UEA akan Terbangkan Pesawat Ruang Angkasa ke Bulan

Pesawat ruang angkasa UEA Bulan

Telset.id, Jakarta – Uni Emirat Arab (UEA) berencana untuk mengirim pesawat ruang angkasa tak berawak ke Bulan pada 2024. UEA menjadi negara keempat di Bumi yang berhasrat untuk terbang ke Bulan.

Pengumuman oleh penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, yang juga menjabat sebagai wakil presiden dan perdana menteri UEA, menunjukkan perkembangan pesat program luar angkasa.

Dikutip Telset.id dari New York Post, Kamis (1/10/2020), pesawat luar angkasa UEA telah meluncur di luar angkasa dalam perjalanan ke Mars. Tahun lalu, UEA mengirimkan astronot pertama ke Stasiun Luar Angkasa atau ISS.

Sayang, Sheikh Mohammed tidak merinci lokasi di Bulan yang direncanakan UEA untuk dijelajahi. Ia juga tidak mengungkapkan secara gamblang bagaimana rencana akan meluncurkan penjelajah ke luar angkasa.

{Baca juga: Wanita Pertama akan Mendarat di Bulan pada 2024}

Ketika terbang, pesawat ruang angkasa milik UEA akan mempelajari permukaan Bulan, melakukan mobilitas di permukaan Bulan, serta melihat bagaimana permukaan yang berbeda melakukan interaksi dengan partikel-partikel Bulan.

Pesawat penjelajah berbobot 10 kilogram tersebut akan membawa dua kamera dengan resolusi tinggi, sebuah kamera mikroskopis, kamera pencitraan termal, sebuah probe, dan perangkat penunjang lain.

Sheikh Mohammed mengatakan, pesawat ruang angkasa UEA itu akan diberi nama “Rashid”, sama dengan mendiang ayahnya, Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum. Sekadar informasi, Sheikh Rashid adalah pendiri asli UEA.

Sheikh Mohammed membuat pengumuman di Twitter setelah pertemuan tertutup dengan para pejabat. Foto-foto media pemerintah dari pertemuan itu juga menunjukkan mereka mengenakan masker.

Sukses Luncurkan Pesawat ke Mars

UEA sebelumnya telah sukses meluncurkan pesawat luar angkasa ke Mars. Pesawat ruang angkasa bernama Hope ini diluncurkan pada Senin pagi (20/7/2020) waktu setempat.

Peluncuran pesawat Hope di ujung selatan Jepang ini bertujuan untuk mempelajari cuaca di Planet Merah tersebut.

Hope lepas landas dengan roket H-IIA Jepang dari Tanegashima Space Center Jepang pada pukul 06:58 pagi waktu setempat.

Pesawat tak berawak atau probe rencananya akan melakukan perjalanan dan memperbaiki mesin secara berkala selama 7 bulan.

Selanjutnya pada Februari 2020 pesawat akan masuk ke orbit planet Mars untuk menganalisis atmosfer dan iklim di planet merah tersebut.

{Baca juga: Uni Emirat Arab Sukses Luncurkan Pesawat ke Mars}

Untuk UEA peluncuran pesawat ini sangat penting. Pemerintah telah menyusun proyek ini pada tahun 2014 dan ingin merayakan hari jadi Uni Emirat Arab ke-50 tahun pada Desember 2021 dengan keberhasilan Hope mengorbit di Mars.

Peluncuran berjalan cukup menegangkan. Para insinyur sempat khawatir karena pesawat tidak membuka salah satu dari dua panel surya saat meluncur.

Untungnya pesawat akhirnya berhasil membuka kedua panel surya sehingga sukses menuju luar angkasa. Tim yang ada di bumi terus berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa dan Hope tampak dalam kondisi yang baik. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here