputer para pengguna. Hacker menggunakan cryptojacking untuk “mengakali” komputer ketika mereka sedang mengakses situs.

“Hacker tidak lagi bermain dengan modus penguncian data. Mereka diam-diam menggunakan kekuatan pemrosesan komputer para pengguna untuk menjalankan program bitcoin,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here