πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi kerentanan updater Popcorn Time Time4Popcorn pada perangkat Windows, macOS, dan Android

Updater Popcorn Time Time4Popcorn Rentan, 2 Juta Perangkat Terancam Botnet

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Updater Popcorn Time varian Time4Popcorn masih aktif di jutaan perangkat Windows, macOS, dan Android
  • Updater menghubungi domain terbengkalai via HTTP tanpa enkripsi dan menjalankan Chrome usang
  • Celah ini bisa dipakai membangun botnet, man-in-the-middle attack, hingga pengawasan
  • Eye Security mendaftarkan domain dan mengirim pembaruan untuk menonaktifkan updater
  • Lebih dari 2 juta unduhan pembaruan terkirim sebelum dihentikan pada Maret
  • Domain diserahkan ke Shadowserver Foundation setelah proses netralisasi

Telset.id – Updater perangkat lunak Popcorn Time varian Time4Popcorn masih berjalan di jutaan perangkat Windows, macOS, dan Android di seluruh dunia, meski pengembangan aplikasi itu sudah lama ditinggalkan. Tim riset Eye Security menemukan bahwa updater tersebut menghubungi domain web yang kini terbengkalai melalui HTTP tanpa enkripsi dan menjalankan versi Chrome yang usang serta tidak aman. Kondisi ini membuka jalan bagi siapa pun untuk membajak proses pembaruan dan menyusupkan perangkat lunak berbahaya ke perangkat pengguna.

Temuan Eye Security menjadi peringatan serius bagi pengguna yang masih menyimpan aplikasi bajakan tersebut. Pasalnya, updater yang dibiarkan aktif tanpa pengawasan bisa dimanfaatkan untuk membangun botnet dalam skala besar. Peneliti Eye Security, Niels Teusink, menyebut updater itu berpotensi dipakai memasang dan menjalankan hampir semua jenis perangkat lunak dengan hak istimewa penuh.

Menurut Teusink, ada beberapa cara penyalahgunaan yang mungkin terjadi. Seseorang bisa mengambil alih salah satu domain yang sudah terbengkalai, melakukan man-in-the-middle attack untuk menargetkan perangkat tertentu, atau melakukan pengawasan dengan mengidentifikasi mesin yang menjalankan perangkat lunak tersebut. Seluruh skenario itu cukup diwujudkan hanya dengan menguasai satu domain.

Cara Eye Security Menetralkan Updater

Alih-alih membiarkan celah terbuka, Eye Security memilih langkah tak lazim. Mereka mendaftarkan salah satu domain yang digunakan updater, lalu memanfaatkannya untuk mengirim pembaruan buatan sendiri yang memerintahkan updater menonaktifkan dirinya. Meski langkah ini menimbulkan pertanyaan etis, para peneliti menegaskan satu-satunya alternatif adalah tidak melakukan apa pun.

β€œProses pembaruan itu tidak melakukan fungsi apa pun, hanya menciptakan risiko bagi pengguna,” ujar Eye Security, dikutip dari laporan tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa updater Time4Popcorn tidak lagi memiliki kegunaan fungsional, tetapi tetap menjadi celah keamanan yang aktif.

Pada perangkat Windows, pembaruan dari Eye Security hanya menghentikan dan menonaktifkan layanan melalui Service Control Manager, tanpa menghapus file atau data lain. Di macOS, mereka menggunakan shell script untuk menjalankan perintah yang memblokir proses pembaruan agar tidak berjalan. Sementara untuk perangkat Android, Eye Security tidak menyinggung penanganannya, karena pemasangan pembaruan di platform itu tetap memerlukan interaksi pengguna terlebih dahulu.

Dua Juta Unduhan dan Serah Terima Domain

Eye Security mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah perangkat yang berisiko. Namun, mereka menyebut telah mengirim lebih dari 2 juta unduhan pembaruan hingga Maret, sebelum akhirnya berhenti mengirim pembaruan dan menyerahkan domain yang mereka gunakan kepada Shadowserver Foundation, sebuah organisasi nirlaba di bidang keamanan web.

Proses netralisasi ini sempat menemui hambatan. Setelah pembaruan diunggah ke VirusTotal, program keamanan menandainya sebagai malware dan memblokirnya, sementara updater yang rentan tetap berjalan. Eye Security pun harus menyesuaikan pembaruan mereka agar tidak salah ditandai.

Kasus ini menunjukkan bahwa aplikasi yang sudah lama ditinggalkan pengembangnya bukan berarti berhenti menjadi ancaman. Selama updater masih aktif dan berkomunikasi dengan domain terbengkalai, risiko penyalahgunaan tetap terbuka. Langkah Eye Security menonaktifkan updater menjadi pengingat bahwa perangkat lunak tanpa dukungan resmi menyimpan bahaya yang nyata bagi keamanan perangkat pengguna.

Bagi pengguna yang masih memiliki aplikasi semacam ini, temuan tersebut menjadi sinyal untuk segera membersihkan perangkat. Risiko yang muncul bukan hanya soal pembaruan yang gagal, tetapi juga potensi perangkat ditarik ke dalam jaringan botnet tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.