📑 Daftar Isi

Ilustrasi cloud khusus AI agent Daytona Platforms dengan pendanaan Series B USD 60 juta

Daytona Raup USD 60 Juta, Cloud Khusus AI Agent Makin Dilirik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Daytona Platforms raih USD 60 juta di Series B, valuasi USD 1 miliar
  • Total pendanaan mencapai USD 91 juta, dipimpin FirstMark Growth
  • Angel investor termasuk Patrick Collison, Tobi Lütke, Eric Yuan
  • Qualcomm Ventures, Samsung Next, Okta Ventures ikut berpartisipasi
  • Cloud khusus AI agent dengan sandbox Linux, Windows, macOS, dan GPU

Telset.id – Daytona Platforms resmi mengantongi pendanaan Series B senilai USD 60 juta atau sekitar Rp 960 miliar (estimasi kurs Rp 16.000/USD) dengan valuasi USD 1 miliar. Putaran ini dipimpin FirstMark Growth, dan membuat total dana yang dihimpun Daytona mencapai USD 91 juta. Langkah ini menegaskan bahwa cloud yang dirancang khusus untuk AI agent kini menjadi salah satu area paling panas di industri infrastruktur teknologi.

Startup yang berbasis di New York tersebut mengumumkan pendanaan itu pada Jumat lalu. FirstMark Growth bukan pemain baru, karena juga memimpin putaran Series A Daytona senilai USD 24 juta pada Februari. Artinya, kepercayaan investor terhadap tesis Daytona soal kebutuhan infrastruktur AI agent naik signifikan dalam waktu singkat.

Selain FirstMark, Daytona menarik sejumlah angel investor ternama. Nama-nama yang disebut antara lain Patrick Collison (Stripe), Tobi Lütke (Shopify), Aravind Srinivas (Perplexity), Eric Yuan (Zoom), Olivier Pomel (Datadog), Adam D’Angelo (Quora yang juga anggota dewan OpenAI), dan Brendan Foody (Mercor). Ada pula Qualcomm Ventures, Samsung Next, dan Okta Ventures yang turut berpartisipasi dalam putaran ini.

Cloud Khusus AI Agent Jadi Pembeda Daytona

Daytona berdiri tiga tahun lalu dan membangun cloud yang secara spesifik ditujukan untuk long-running agent. Perusahaan berargumen bahwa AI agent memiliki kebutuhan infrastruktur yang berbeda dari perangkat lunak generasi sebelumnya. Perbedaan inilah yang menjadi dasar tesis produk mereka.

Pendiri Daytona, Ivan Burazin, menjelaskan bahwa agent tidak bekerja seperti layanan berumur panjang yang menjadi target desain cloud saat ini. Dalam tulisan blog pengumuman putaran pendanaan, ia menyebut agent memutar ribuan pekerjaan singkat yang bersifat stateful dan tidak direncanakan sebelumnya. Menurutnya, kebutuhan seperti itu menuntut cloud yang memang dibangun untuk kondisi tersebut.

Daytona memposisikan produknya seperti memberikan setiap agent sebuah komputer sendiri. Dalam satu platform, agent mendapat akses ke versi sandbox dari Linux, Windows, macOS, hingga GPU, di samping layanan lain yang tersedia. Pendekatan ini menjawab masalah isolasi dan keamanan yang kerap muncul ketika banyak agent berjalan bersamaan.

Isu keamanan AI agent memang sedang menjadi sorotan. Sejumlah insiden dan kebijakan baru menunjukkan bahwa agent yang beroperasi secara otonom bisa menimbulkan risiko jika tidak dibatasi dengan benar. Kasus Bank AS Blokir AI Agent menjadi salah satu contoh bagaimana lembaga keuangan mulai memperketat akses agent terhadap sistem sensitif.

Di sisi lain, laporan tentang AI Agent Asing yang mengakses rekening bank di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa pengawasan terhadap perilaku agent menjadi semakin penting. Infrastruktur yang mampu mengisolasi setiap agent dalam lingkungan sandbox seperti yang ditawarkan Daytona menjadi relevan di tengah tren tersebut.

Persoalan kontrol akses juga terlihat dari langkah sejumlah platform yang membatasi agent. Pemblokiran yang dilakukan Amazon hingga JPMorgan terhadap agent belanja menunjukkan bahwa ekosistem masih mencari format yang aman antara otomasi dan pengawasan. Daytona mencoba masuk ke lapisan infrastruktur, bukan ke aplikasi, sehingga posisinya berbeda dari para pemain yang terlibat konflik kebijakan tersebut.

Dukungan Investor dan Arah Pendanaan

Komposisi investor Daytona mencerminkan luasnya minat terhadap infrastruktur AI agent. Kehadiran Qualcomm Ventures, Samsung Next, dan Okta Ventures menunjukkan bahwa perusahaan chip, perangkat, hingga keamanan identitas melihat kebutuhan yang sama. Sementara itu, keterlibatan para pendiri perusahaan teknologi besar memberi sinyal bahwa tesis Daytona dianggap sejalan dengan arah perkembangan industri.

Sejumlah nama angel yang masuk juga aktif di ranah AI agent. Adam D’Angelo, misalnya, dikenal sebagai anggota dewan OpenAI sekaligus pendiri Quora. Aravind Srinivas memimpin Perplexity, perusahaan yang produknya sangat bergantung pada kemampuan agent dalam mengakses dan memproses informasi. Kehadiran mereka memperkuat narasi bahwa infrastruktur agent akan menjadi fondasi penting bagi layanan AI generasi berikutnya.

Dengan total pendanaan USD 91 juta, Daytona memiliki modal untuk memperluas kapasitas cloud-nya. Perusahaan belum merinci alokasi dana secara spesifik dalam pengumuman tersebut, tetapi fokus pada pengembangan platform untuk long-running agent menjadi arah yang jelas. Pendanaan ini juga menempatkan Daytona di jajaran startup infrastruktur AI dengan valuasi tinggi di usia yang masih relatif muda.

Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap perilaku agent di berbagai sektor. Insiden seperti AI Agent Tencent yang mencatat ribuan akses ke Amap Alibaba memperlihatkan bahwa agent bisa beroperasi dalam skala besar dan berulang. Lingkungan eksekusi yang terkontrol menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas semacam itu tetap dapat dipantau.

Bagi Daytona, kombinasi pendanaan besar, valuasi USD 1 miliar, dan dukungan investor strategis menjadi bekal untuk bersaing di pasar infrastruktur AI. Perusahaan menempatkan diri sebagai penyedia cloud yang memahami karakter agent, bukan sekadar memperluas layanan cloud umum. Klaim bahwa setiap agent layak mendapat komputernya sendiri menjadi inti dari posisi produk yang mereka bangun.

Ke depan, tantangannya adalah membuktikan bahwa model cloud khusus agent ini mampu melayani kebutuhan pelanggan dalam skala nyata. Dengan sandbox Linux, Windows, macOS, dan GPU dalam satu platform, Daytona menawarkan fleksibilitas yang tidak selalu tersedia di cloud konvensional. Pendanaan Series B ini memberi ruang untuk menguji seberapa jauh pendekatan tersebut diterima pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.