Sandhya Devanathan, VP Meta untuk India dan Asia Tenggara yang kini bergabung dengan OpenAI

VP Meta untuk Asia Sandhya Devanathan Hengkang ke OpenAI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Sandhya Devanathan, VP Meta untuk India dan Asia Tenggara, hengkang ke OpenAI
  • Devanathan akan berbasis di Singapura dan melapor ke Kiran Mani, MD OpenAI Asia-Pasifik
  • Ia akan mengawasi pertumbuhan konsumen, adopsi enterprise, kemitraan, dan operasional di Asia Tenggara dan Australia
  • Devanathan meninggalkan Meta setelah lebih dari satu dekade, bergabung 2016
  • Penunjukan ini terjadi setelah Prabhjeet Singh bergabung sebagai kepala OpenAI untuk India
  • Meta India kini dipimpin Arun Srinivas yang melapor langsung ke Benjamin Joe
  • Meta menghadapi tekanan dari pemerintah India terkait moderasi konten dan keamanan online

Telset.id – OpenAI kembali merekrut eksekutif senior dari perusahaan teknologi besar. Sandhya Devanathan, Vice President Meta untuk India dan Asia Tenggara, resmi meninggalkan perusahaan tersebut dan bergabung dengan pengembang ChatGPT itu. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh OpenAI kepada TechCrunch.

Devanathan akan berbasis di Singapura dan melapor langsung kepada Managing Director OpenAI untuk Asia-Pasifik, Kiran Mani. Dalam peran barunya, ia akan mengawasi pertumbuhan konsumen, adopsi enterprise, kemitraan, keterlibatan regulasi, serta operasional di seluruh kawasan Asia Tenggara dan Australia.

Kepergian eksekutif ini terjadi setelah lebih dari satu dekade Devanathan mengabdi di Meta. Selama menjabat, Meta sendiri tengah menghadapi pengawasan yang semakin ketat terkait isu keamanan online dan moderasi konten. Devanathan disebut terlibat dalam proses pengambilan keputusan perusahaan di India, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Penunjukan Devanathan terjadi hanya beberapa hari setelah Prabhjeet Singh bergabung dengan OpenAI sebagai kepala untuk India. Singh sebelumnya menghabiskan lebih dari satu dekade di Uber, di mana ia memimpin bisnis Uber di India dan Asia Selatan. OpenAI sendiri terus memperluas kehadirannya di kawasan Asia-Pasifik dengan membuka kantor di Singapura, Tokyo, Seoul, Sydney, dan Delhi dalam dua tahun terakhir.

Restrukturisasi di Meta India

Setelah kepergian Devanathan, Managing Director Meta India, Arun Srinivas, akan melapor langsung kepada Benjamin Joe, Vice President Meta untuk Asia-Pasifik. Informasi ini disampaikan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada TechCrunch.

Devanathan bergabung dengan Meta pada 2016 dan memegang beberapa peran kepemimpinan di perusahaan tersebut. Ia pernah memimpin bisnis gaming Meta untuk kawasan Asia-Pasifik sebelum akhirnya diangkat sebagai vice president untuk India dan Asia Tenggara pada Juni tahun lalu.

Karier Devanathan di Meta berlangsung di tengah meningkatnya tekanan dari otoritas India terhadap perusahaan. Beberapa pekan terakhir, Meta menghadapi sorotan tajam dari pemerintah India terkait berbagai isu.

Tekanan Pemerintah India terhadap Meta

Sebelumnya, Meta menyampaikan permintaan maaf setelah Instagram secara tidak sengaja membatasi sebuah unggahan dari Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Juli lalu. Pemerintah India kemudian memanggil eksekutif Meta, termasuk Chief Global Affairs Officer Joel Kaplan, terkait insiden tersebut.

New Delhi juga telah menyuarakan kekhawatiran atas konten pelecehan seksual anak di platform milik Meta. Bulan lalu, pemerintah India meminta penjelasan dari Meta setelah laporan BBC menemukan iklan Instagram yang diduga menawarkan akses ke konten semacam itu.

Meta menanggapi dengan pernyataan di blog resmi bahwa mereka telah menghapus iklan dan akun yang melanggar, serta menolak tuduhan bahwa mereka dengan sengaja menargetkan iklan tersebut kepada pengguna berdasarkan minat yang tidak pantas. Perusahaan juga mencatat telah menghapus 160.000 akun di India selama enam bulan berdasarkan sinyal yang mengindikasikan aktivitas eksploitasi anak.

Ekspansi OpenAI di Asia-Pasifik

Kepergian Devanathan ke OpenAI menandai langkah agresif perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu dalam memperkuat timnya di kawasan Asia-Pasifik. Dengan bergabungnya Devanathan dan Singh, OpenAI kini memiliki dua eksekutif berpengalaman yang memahami pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara secara mendalam.

Pengalaman Devanathan dalam menangani hubungan dengan regulator di India menjadi aset berharga bagi OpenAI. Ia juga memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang merupakan salah satu pasar digital terbesar di kawasan ini.

Keputusan OpenAI untuk menempatkan Devanathan di Singapura menunjukkan pentingnya pasar Asia Tenggara dalam strategi ekspansi perusahaan. Singapura sendiri telah menjadi pusat operasional OpenAI di kawasan ini sejak perusahaan membuka kantornya di sana.

Sementara itu, Meta harus beradaptasi dengan perubahan struktur kepemimpinan di kawasan Asia-Pasifik. Dengan Arun Srinivas yang kini melapor langsung ke Benjamin Joe, Meta tampaknya berupaya mempertahankan kesinambungan bisnis di India pasca kepergian Devanathan.

Perubahan kepemimpinan ini terjadi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Meta di India. Selain tekanan dari pemerintah, perusahaan juga harus menghadapi persaingan ketat di pasar iklan digital yang semakin ramai.

Bagi OpenAI, perekrutan Devanathan merupakan sinyal bahwa perusahaan serius dalam membangun kehadiran jangka panjang di Asia-Pasifik. Dengan kombinasi pengalaman Devanathan di Meta dan Singh di Uber, OpenAI kini memiliki tim yang kuat untuk mendorong adopsi produk AI di kawasan ini.

Kedua eksekutif tersebut membawa pengalaman luas dalam mengelola bisnis teknologi di pasar yang kompleks seperti India dan Asia Tenggara. Hal ini penting bagi OpenAI yang ingin memperluas basis pengguna ChatGPT di luar pasar Amerika Utara dan Eropa.

Dengan latar belakang Devanathan yang kuat dalam bidang gaming dan kepemimpinan regional, ia diharapkan dapat membantu OpenAI menembus pasar konsumen dan enterprise di Asia Tenggara dan Australia. Perusahaan juga akan diuntungkan oleh pemahaman Devanathan tentang lanskap regulasi di kawasan ini.

Kepergian Devanathan dari Meta juga menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi perusahaan media sosial dalam mempertahankan talenta terbaiknya. Di tengah meningkatnya persaingan untuk mendapatkan eksekutif berpengalaman di bidang teknologi, perusahaan seperti OpenAI menawarkan peluang baru yang menarik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.